Mencicipi Kuliner Khas Jawa Langganan Jokowi di Kota Batu

Jum'at, 20 Oktober 2017 | 11:27 WIB
Mencicipi Kuliner Khas Jawa Langganan Jokowi di Kota Batu
Warung Khas Jawa di Batu, Malang, langganan Presiden Joko Widodo. (Suara.com/Firsta)

Suara.com - Mengunjungi Kota Batu, Malang, belum lengkap rasanya jika tidak menjelajah kuliner khas kota yang mendapat julukan Swiss kecil di tanah Jawa ini. Salah satu destinasi kuliner yang bisa Anda jajal saat menjejakkan kaki di Kota Batu adalah Warung Khas Jawa.

Sesuai namanya, tempat makan ini memang mengusung konsep warung sederhana. Sukarli Arif (75), pemilik warung yang dibuka sejak 1985 silam ini.

Meski sederhana, Warung Khas Jawa ini tak pernah sepi pembeli. Bahkan, pejabat daerah maupun pusat seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah bertandang ke warung yang menawarkan 25 jenis menu makanan ini.

 Sukarli mengaku, bahwa kunci kenikmatan dari menu makanan di warung ini adalah tetap menjaga keaslian menu dan tidak menambahkan penyedap rasa (micin) ke dalamnya.

"Sebenarnya masakan jawa itu aslinya nggak ada vetsin. Orang-orang menambahkan vetsin untuk mengurangi bumbu. Jadi ini bedanya, kami tidak pakai vetsin dan semua bahan kami fresh langsung dari pasar lalu diolah," ujar Sukarli di sela-sela kunjungan Peserta Jelajah Gizi 2017 di Batu, Malang, belum lama ini.

Sukarli sebenarnya tak punya keahlian khusus sebagai juru masak. Dia adalah lelaki lulusan elektro yang kemudian banting setir di bidang kuliner. Kemampuan meracik bahan makanan dipelajarinya dari sang ibu.

Meski menyandang nama Warung Khas Jawa, Sukarli menjelaskan, menu makanan di restorannya lebih mengarah ke Jawa Tengah. Yaitu memadukan rasa manis, asin dan pedas. Keunikan rasa ini pula yang menurut Sukarli menjadi daya tarik Presiden Jokowi untuk mampir ke warungnya.

"Presiden Jokowi saat datang ke sini mengatakan bahwa dia menemukan masakan Solo, sehingga mengobati kerinduannya terhadap masakan sang ibu," jelas Sukarli.

Baca Juga: Selain Cwie Mie, Cicipi Lima Jajanan Tradisional Malang Ini

Suara.com pun berkesempatan menjajal beberapa menu masakan yang ada di Warung Khas Jawa. Puluhan menu masakan terpampang di bagian depan warung, dan pengunjung bisa langsung memilih lauk pauk dan sayuran, lalu membawanya ke area tempat duduk.

Ada dua gorengan yang mungkin tak akan Anda temui di belahan kota Jawa lainnya, yakni Mendol dan Menjes. Keduanya sama-sama terbuat dari kedelai. Sekilas tampilannya mirip tempe, namun begitu melesat di lidah, Anda akan merasakan perbedaannya.

Sukarli menjelaskan, mendol adalah tempe yang dihancurkan lalu diolah dengan campuran jeruk nipis dan cabai. Setelah dicampur, adonan tempe lalu dicetak lonjong dan digoreng hingga kering.

"Kalau Menjes itu terbuat dari minyak kacang tanah, ampasnya yang dipakai. Lalu dilumuri tepung, dan dicetak baru digoreng tidak perlu sampai kering. Biasanya menjes untuk pendamping makan rawon," tambah Sukarli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI