Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak

Adhitya Himawan

Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:44 WIB
PKS Kritik Gencarnya Infrastruktur Era Jokowi Belum Berdampak
Pekerja mennyelesaikan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Selasa (29/8). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Partai Keadilan Sejahtera menginginkan titik berat pemerintah kepada pembangunan infrastruktur juga harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebagai bagian untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Tanah Air.

"Setelah tiga tahun fokus melakukan pembangunan infrastruktur, mulai timbul pertanyaan dari masyarakat, sejauh mana pembangunan infrastruktur tersebut mampu mendorong perekonomian nasional," kata Sekretaris Bidang Ekonomi Keuangan Industri dan Teknologi DPP PKS Handi Risza dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Handi mengingatkan besaran anggaran infrastruktur selalu meningkat dari tahun ke tahun, seperti pada 2009 sebesar Rp76,3 triliun, kemudian melonjak mencapai Rp206,6 triliun pada 2014.

Sedangkan pada pemerintahan Presiden Jokowi, alokasi anggaran infrastruktur mencapai Rp 290 triliun tahun 2015, kemudian terus meningkat menjadi Rp 317,1 triliun pada 2016, dan 2017 kembali meningkat mencapai Rp 390 triliun serta 2018 diperkirakan mencapai Rp409,9 triliun.

"Hanya dalam kurun waktu tiga tahun Presiden Jokowi sudah menaikkan dua kali lipat anggaran belanja Infrastruktur," paparnya.

Namun, ia berpendapat besarnya alokasi anggaran infrastruktur ternyata belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari periode sebelumnya, baik dari sisi konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah maupun dari investasi.

Untuk itu, ujar dia, perlu ada evaluasi secara menyeluruh terhadap kebijakan belanja infrastruktur selama ini, seperti yang diinformasikan bahwa Bappenas telah melakukan kajian terhadap capaian pembangunan infrastruktur terhadap RPJMN hingga 2019.

"Hasilnya, secara nasional, terdapat 13 persen target yang kemungkinan tidak tercapai, 63 persen target bisa dicapai dan 24 persen bisa tercapai dengan kerja keras," paparnya.

Ia menuturkan, dengan melihat usia pemerintahan yang efektif hanya tinggal kurang lebih satu tahun ke depan, agak riskan dengan memaksakan pembangunan proyek infrastruktur besar, tetapi belum tentu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, karena besarnya alokasi anggaran infrastruktur saat ini ternyata belum berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Sebelumnya, Bank Dunia mengingatkan pentingnya kemitraan antara pemerintah dengan swasta untuk menutup kesenjangan dalam bidang infrastruktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih optimal.

"Pemanfaatan investasi sektor swasta dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan infrastruktur yang besar dengan lebih cepat dan efisien," kata ekonom utama Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander di Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Gil Sander mengatakan partisipasi yang besar dari sektor swasta sangat dibutuhkan karena alokasi anggaran infrastruktur dari pemerintah masih terbatas dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PUPR Dapat Tambahan Anggaran Rp475 miliar di 2018, Untuk Apa?

PUPR Dapat Tambahan Anggaran Rp475 miliar di 2018, Untuk Apa?

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:37 WIB

Jokowi Harus Hati-hati, Prabowo Berpeluang Menang di Pilpres 2019

Jokowi Harus Hati-hati, Prabowo Berpeluang Menang di Pilpres 2019

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 19:54 WIB

Kwik Kian Gie: Ekonomi Indonesia Masuk Tahap Resesi

Kwik Kian Gie: Ekonomi Indonesia Masuk Tahap Resesi

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:48 WIB

Ekspor Indonesia Naik 17,58 Persen, Presiden Jokowi Puas

Ekspor Indonesia Naik 17,58 Persen, Presiden Jokowi Puas

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:11 WIB

Selain TOD Senen, Proyek TOD Juanda dan Tanah Abang Juga Dimulai

Selain TOD Senen, Proyek TOD Juanda dan Tanah Abang Juga Dimulai

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:23 WIB

Tiga Kementerian Kerjasama Cegah Hilangnya Situ, Danau, dan Waduk

Tiga Kementerian Kerjasama Cegah Hilangnya Situ, Danau, dan Waduk

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:15 WIB

Usai Renovasi, Kualitas Cahaya Stadion Utama GBK Naik Tiga Kali

Usai Renovasi, Kualitas Cahaya Stadion Utama GBK Naik Tiga Kali

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 15:05 WIB

Bulan Ini, Bandara Silangit Resmi Jadi Bandara Internasional

Bulan Ini, Bandara Silangit Resmi Jadi Bandara Internasional

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:53 WIB

Aviliani Minta Pemerintah Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Aviliani Minta Pemerintah Dongkrak Konsumsi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:29 WIB

Apa Kata Yenny Wahid tentang Presiden Jokowi?

Apa Kata Yenny Wahid tentang Presiden Jokowi?

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 03:13 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB