Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kementan Inovasi Mesin Panen Bawang Merah

Siswanto

Senin, 23 Oktober 2017 | 12:48 WIB
Kementan Inovasi Mesin Panen Bawang Merah
Bawang merah

Suara.com - Mesin pemanen bawang merah ini selain dapat dipergunakan untuk memanen bawang merah, juga dapat digunakan untuk memanen produk hortikultura lainnya seperti bawang putih, kacang tanah dan kentang. Mesin ini merupakan hasil inovasi terbaru yang dihasilkan oleh Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Kementan yang telah dilaunching oleh Bapak Menteri Pertanian, 24 Agustus 2017 yang lalu.

Kepala BBP Mektan Andi Nur Alam Syah mengatakan mesin tersebut didisain sebagai implemen yang berfungsi untuk memanen bawang merah dan produk hortikultura lainnya, sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan traktor baik roda dua maupun roda empat. Implemen ini digandengkan dengan traktor roda empat sehingga mempunya kapasitas tinggi. Mesin panen ini menggunakan daya putar Power Take Off (PTO) - 250 rpm sebagai tenaga penggeraknya.

“Alsin yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian Kementan melalui BBP Mektan pada tahun 2017 ini, dapat memanen umbi lebih cepat, efektif dan efisien, dibandingkan tenaga manusia. Alsin ini dilengkapi dengan kemampuan untuk menggali umbi, mengambil dan memisahkan tanah dari umbi,” kata Nur Alam di Jakarta.

Nur Alam menjelaskan bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang memiliki arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari penggunaannya sebagai bumbu masak yang dibutuhkan sehari-hari maupun dari nilai ekonominya yang tinggi. Oleh sebab itu perbaikan cara-cara budidaya mulai dari persiapan lahan, penerapan teknik budidaya, perbaikan penanganan panen dan pascapanen, prosessing, dan pemasaran perlu dilakukan agar hasil panen bawang merah mempunyai nilai tambah, menghasilkan produk yang bermutu dan berdaya saing.

“Salah satu unsur untuk mendukung kegiatan di atas maka dengan menggunakan mesin pemanen bawang merah merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kendala panen oleh petani,” urainya.

Lebih lanjut Nur Alam jelaskan keunggulan mesin ini adalah dapat memanen bawang merah dengan cepat, sehingga efisien penggunaan tenaga kerja dan waktu dalam pemanenan bawang merah. Mesin ini mempunyai kapasitas lapang 0.24 ha/jam (4.17 jam/ha), kecepatan kerja 1.5 - 20 km/jam dan lebar kerja 120 cm dengan putaran dari Power Take Off (PTO) - 250 rpm, untuk pemanenan bawang merah.

“Jadi panen cepat dan hemat biaya tenaga kerja. Petani dipastikan dapat keuntungan lebih jika gunakan mesin panen lainnya,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

×