Tersandung Skandal Beras Oplosan, Harga Saham AISA Jatuh

Adhitya Himawan

Minggu, 23 Juli 2017 | 09:29 WIB
Tersandung Skandal Beras Oplosan, Harga Saham AISA Jatuh
Bareskrim Polri dan Perwakilan Kementerian Pertanian menunjukan beras hasil oplosan Bulog bersubsidi dengan beras impor dari Thailand di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Jumat (7/10). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Harga saham emiten ritel PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) anjlok hingga 400 poin atau 24,92 persen pada sesi pertama perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (21/7/2017). Kondisi ini terjadi akibat pemberitaan negatif terkait penyegelan gudang beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU), anak usaha AISA atas tuduhan menjual beras oplosan.

Tak hanya itu, harga saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. (AISA) juga tercatat turun paling dalam pada penutupan perdagangan saham pada Jumat (21/7/2017). Saham emiten yang bergerak di bidang produksi makanan ini ditutup anjlok 24,92 persen.

Kondisi ini diakui oleh Anton Apriyantono, Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Menurutnya, pemberitaan dan tudingan penjualan beras oplosan telah merugikan pihaknya.

"Iya memang butuh waktu lama bagi kami supaya rebound kembali harga saham kami," kata Anton saat dihubungi Suara.com, Minggu (23/7/2017).

Anton menegaskan dirinya sudah mencoba memberi penjelasan terhadap duduk persoalan ini secara lengkap dan benar. Dalam waktu dekat, ia akan berkoordinasi dengan Dewan Direksi untuk mengatasi persoalan ini. "Sekarang ini saya di Aceh. Setiba di Jakarta, saya akan berkoordinasi dengan Dewan Direksi terkait penjelasan lengkap kepada publik," ujar mantan Menteri Pertanian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebuah gudang milik PT IBU berisi 1.161 ton beras Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (20/7/2017) malam digerebek Satgas Pangan Polri. Gudang tersebut diduga digunakan sebagai penampungan dan tempat pengoplosan beras medium yang dijual sebagai beras premium.

Komposisi beras MAKNYUSS dan CAP AYAM JAGO yang diproduksi PT IBU dituduh tak sesuai dengan apa yang tercantum pada label. Hal ini didasarkan pada hasil laboratorium pangan terhadap kedua merek beras tersebut.

Penyidik menduga telah terjadi tindak pidana dalam proses produksi dan distribusi beras yang dilakukan PT IBU. Dasar hukum yang dilanggar adalah Pasal 383 KUHP dan Pasal 141 UU 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, perusahaan yang menjual beras merek MAKNYUSS dan CAP AYAM JAGO ini juga dituduh menetapkan harga pembelian gabah di tingkat petani yang jauh di atas harga pemerintah. Kondisi ini mengakibatkan pelaku usaha lain tidak bisa bersaing.

Konsekuensinya Harga penjualan beras produk PT IBU di tingkat konsumen juga jauh di atas harga yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp9.500 per kg. Para pelaku usaha pangan harus mengikuti harga acuan bahan pangan yang diatur pemerintah yakni Permendag No 47 tahun 2017 yang ditetapkan tanggal 18 Juli 2017 yang merupakan Revisi Permendag 27 tahun 2017. Pemerintah sudah menetapkan harga gabah Rp3.700 per kilogram, tetapi mereka beli harga lebih tinggi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Pilar Sejahtera Food Bantah Rugikan Pelaku Usaha Lain

Tiga Pilar Sejahtera Food Bantah Rugikan Pelaku Usaha Lain

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 09:07 WIB

Ini Jawaban PT Tiga Pilar Sejahtera Food Soal Beras Oplosan

Ini Jawaban PT Tiga Pilar Sejahtera Food Soal Beras Oplosan

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 08:49 WIB

Mensos: Yang Diduga Dioplos di Gudang PT. IBU Bukan Beras Rastra

Mensos: Yang Diduga Dioplos di Gudang PT. IBU Bukan Beras Rastra

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 08:22 WIB

Orang Ini Tega Sekali, Cari Duit Pakai Oplos Beras

Orang Ini Tega Sekali, Cari Duit Pakai Oplos Beras

News | Jum'at, 21 Juli 2017 | 20:17 WIB

Bank Mandiri Terbitkan 9,61 Juta Kartu Prabayar Mandiri e-Money

Bank Mandiri Terbitkan 9,61 Juta Kartu Prabayar Mandiri e-Money

Bisnis | Kamis, 20 Juli 2017 | 06:03 WIB

Ini Rencana Bisnis Asia Pasific Investama Hingga Akhir 2017

Ini Rencana Bisnis Asia Pasific Investama Hingga Akhir 2017

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2017 | 15:06 WIB

Penjualan Asia Pacific Investama Turun 22 Persen di QI 2017

Penjualan Asia Pacific Investama Turun 22 Persen di QI 2017

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 19:50 WIB

Ekonomi Melambat, Asia Pasific Investama Rugi di Sepanjang 2016

Ekonomi Melambat, Asia Pasific Investama Rugi di Sepanjang 2016

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 19:43 WIB

Asia Pasific Investama Rombak Dewan Direksi dan Komisaris

Asia Pasific Investama Rombak Dewan Direksi dan Komisaris

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 17:44 WIB

Megapower Makmur Resmi IPO di Bursa Efek Indonesia

Megapower Makmur Resmi IPO di Bursa Efek Indonesia

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2017 | 13:24 WIB

Terkini

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

IHSG Jatuh ke Level 4.900, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 17:12 WIB

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

Sikapi Situasi di Sukoharjo, Ahmad Luthfi Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Ketenteraman

News | Selasa, 03 November 2026 | 17:03 WIB

Relativitas Albert Einstein: Mengubah Cara Manusia Memahami Ruang dan Waktu

Relativitas Albert Einstein: Mengubah Cara Manusia Memahami Ruang dan Waktu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 17:00 WIB

IHSG Anjlok Parah Tembus Level 4.900, 624 Saham Luluh Lantak!

IHSG Anjlok Parah Tembus Level 4.900, 624 Saham Luluh Lantak!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:57 WIB

Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional

Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 16:52 WIB

MIND ID Tampilkan Peran Mineral bagi Kehidupan dalam Ajang Minerba Convex 2026

MIND ID Tampilkan Peran Mineral bagi Kehidupan dalam Ajang Minerba Convex 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:48 WIB

Berapa Harga Parfum The Body Shop White Musk? Cek 4 Variannya

Berapa Harga Parfum The Body Shop White Musk? Cek 4 Variannya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:48 WIB

Jelang Diresmikan Prabowo 10 November, Perlinsos Digital Sudah Jangkau 17 Juta KK

Jelang Diresmikan Prabowo 10 November, Perlinsos Digital Sudah Jangkau 17 Juta KK

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:46 WIB

Sinopsis Overacting, Film Komedi Thailand Terbaru Netflix Tayang 5 November

Sinopsis Overacting, Film Komedi Thailand Terbaru Netflix Tayang 5 November

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:45 WIB

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 16:37 WIB

×