Ini Ulasan Pakar Konstruksi ITB Soal Runtuhnya Selasar Gedung BEI

Adhitya Himawan

Rabu, 17 Januari 2018 | 10:27 WIB
Ini Ulasan Pakar Konstruksi ITB Soal Runtuhnya Selasar Gedung BEI
Selasar Gedung BEI roboh. [suara.com/ Oke Atmaja]

Suara.com - Pakar konstruksi Institute Teknologi Bandung, Dradjat Hoedajanto mengatakan bahwa penyebab ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (15/1/2018) bisa bermacam-macam. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus membentuk tim gabungan untuk mengusutnya.

"Pertama bisa jadi ada kesalahan dalam proses perencanaan sejak awal. Kedua, ada kesalahan dalam proses pelaksanaan pembangunan gedung tersebut. Ketiga, bisa jadi ada kesalahan dalam materi bangunan yang dibutuhkan sesuai spesifikasinya. Keempat, bisa jadi ada kelebihan beban dari kesanggupan selasar bangunan tersebut. Kelima, bisa jadi karena beberapa kali gempa kecil yang merubah susunan konstruksi gedung tersebut," kata Drajat saat dihubungi Suara.com, Rabu (17/1/2018).

Ia menjelaskan bahwa diperlukan investigasi yang mendalam terkait penyebab runtuhnya selasar Gedung BEI tersebut. Usia gedung BEI menurutnya sudah lebih dari 20 tahun. Namun hal itu seharusnya tidak terjadi jika selama ini proses perawatan gedung secara rutin dilakukan dengan maksimal.

"Seharusnya ini terjadi. Walaupun menurut pengalaman saya, masalah seperti ini biasanya terjadi karena kombinasi beberapa masalah, tidak hanya satu masalah," ujarnya.

Drajat mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengusut penyebab musibah tersebut. Apalagi pemerintah bertanggung jawab terhadap keselamatan warga di gedung-gedung publik. "Seharusnya ada kolaborasi berbagai stake holder yang terkait agar penyelidikan berjalan maksima," tutupnya.

Mengacu Laporan Kajian Teknis Pendahuluan Kegagalan Bangunan Gedung Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (15/1/2018), dugaan sementara dari hasil pemeriksaan, konsentrasi beban terkumpul pada satu titik di Selasar mengakibatkan salah satu penggantu terlepas dari kedudukannya di atas dan memicu penggantung lainnya turut lepas. Kedua, beban momen yang terjadi tidak mampu dipikul oleh tumpuan pada dinding vertikal dan memicu kegagalan bangunan.

Dugaan kegagalan bangunan gedung selasar lobi BEI dapat terjadi karena:
1. Sling putus.
2. Penjepit sling terlepas.
3. Baut tidak kencang.
4. Baut patah.
5. Penurunan kekuatan sling, baut, atau penjepit akibat korosi.
6. Robeknya pertemuan baja dengan beton kolom dan atau blok.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Saat Mikroalga dari Kawah Gunung Jadi Alternatif Penyerap Karbon, Bagaimana Caranya?

Saat Mikroalga dari Kawah Gunung Jadi Alternatif Penyerap Karbon, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:55 WIB

Ketika Saya Memahami Dilan: Dari Geng Motor hingga Aktivis Mahasiswa

Ketika Saya Memahami Dilan: Dari Geng Motor hingga Aktivis Mahasiswa

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 09:25 WIB

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Investasi SDM Mutlak Diperlukan di Tengah Semakin Kerasnya Persaingan Global

Investasi SDM Mutlak Diperlukan di Tengah Semakin Kerasnya Persaingan Global

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Cetak Talenta Unggul untuk Masa Depan Hilirisasi Nikel

Kolaborasi Kampus dan Industri Cetak Talenta Unggul untuk Masa Depan Hilirisasi Nikel

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:34 WIB

Budi Gunadi Sadikin ITB Jurusan Apa? Ini Latar Belakang Pendidikan dan Kariernya

Budi Gunadi Sadikin ITB Jurusan Apa? Ini Latar Belakang Pendidikan dan Kariernya

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:52 WIB

Terkini

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:34 WIB

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

×