Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

86 Persen Konsumen Indonesia Mengeluh KPR Terlalu Ruwet

Adhitya Himawan

Kamis, 17 Agustus 2017 | 21:03 WIB
86 Persen Konsumen Indonesia Mengeluh KPR Terlalu Ruwet
Country Manager Rumah.com, Wasudewan, di Jakarta, Kamis (15/9/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Berdasarkan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, sebanyak 86 persen konsumen properti menyatakan bahwa biaya dan proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ada di Indonesia terbilang cukup berbelit. Sehingga mereka mengharapkan adanya kebijakan yang memudahkan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga perbankan.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 adalah survei tahunan yang diselenggarakan oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.020 responden dari seluruh Indonesia yang dilakukan pada bulan Januari – Juni 2017 kemarin.

Sementara itu, 54 persen konsumen mengakui bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah upaya dalam menekan harga rumah, agar bisa terjangkau khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kilas balik keberhasilan pemerintah mengenai perombakan aturan LTV yang berlaku mulai Agustus 2016 lalu membawa dampak positif. Pasca pelonggaran, pertumbuhan KPR di bulan setelahnya mengalami peningkatan sebesar 6,21 persen (year-on-year) menjadi 6,48 persen (year-on-year). Berdasarkan jenisnya, KPR tipe 22-70 dan KPA tipe <21 mengalami pertumbuhan tertinggi,” ujar Wasudewan, Country Manager Rumah.com di Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Beberapa upaya yang disebut masih perlu digenjot Pemerintah, menurut responden, diantaranya adalah kebijakan mengenai Loan to Value (LTV) alias rasio pinjaman, keringanan pajak properti, dan penyederhanaan kepemilikan properti bagi Warga Negara Asing di Indonesia.

Sulit Menjangkau Besaran Uang Muka

Hasil survei juga menunjukkan 51 persen masyarakat Indonesia beranggapan bahwa nominal uang muka pembelian rumah atau apartemen yang dinilai terlalu tinggi, menjadi penyebab mereka belum mengambil fasilitas kredit properti dari bank hingga saat ini.

“Uang muka sendiri umumnya dikumpulkan para pencari properti dengan teknik menabung atau hasil meraup untung dari investasi emas maupun reksadana. Sementara menurut data dari MarkPlus Insight, hanya ada 6,6 persen wanita dan 5,3 persen pria yang menyisihkan 20 persen dari penghasilan setiap bulannya untuk tabungan masa depan,” jelas Wasudewan.

baca juga

Selain permasalahan uang muka, alasan lain yang menyebabkan masyarakat belum mengajukan kredit untuk properti adalah karena masih terikat dengan cicilan lain seperti kendaraan. Padahal dilihat dari urutan prioritas, yang termasuk kebutuhan primer adalah rumah, bukan kendaraan.

Faktor lainnya adalah belum mampu mencicil properti tiap bulan, tidak membutuhkan kredit pinjaman untuk pembelian properti, hingga tidak memenuhi syarat untuk pengajuan kredit lantaran status pekerjaan.

Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 juga mencatat bahwa ada 23% responden yang saat ini tengah dalam proses cicilan rumah/apartemen. Mengenai tenornya, 48% responden memilih jangka waktu kredit 11 tahun-15 tahun, sedangkan 34%-nya memilih tenor yang lebih singkat yakni 6 tahun-10 tahun.

Wasudewan menambahkan bahwa bagi masyarakat yang saat ini masih ragu untuk membeli hunian dengan mencicil, sebaiknya menepis kekhawatiran tersebut karena tahun ini adalah waktu yang tepat untuk membeli (buyer’s time).

“Kami berkomitmen untuk membantu para pencari properti dalam menentukan keputusan pembelian properti dengan menghadirkan Rumah.com Property Index sebagai salah satu sumber data untuk membantu pencari rumah mengambil keputusan dengan tepat dan percaya diri. Kami juga menyediakan Review Properti (https://www.rumah.com/review) yang memberikan ulasan perumahan baru yang mendalam, obyektif, dan profesional dari seluruh perumahan baru di Indonesia,” tegas Wasudewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BTN Bidik KPR Baru Senilai RP5 Triliun Dalam IPEX 2017

BTN Bidik KPR Baru Senilai RP5 Triliun Dalam IPEX 2017

Bisnis | Minggu, 13 Agustus 2017 | 13:31 WIB

Total Nilai KPR Online BTN di 2017 Capai Rp316 Miliar

Total Nilai KPR Online BTN di 2017 Capai Rp316 Miliar

Bisnis | Rabu, 09 Agustus 2017 | 15:59 WIB

Rumah.com: Properti di Banten Menggeliat Berkat Infrastruktur

Rumah.com: Properti di Banten Menggeliat Berkat Infrastruktur

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2017 | 17:46 WIB

Rumah.com Luncurkan Pusat Data Informasi Properti Terlengkap

Rumah.com Luncurkan Pusat Data Informasi Properti Terlengkap

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2017 | 17:09 WIB

Industri Properti Lesu, Pengunjung Rumah.com Tetap Tinggi

Industri Properti Lesu, Pengunjung Rumah.com Tetap Tinggi

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2017 | 16:55 WIB

Rumah.com: Pasar Properti Nasional Mulai Pulih

Rumah.com: Pasar Properti Nasional Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2017 | 14:17 WIB

BTN Pimpin Pangsa Pasar KPR dan KPR Subsidi di Indonesia

BTN Pimpin Pangsa Pasar KPR dan KPR Subsidi di Indonesia

Bisnis | Senin, 24 Juli 2017 | 18:53 WIB

BTN Salurkan Pembiayaan Perumahan 1,44 juta Unit Rumah

BTN Salurkan Pembiayaan Perumahan 1,44 juta Unit Rumah

Bisnis | Senin, 17 Juli 2017 | 01:00 WIB

BTN Serap Dana Rp5 Triliun Dari Obligasi Berkelanjutan III

BTN Serap Dana Rp5 Triliun Dari Obligasi Berkelanjutan III

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2017 | 18:26 WIB

Belum Punya 4 Hal Ini? Urungkan Dulu Niat Mengajukan KPR

Belum Punya 4 Hal Ini? Urungkan Dulu Niat Mengajukan KPR

Bisnis | Kamis, 06 Juli 2017 | 21:00 WIB

Terkini

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:29 WIB

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:15 WIB

×