Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Produksi Kelapa Sawit Indonesia Rendah, Ini Perintah Jokowi

Adhitya Himawan

Jum'at, 13 Oktober 2017 | 14:07 WIB
Produksi Kelapa Sawit Indonesia Rendah, Ini Perintah Jokowi
Presiden Jokowi mengunjungi Kabupaten Musi Banyuasin, di Sumatera Selatan. [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Presiden Joko Widodo melakukan penanaman perdana peremajaan kebun kelapa sawit seluas 4.400 hektare di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Ini perlu saya ingatkan, hari ini sudah mulai peremajaan, 'replainting', tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali. Kerja dengan saya pasti saya cek, enak saja tidak dicek, jadi barang atau tidak? Jadi bibitnya, jadi bener dan baik tidak? Harus dicek, Kalau tidak dicek, enak nanti, setuju tidak?" kata Presiden Jokowi di Musi Banyuasin, Sumsel, Jumat (13/10/2017).

Presiden menyampaikan hal tersebut di hadapan para petani kelapa sawit di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain Presiden hadir juga Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Alex Noerdin.

"Di Musi Banyuasin akan diremajakan 4.400 hektare kebun sawit yang sudah tua, biayanya ditanggung pemerintah, bibitnya diberi, benih untuk palawija jagung juga diberi, kurang apa?" ungkap Presiden.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, produktivitas kelapa sawit Indonesia masih tergolong rendah yaitu hanya 3,7 ton/hektare/tahun, padahal potensi dapat mencapai 8 ton/hektare/tahun.

Faktor utamanya adalah kondisi pohon kelapa sawit, khususnya milik rakyat yang sudah tua dan rusak serta penggjunaan benih yang bagi sebagian petani belum menggunakan benih unggul bersertifikat sehingga perlu dilakukan peremajaan tanaman kelapa sawit seluas sekitar 2,4 juta hektare.

"(Perkebunan) yang masuk kawasan hutan sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat. Tapi ini khusus untuk kelapa sawit milik rakyat, yang sudah pegang sertifikat yang hadir di sini tolong diangkat biar kelihatan, nanti setelah ini akan lebih banyak lagi yang pegang sertifikat," ungkap Presiden.

Peremajaan kelapa sawit di Sumsel dilakukan untuk lahan seluas 2.834 hektare untuk 1.308 kepala keluarga.

"Ini kita mulai di Sumatera Selatan lebih dulu. Bulan depan saya dorong masuk ke Sumatera Utara, bulan depannya lagi masuk ke Jambi lalu ke Riau. Tahun ini kita memang akan konsentrasi dulu di pulau Sumatera, tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan. Kita memang ingin kerja fokus supaya gampang dicek, gampang dikontrol," tutur Presiden.

Presiden menargetkan agar kebun kelapa sawit rakyat juga dapat memproduksi hingga 8 ton/hektare/tahun.

"Ini bibit nanti kalau sudah gede bisa produksinya 8 ton, per hektare, CPO. Biasanya petani yang sekarang yang pohonnya sudah 20-25 tahun hanya 2 ton, benar? Berarti kan 4 kali lipat, tapi yang namanya tanaman juga sama dengan kita, harus dirawat, harus dipelihara, kalau swasta bisa, perusahaan bisa, petani pekebun juga harusnya bisa," tegas Presiden.

Setelah kelapa sawit, peremajaan perkebunan rakyat juga akan dilakukan untuk kebun karet, kopi, kakao dan pala.

"Kalau sawit nanti sudah berjalan, saya akan bergerak lagi ke karet, ke kopi, bergerak lagi ke kakao, ke pala, karena ini sama sudah lebih dari 15, 20, 25 tahun tidak pernah diremajakan. Masa kita kalah dengan Vietnam urusan pala? Kopi kalah dengan Brazil dan Kolombia? tanah kita subur makmur kok, tapi karena tidak pernah diremajakan dibiarkan ya tua lama-lama tidak berproduksinya," ungkap Presiden.

Pada tahun ini akan diberikan bantuan benih komoditas perkebunan sebanyak 35,5 juta batang yaitu kopi 4,8 juta batang, pala 2,7 juta batang, lada sebanyak 2 juta batang dan karet sebanyak 5,7 juta batang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Jokowi akan Resmikan Dua Jalan Tol di Sumatera Utara

Hari Ini Jokowi akan Resmikan Dua Jalan Tol di Sumatera Utara

Bisnis | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 12:54 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Tol Pertama di Sumsel Sepanjang 7,8 Km

Presiden Jokowi Resmikan Tol Pertama di Sumsel Sepanjang 7,8 Km

News | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 12:00 WIB

Jokowi Sebut Jalan Tol Palindra Pertama di Sumatera Selatan

Jokowi Sebut Jalan Tol Palindra Pertama di Sumatera Selatan

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:02 WIB

PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak

PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:44 WIB

Kunjungan Presiden Jokowi ke Sumbar Dijadwal Ulang

Kunjungan Presiden Jokowi ke Sumbar Dijadwal Ulang

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 05:00 WIB

Idrus Bantah Revitalisasi Golkar Atas Arahan Presiden Jokowi

Idrus Bantah Revitalisasi Golkar Atas Arahan Presiden Jokowi

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 04:17 WIB

Jokowi Harus Hati-hati, Prabowo Berpeluang Menang di Pilpres 2019

Jokowi Harus Hati-hati, Prabowo Berpeluang Menang di Pilpres 2019

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 19:54 WIB

Ekspor Indonesia Naik 17,58 Persen, Presiden Jokowi Puas

Ekspor Indonesia Naik 17,58 Persen, Presiden Jokowi Puas

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:11 WIB

Apa Kata Yenny Wahid tentang Presiden Jokowi?

Apa Kata Yenny Wahid tentang Presiden Jokowi?

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 03:13 WIB

Menperin Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Isu Penjualan BUMN

Menperin Klarifikasi Pernyataan Jokowi Soal Isu Penjualan BUMN

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 01:11 WIB

Terkini

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB