Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Achmad Fauzi

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
Ilustrasi Trading Saham menggunakan AI. [Dokumentasi IPOT].
baca 10 detik
  • CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan bahwa praktik trading konvensional sudah tidak relevan di pasar saat ini.
  • Keterlambatan membaca data secara real time serta pengambilan keputusan berbasis emosi berisiko tinggi menyebabkan kerugian finansial investor.
  • PT Indo Premier Sekuritas meluncurkan sistem berbasis AI untuk membantu investor menganalisis momentum pasar dan memvalidasi setiap transaksi.

Suara.com - Investor saham kini tidak bisa mengandal instings dalam berinvestasi. Investor bisa menggunakan kecerdasan buatan atau AI sebagai saran untuk keputusan investasi saham.

Dengan kata lain, trading saham tidak lagi ditentukan oleh kemampuan manual, melainkan oleh kecanggihan teknologi seperti AI.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The, menegaskan praktik trading konvensional sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

"Realitas industri saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar platform trading masih mengandalkan UI/UX statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan market yang sangat cepat," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The

Moleonoto menjelaskan, keterlambatan dalam membaca data maupun eksekusi transaksi dapat berdampak langsung pada kerugian investor.

UI yang lambat dinilai bisa menyebabkan entry terlambat, sementara data yang tidak real time berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa banyak investor masih melakukan transaksi berdasarkan emosi dan asumsi, bukan data.

"Tanpa indikator momentum, tanpa deteksi tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, hasilnya adalah posisi yang salah, terjebak di pucuk dan kerugian yang berulang. Dalam era market cepat, pendekatan ini tidak lagi relevan, melainkan menjadi bentuk spekulasi berisiko tinggi," bebernya.

Menurutnya, perubahan pendekatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah volatilitas pasar yang semakin tinggi. Tanpa dukungan sistem berbasis AI real time, investor dinilai tidak mampu membaca momentum pasar secara akurat, membedakan akumulasi dan distribusi, serta memvalidasi keputusan sebelum masuk ke pasar.

baca juga

Menjawab tantangan tersebut, IPOT melakukan transformasi dengan mengembangkan UI/UX berbasis AI real time yang tidak hanya berfungsi sebagai tampilan, tetapi juga sebagai mesin eksekusi dan pengambilan keputusan.

Melalui fitur seperti AI Live, LADI, hingga ROBO Trading System, sistem ini dirancang untuk memberikan insight sekaligus validasi sebelum transaksi dilakukan. Pendekatan ini memungkinkan investor menghindari kesalahan umum seperti membeli di harga puncak atau terjebak dalam distribusi pasar.

"UI yang tidak berbasis AI Real Time hanyalah ilusi kontrol. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem bukan alat bantu melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi," imbuhnya.

Fenomena ini juga mulai terlihat di kalangan investor saham, di mana sebagian di antaranya menggunakan sistem berbasis AI sebagai acuan utama sebelum melakukan transaksi.

Bahkan, tidak sedikit investor yang memanfaatkan platform tertentu sebagai alat validasi sebelum mengeksekusi order di aplikasi lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

×