Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Gatensi Optimis Konstruksi Masuk 3 Besar Penyumbang PDB

Adhitya Himawan

Selasa, 11 Juli 2017 | 19:01 WIB
Gatensi Optimis Konstruksi Masuk 3 Besar Penyumbang PDB
Tenaga kerja konstruksi sedang bekerja dalam salah satu proyek pembangunan infrastruktur. [Dok Kementerian PUPR]

Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) berharap sertifikasi terhadap pekerja konstruksi Indonesia terus diperluas. Sertifikasi ini dinilai dapat meredam masuknya tenaga kerja asing (TKA) di Tanah Air. Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Gatensi Ir Bambang Rahmadi pada Musyawara Nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Gatensi (BPP Gatensi) di Jakarta Selatan, Senin (10/7/2017).

“Kita berharap sertifikasi ini dapat meredam masuknya tenaga kerja asing ke dalam negeri, utamanya di sektor konstruksi,” ujar Bambang. Dia mengatakan, pihaknya berharap tahun ini sertifikasi terhadap tenaga kerja konstruksi mencapai satu juta tenaga kerja. Dalam beberapa tahun ke depan sertifikasi dapat mencapai tujuh juta sertifikat. “Bekerjasama dengan pemerintah, kita harapkan tersertifikasi sebanyak tujuh juta dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Bambang.

Pada Senin (10/7/2017) BPP Gatensi menggelar Munas Pertama di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan. Munas kali ini diikuti oleh 16 pengurus daerah yang telah terbentuk. Diharapkan hingga akhir tahun telah terbentuk kepengurusan Badan Pengurus Daerah di semua provinsi di Tanah Air. Munas kali ini mengangkat tema Peningkatan dan Penguatan Profesionalisme Tenaga Ahli Terampil Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Jasa Konstruksi Indonesia.

 

Bambang menambahkan, sertfikasi ini dapat meredam masuknya tenaga kerja asing, termasuk tenaga kerja tidak terampil (unskill labour). Sebab, dengan adanya kewajiban bagi setiap perusahaan mempekerjakan karyawan yang bersertifikat, maka sertifikasi akan mempersulit tenaga kerja asing tersebut.”Nanti kan tinggal dilakukan sweeping, yang tidak bersertifikat dikembalikan ke negaranya,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, sertifikasi kepada tenaga kerja lokal sangat strategis untuk memastikan lapangan kerja yang tersedia benar-benar diisi oleh tenaga kerja lokal. Sebab tingkat pengangguran di dalam negeri sendiri masih sangat tinggi. “Jangan sampai, yang unskill labour juga masuk ke Indonesia,” pungkas Bambang.    

Bambang optimistis sektor konstruksi akan tumbuh dengan baik ke depan. Sebab itu mesti ditopang oleh kecukupan pasokan tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi di dalam negeri. Optimisme di sektor ini mengemuka berkat gencarnya pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air.

Sebagaimana diketahui dari periode 2015 hingga 2019 pemerintah menargetkan  membangun sebanyak 15 bandara baru, 24 pelabuhan, 2.650 km jalan nasional, 1.000 km jalan tol, 3.258 km jalur kereta api, dan 60 pelabuhan penyeberangan. Sebab itu pemerintah membutuhkan dana pembangunan infrastruktur sebesar Rp 5.519 triliun.

Bambang optimistis sektor konstruksi akan kembali masuk dalam tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto nasional tahun ini. Meski, pada kuartal I-2017 sektor ini hanya di posisi ke-enam penyumbang PDB.  Sebagaimana diketahui sektor informasi dan komunikasi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal I 2017. Sektor ini tumbuh 9,01 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selanjutnya, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 7,65 persen dan menempati urutan kedua. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian justru mengalami perlambatan sebesar 0,49 persen. Kesehatan 7,13 persen diurutan ketiga, disusul pertanian/perikanan sebesar 7,12 persen, Jasa Perusahaan 6,8 persen, dan konstruksi sebesar 6,26 persen diurutan keenam.

baca juga

Pada 2017, pemerintah mengalokasikan total belanja infrastruktur sebesar Rp 387 triliun dan sebesar Rp101,4 triliun  dikelola oleh Kementerian PUPR. Kementerian PUPR melakukan pelelangan dini sejak tahun lalu dan hasilnya hingga Januari 2017 sebanyak 2.768 paket telah terkontrak dengan nilai Rp41,4 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kementerian PUPR Kerjasama Insfrastruktur Dengan Timor Leste

Kementerian PUPR Kerjasama Insfrastruktur Dengan Timor Leste

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 14:50 WIB

Kontrak Sistem Pengolahan Limbah Terpusat Zona 1 Jakarta Diteken

Kontrak Sistem Pengolahan Limbah Terpusat Zona 1 Jakarta Diteken

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 14:29 WIB

Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Kulon Progo Dimulai

Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Kulon Progo Dimulai

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 14:14 WIB

Ini Jurus Kementerian PUPR Percepat Proyek Infrastruktur

Ini Jurus Kementerian PUPR Percepat Proyek Infrastruktur

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 11:45 WIB

Basuki: Proyek Infrastruktur Tak Terpengaruh Pengurangan Anggaran

Basuki: Proyek Infrastruktur Tak Terpengaruh Pengurangan Anggaran

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 11:35 WIB

Pembebasan Lahan LRT Jabodetabek Telan Rp1,6 Triliun

Pembebasan Lahan LRT Jabodetabek Telan Rp1,6 Triliun

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 09:36 WIB

Kementerian PUPR Bangun Jalan Baru di Jalur Selatan Jawa

Kementerian PUPR Bangun Jalan Baru di Jalur Selatan Jawa

Bisnis | Sabtu, 08 Juli 2017 | 09:13 WIB

Program Hibah Air Minum Tingkatkan Akses MBR

Program Hibah Air Minum Tingkatkan Akses MBR

Bisnis | Jum'at, 07 Juli 2017 | 14:41 WIB

Konstruksi Proyek Tol MKTT di Sumatera Utara Telah 79,8 Persen

Konstruksi Proyek Tol MKTT di Sumatera Utara Telah 79,8 Persen

Bisnis | Kamis, 06 Juli 2017 | 08:14 WIB

Luhut Minta MRT Jakarta Fokus Garap Rute Cikarang-Balaraja

Luhut Minta MRT Jakarta Fokus Garap Rute Cikarang-Balaraja

Bisnis | Kamis, 06 Juli 2017 | 07:03 WIB

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×