KPA Kritik Jokowi Jangan Cuma Bagi-bagi Sertifikat Tanah

Adhitya Himawan

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 07:03 WIB
KPA Kritik Jokowi Jangan Cuma Bagi-bagi Sertifikat Tanah
Acara diskusi "Nawacita: Menjawab Tantangan Global, Mendorong Pembangunan yang Berkeadilan" di Jakarta Jumat (20/10/2017). [Dok PMKI]

Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia mengadakan kegiatan "Evaluasi 3 Tahun Jokowi-JK dan Launching Posko Pengawasan Nawacita". Diskusi publik dan Launching ini diadakan di KeKini, Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (20/10/2017). Kegiatan diawali dengan Launching Posko Pengawasan Nawacita oleh Sahat Martin Philip Sinurat selaku Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

"Kita menginginkan agar pengawasan terhadap keberjalanan pemerintahan ini terus berkesinambungan dan tidak hanya menjadi momentum tahunan setiap tanggal 20 Oktober saja. Beberapa fokus isu antara lain reforma agraria, desa dan pertanian, korupsi, persoalan perempuan, penegakan hukum dan penyelesaian kasus HAM, maritim, dan persoalan intoleransi," ujar Sahat dalam mengawali acara.

Menurut Sahat, selama ini cabang-cabang GMKI sudah melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Adanya Posko ini akan semakin menguatkan fungsi kontrol mahasiswa karena pengawasan pelaksanaan Nawacita akan dilakukan secara berkala dan sesuai kondisi yang terjadi di daerah.

"Agenda Nawacita adalah janji rezim ini yang harus dipenuhi hingga akhir periode. GMKI ingin memastikan pembangunan benar-benar dilakukan untuk segenap rakyat Indonesia," ujar Sahat menutup sambutannya.

Acara berikutnya adalah diskusi publik dengan tema "Nawacita: Menjawab Tantangan Global, Mendorong Pembangunan yang Berkeadilan". Diskusi diawali oleh Abetnego Tarigan, pembicara pertama yang merupakan Tenaga Ahli kedeputian II Kantor Staf Presiden.

"Saat ini capaian pemerintah memang masih jauh dari target, karena target pemerintah memang tinggi. Contohnya target pemerintah untuk akses hutan sosial 12juta hektar, baru tercapai 1,7juta hektar. Pembangunan infrastruktur masih dalam proses pengerjaan. Sampai saat ini pemerintah melaksanakan progress yang baik dalam meningkatkan kebutuhan masyarakat Indonesia walaupun belum mencapai target sebab targetnya besar, dan masa pemerintahan masih berjalan tiga tahun," ujar Abetnego.

Pembicara kedua, Roni Septian dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mengatakan bahwa pemerintah masih menggunakan skema alokasi top-down sehingga menimbulkan beberapa permasalahan seperti pengalihan lahan dari sorgam ke padi di NTT yang mengakibatkan hilangnya identitas budaya.

"Permasalahan dalam konflik agraria tidak semata-mata selesai dengan sertifikasi. Pemerintah harus hadir dalam penyelesaian konflik agraria, sehingga, reforma agraria yang sebenarnya dapat terwujud," ujar Direktur Advokasi Kebijakan KPA tersebut.

Pembicara berikutnya, Asfinawati dari YLBHI menyampaikan bahwa saat ini masih banyak permasalahan yang secara politik harus disikapi oleh Pemerintah. Beberapa catatan yang diberikan antara lain hukuman mati yang berlaku saat ini sudah tidak manusiawi. Selain itu terjadi pelemahan pemberantasan korupsi.

baca juga

"Intoleransi dan radikalisme semakin meningkat, juga pelibatan TNI yang kebablasan dalam aktivitas sipil. Penuntasan pelanggaran HAM tidak mungkin dilaksanakan oleh Menkopolhukam yang diidentifikasikan sebagai pelaku dalam beberapa dokumen resmi. Keraguan atas kepatuhan pemerintah kepada putusan pengadilan, sebagai contoh dalam kasus Kendeng, Reklamasi Teluk Benoa, dan lainnya," ungkap Ketua YLBHI tersebut.

Jainal Pangaribuan yang merupakan pengamat pertanian menilai positif pemerintahan saat ini.

"Swasembada pangan yang murni dari dalam masyarakat secara berdikari baru tercipta pada masa pemerintahan ini. Walaupun kemudian masih ada yang menilai bahwa pemerintah belum menjadikan pertanian sebagai modal utama untuk penyejahteraan rakyat," ujar alumni IPB ini.

Menurut Berly Martawardaya yang merupakan Direktur Program INDEF, pemerintah baru dapat mengurangi 0,26 persen kemiskinan. Selain itu, sampai saat ini tidak ada data produksi yang akurat mengenai hasil produksi Indonesia.

"Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ijin usaha di setiap pemerintahan daerah harus didorong untuk satu atap. Pemda juga didorong agar mengatasi kemiskinan," ujar Ekonom UI ini.

Berly menambahkan, pemerintah telah melakukan perbaikan infrastruktur, dan ijin-ijin usaha yang sudah membaik meskipun masih jauh dibandingkan ijin usaha dinegara lain. Namun percepatan peningkatan skill sumberdaya manusia perlu gencar dilakukan.

"Salah satunya dengan giat melakukan pendidikan vokasi," pungkas Berly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menurut Jokowi, Ini yang Membuat Negara Lain Iri Pada Indonesia

Menurut Jokowi, Ini yang Membuat Negara Lain Iri Pada Indonesia

News | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 06:54 WIB

Jokowi akan Cabut Kontrak Kerja Investor KEK Mandalika Jika...

Jokowi akan Cabut Kontrak Kerja Investor KEK Mandalika Jika...

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 15:00 WIB

Sebelum Diresmikan Jokowi, KEK Mandalika Mangkrak 29 Tahun

Sebelum Diresmikan Jokowi, KEK Mandalika Mangkrak 29 Tahun

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 14:53 WIB

KPBI: 16 Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Tak Pro Buruh

KPBI: 16 Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi Tak Pro Buruh

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 14:19 WIB

Presiden Jokowi Hari Ini Resmikan KEK Mandalika di Lombok

Presiden Jokowi Hari Ini Resmikan KEK Mandalika di Lombok

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 13:16 WIB

Mencicipi Kuliner Khas Jawa Langganan Jokowi di Kota Batu

Mencicipi Kuliner Khas Jawa Langganan Jokowi di Kota Batu

Lifestyle | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 11:27 WIB

Golkar Akui Ketimpangan Ekonomi di Era Jokowi Masih Sangat Terasa

Golkar Akui Ketimpangan Ekonomi di Era Jokowi Masih Sangat Terasa

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 11:23 WIB

Ekonomi Lesu, KAMMI Kritik Jokowi Gagal Penuhi Nawacita

Ekonomi Lesu, KAMMI Kritik Jokowi Gagal Penuhi Nawacita

Bisnis | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 09:09 WIB

HUT Golkar, Novanto Pimpin Kader Ziarah ke TMP Kalibata

HUT Golkar, Novanto Pimpin Kader Ziarah ke TMP Kalibata

News | Jum'at, 20 Oktober 2017 | 08:53 WIB

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Indeks Demokrasi Turun

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi, Indeks Demokrasi Turun

News | Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:05 WIB

Terkini

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

×