Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Achmad Fauzi

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
Ilustrasi Trading Saham menggunakan AI. [Dokumentasi IPOT].
baca 10 detik
  • CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan bahwa praktik trading konvensional sudah tidak relevan di pasar saat ini.
  • Keterlambatan membaca data secara real time serta pengambilan keputusan berbasis emosi berisiko tinggi menyebabkan kerugian finansial investor.
  • PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan sistem berbasis AI untuk membantu investor menganalisis momentum pasar dan memvalidasi setiap transaksi.

Suara.com - Investor saham kini tidak bisa mengandal instings dalam berinvestasi. Investor bisa menggunakan kecerdasan buatan atau AI sebagai saran untuk keputusan investasi saham.

Dengan kata lain, trading saham tidak lagi ditentukan oleh kemampuan manual, melainkan oleh kecanggihan teknologi seperti AI.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The, menegaskan praktik trading konvensional sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

"Realitas industri saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar platform trading masih mengandalkan UI/UX statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan market yang sangat cepat," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The

Moleonoto menjelaskan, keterlambatan dalam membaca data maupun eksekusi transaksi dapat berdampak langsung pada kerugian investor.

UI yang lambat dinilai bisa menyebabkan entry terlambat, sementara data yang tidak real time berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa banyak investor masih melakukan transaksi berdasarkan emosi dan asumsi, bukan data.

"Tanpa indikator momentum, tanpa deteksi tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, hasilnya adalah posisi yang salah, terjebak di pucuk dan kerugian yang berulang. Dalam era market cepat, pendekatan ini tidak lagi relevan, melainkan menjadi bentuk spekulasi berisiko tinggi," bebernya.

Menurutnya, perubahan pendekatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah volatilitas pasar yang semakin tinggi. Tanpa dukungan sistem berbasis AI real time, investor dinilai tidak mampu membaca momentum pasar secara akurat, membedakan akumulasi dan distribusi, serta memvalidasi keputusan sebelum masuk ke pasar.

baca juga

Menjawab tantangan tersebut, IPOT melakukan transformasi dengan mengembangkan UI/UX berbasis AI real time yang tidak hanya berfungsi sebagai tampilan, tetapi juga sebagai mesin eksekusi dan pengambilan keputusan.

Melalui fitur seperti AI Live, LADI, hingga ROBO Trading System, sistem ini dirancang untuk memberikan insight sekaligus validasi sebelum transaksi dilakukan. Pendekatan ini memungkinkan investor menghindari kesalahan umum seperti membeli di harga puncak atau terjebak dalam distribusi pasar.

"UI yang tidak berbasis AI Real Time hanyalah ilusi kontrol. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem bukan alat bantu melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi," imbuhnya.

Fenomena ini juga mulai terlihat di kalangan investor saham, di mana sebagian di antaranya menggunakan sistem berbasis AI sebagai acuan utama sebelum melakukan transaksi.

Bahkan, tidak sedikit investor yang memanfaatkan platform tertentu sebagai alat validasi sebelum mengeksekusi order di aplikasi lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB