Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Terkonsentrasi di Jawa Sumatera, Poros Maritim Jadi Sulit

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 02 Maret 2018 | 05:00 WIB
Ekonomi Terkonsentrasi di Jawa Sumatera, Poros Maritim Jadi Sulit
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin (di sebelah kiri Luhut). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Indonesia sebagai poros maritim dunia adalah salah satu cita-cita yang ditegaskan kembali oleh Presiden Joko Widodo sejak terpilih pada tahun 2014 silam. Pendirian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan kebijakan di bidang kemaritiman merupakan salah satu realisasi dari cita-cita presiden tersebut.

Untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi program dan kebijakan kemaritiman itu, Pusat Kajian Pesisir dan Sumberdaya Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan kajian ilmiah bertajuk "Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pembangunan Ekonomi Kelautan" pada Kamis (1/3/2018). Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin adalah salah satu pembicara dalam kegiatan ilmiah tersebut.

Menurut Deputi Ridwan, dua tantangan terbesar dalam pembangunan kemaritiman adalah pusat ekonomi yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera serta konfigurasi pulau di Indonesia yang beragam sehingga menyebabkan mahalnya biaya transportasi. "Kalau kita lihat, ongkos untuk mengangkut barang dari Jakarta ke Padang harganya hampir tiga kali lipat lebih mahal daripada ongkos angkut barang dari Jakarta ke Singapura. Ini terjadi karena muatannya tidak dua arah," kata Ridwan di Bogor, Jawa Barat. 

Untuk menjawab tantangan itu, Deputi yang juga ketua Ikatan Alumni ITB itu menyebutkan bahwa pemerintah telah upayakan beberapa hal. "Siapkan pengembangan 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di bagian barat hingga timur Indonesia, pengembangan 14 kawasan industri di luar Pulau Jawa serta program tol laut," sebutnya.

Lebih jauh, Ridwan menjelaskan, kegiatan utama dalam pengembangan KEK tersebut antara lain industri, logistik dan pariwisata. Diapun mencontohkan kegiatan utama yang dilakukan di KEK Lhokseumawe maupun KEK Mandalika.

Menyinggung tentang program tol laut, lanjutnya, meskipun di beberapa daerah telah berhasil mengurangi disparitas harga bahan pokok hingga 25% namun pemerintah masih punya pekerjaan rumah yang cukup besar. "Jadi ini masih satu arah sifatnya, misalnya dari Jakarta atau Surabaya ke Makassar, kembali bawa 'angin' istilahnya, tidak ada barang-barang yang ditarik dari luar Jawa ke Jawa," bebernya.

Selain itu, tambah Ridwan, kendala lain yang muncul dalam program tol laut adalah harga barang masih relatif murah di pelabuhan tempat kapal bersandar. Namun, di pulau-pulau kecil lainnya, harga barang itu kembali melambung karena lokasinya yang sulit ditempuh lewat laut. "Oleh karena itu sekarang kita sedang mempertimbangkan sistem feeder nya agar barang tidak hanya sampai di pelabuhan namun juga sampai ke pulau-pulau kecilnya," tambah Ridwan.

Terpenting, menurutnya adalah keterpaduan moda transportasi pendukung tol laut agar harga dari pelabuhan utama tetap sama hingga ke tujuan akhir. "Ketika berbicara tentang pembangunan kemaritiman, kita tidak hanya berbicara tentang kelautan saja namun juga berbicara tentang keterpaduan moda transportasinya," tegas Deputi Ridwan.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Gellwyn Jusuf mengakui bahwa saat ini pemerintah membutuhkan masukan dari masyarakat untuk menyusun Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) di bidang kemaritiman.

"Agar ada kesamaan persepsi tentang kemaritiman, perlu disusun sebuah peta jalan yang memuat arah tentang arah pembangunan maritim kedepan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Dampak Kesenjangan Ekonomi terhadap Motivasi dan Ekspektasi Pendidikan Siswa

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 11:05 WIB

Indonesia Poros Maritim Dunia, Kesejahteraan Masyarakat Harus Segera Diwujudkan

Indonesia Poros Maritim Dunia, Kesejahteraan Masyarakat Harus Segera Diwujudkan

Press Release | Senin, 06 Februari 2023 | 11:39 WIB

Swasta Ikut Kontribusi Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia

Swasta Ikut Kontribusi Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia

Bisnis | Sabtu, 10 Desember 2022 | 06:02 WIB

Pengamat: Pelabuhan KCN Bagian Penting Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Pengamat: Pelabuhan KCN Bagian Penting Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 06:57 WIB

Pengamat Maritim: KTT G20 Jadi Langkah Strategis Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia

Pengamat Maritim: KTT G20 Jadi Langkah Strategis Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia

Press Release | Rabu, 16 November 2022 | 16:07 WIB

Indonesia Bisa Jadi Poros Maritim Jika Mampu Maksimalkan Potensi SDA dan SDM

Indonesia Bisa Jadi Poros Maritim Jika Mampu Maksimalkan Potensi SDA dan SDM

Press Release | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 10:23 WIB

Menteri ESDM: Kemerdekaan Saat Ini Menyisahkan Kesenjangan Ekonomi dan Infrastruktur

Menteri ESDM: Kemerdekaan Saat Ini Menyisahkan Kesenjangan Ekonomi dan Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:12 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB