Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Hengki Widjaja, Arek Surabaya yang Jadi Pengusaha Software

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 29 April 2018 | 08:16 WIB
Hengki Widjaja, Arek Surabaya yang Jadi Pengusaha Software
Hengki Widjaja, pemilik Itree Pty Ltd. [Dok Itree]

Suara.com - Barangkali nama Iwan Sunito, pemilik dan CEO Crown Group, pengembang properti yang berbasis di Sydney, lebih banyak muncul jika merujuk pada orang Indonesia yang sukses di Australia. Padahal, selain Iwan, ada Hengki Widjaja yang juga berhasil mengembangkan bisnis di Negeri Kanguru.

Hengki merupakan salah satu pemilik dan Direktur Itree Pty Ltd, pemimpin pasar (market leader) perangkat lunak (software) keamanan lalu lintas darat dan laut, produktivitas lembaga, dan penegakan hukum di seluruh wilayah Australia dan Selandia Baru dengan kantor pusat di Wollongong, kota ketiga terbesar di New South Wales, 80 kilometer sebelah selatan Sydney.

Pangsa pasar terbesar Itree adalah pemerintah. Hampir semua lembaga negara, terutama di Australia, menjadi pelanggannya. Sebuah keberhasilan yang sulit dicapai oleh banyak perusahaan. Sebab, regulasi dan kepercayaan menjadi dua hal yang mutlak.

Hengki memang bukan pendiri Itree. Ia mulai masuk sebagai karyawan biasa pada 1998 ketika perusahaan baru memiliki tiga orang staf. Ia pun bergabung bukan berarti ingin meniti karier secara serius, melainkan hanya untuk menutupi biaya hidup sebagai mahasiswa “perantauan”.

Ceritanya, sejak kelas 6 Sekolah Dasar pria kelahiran Surabaya pada 1976 ini sudah mempunyai minat yang demikian besar di bidang pemrograman komputer. Hengki kecil memanfaatkan komputer milik kakaknya untuk belajar. Ketika itu, masih berupa PC IBM 286.

Ia pun mulai kursus komputer Program Basic. Menginjak kelas 1 Sekolah Menengah Pertama, ia sudah belajar Program Pascal, Fortran dan seterusnya. “Di kelas dua itulah keingintahuan saya terhadap komputer semakin besar,” ungkap Hengki ketika berkunjung ke Jakarta belum lama ini.

Saking senangnya dengan pemrograman komputer, sampai-sampai Hengki mengabaikan pelajaran Geografi dan lain sebagainya. Namun, karena fokus belajar komputer, saat kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA Petra Surabaya) ia sudah bisa mengalahkan siswa kelas 3 dalam Lomba Informatika Komputer se-Jawa Timur.

Keterbatasan pelajaran ilmu komputer, ditambah belum masuknya internet ke Tanah Air, waktu itu (1994) mendorong Hengki untuk meneruskan pendidikan ke University of Wollongong. Ada dua alasan kenapa ia memilih perguruan tinggi tersebut. Pertama, jarak. Waktu itu ia harus memilih ke Amerika atau Australia. Karena Amerika terlalu jauh, maka pilihannya ke Australia.

Kedua, kalau di Australia, maka University of Wollongong merupakan salah satu yang terbaik di bidang ilmu komputer, terutama practical application-nya.

“Akhirnya saya tinggal di Wollongong dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komputer [Bachelor of Computer Science] dalam tiga tahun,” lanjut penyuka olahraga bola basket ini.

Hengki belum puas dengan gelar sarjananya. Ia tertarik melanjutkan ke jenjang pascasarjana di universitas yang sama dengan spesialisasi keamanan komputer (computer security). Sayangnya, kala itu 1998, Indonesia terkena krisis moneter. Orang tuanya menyatakan tidak sanggup membiayai kuliahnya karena pendapatan yang terbatas akibat kenaikan kurs rupiah terhadap dolar.

Mendengar kabar itu Hengki sempat bingung. Walau begitu, ia tak putus asa.

“Saya lantas bilang kepada orang tua saya, ‘Oke, enggak usah takut dengan biaya hidup karena saya akan mencarinya sendiri’. Tapi uang yang ada dipakai untuk membayar kuliah. Waktu itu hanya cukup untuk membayar dua semester,” kenangnya.

Itulah awal mula Hengki harus mencari pekerjaan di Wollongong. Pekerjaan pertamanya yaitu Access Database, lalu Tutorial Programming. Setelah itu barulah ia bergabung dengan Itree sebagai casual software developer. Saat ia masuk, karyawan perusahaan tersebut baru tiga orang.

Seiring berjalannya waktu, Itree terus tumbuh. Kinerja keuangannya semakin baik. Peningkatan kinerja itu tak lepas dari peran Hengki. Kariernya pun cemerlang karena itu. Saat menjadi project manager, ia berhasil menorehkan keuntungan proyek terbaik dibanding project manager lainnya.

Padahal, memasarkan produk dan layanan Itree—seperti perangkat lunak untuk kamera pengawas kecepatan kendaraan (speed camera), stasiun pengecekan truk (truck checking station), dan pengaturan lalu lintas kapal laut di pelabuhan—yang target pasarnya adalah lembaga pemerintah, apalagi dilakukan oleh orang Indonesia, jelas tidak mudah.

Karena perannya cukup menonjol, ia kemudian ditunjuk oleh pemegang saham Itree untuk menempati posisi sebagai Managing Director (jika di Indonesia setara dengan chief executive officer/CEO) perusahaan. Saat menjadi pemimpin tertinggi itu, bekerja sama dengan mitra bisnis, ia mampu melejitkan pertumbuhan perusahaan.

Hengki tak mau menyebutkan indikator pertumbuhan Itree dalam jumlah dan persentase berdasarkan finansial yang dicatatkan. Namun, ia menggambarkan salah satu pertumbuhan itu dengan jumlah karyawan. “Saat saya menerima jabatan sebagai managing director, jumlah karyawan Itree sudah 60 orang. Puji syukur, bersama dengan tim, saya mampu memimpin perusahaan menjadi sekitar 100 orang,” terangnya.

Karyawan Jadi Pemilik Perusahaan

Pada 2004, ketika sedang berada di puncak karier, Hengki diminta saudaranya untuk kembali ke Surabaya. Pasalnya, ia diharapkan bergabung dengan perusahaan yang sedang dibangun oleh saudaranya itu. Lagi-lagi dilema itu datang.

Tawaran tersebut disampaikan kepada pemegang saham Itree. Bukannya disetujui, mereka justru menawari Hengki untuk turut memiliki perusahaan. Daripada kehilangan, “Mereka mengajak saya membeli saham dan bergabung menjadi pemegang saham perusahaan,” ujarnya.

Alhasil, Hengki memutuskan untuk tetap tinggal di Wollongong dan tak jadi kembali ke kampung halamannya. Ia setuju membeli saham tempatnya bekerja dan menjadi 1 dari 4 pemegang saham Itree.

Turut memiliki Itree rupanya belum cukup bagi Hengki. Obsesinya untuk mendirikan perusahaan sendiri tetaplah besar. Karena itu, mulai Agustus 2017 ia memilih hanya bertindak sebagai direktur dan pemegang saham, bukan managing director lagi, demi membesarkan dua perusahaan rintisan (startup), yaitu Accelerion dan Dayspring Care, yang dikembangkannya.

Accelerion diambil dari kata accelerate, acceleration, accelerating, atau akselerasi, istilah yang sering digunakan dalam dunia startup. Sesuai namanya, Accelerion akan mengakselerasi ide-ide orang Indonesia sampai terealisasi menjadi sebuah bisnis nyata, termasuk memberikan dana (funding).

Saat ini, Accelerion telah mengakselerasi satu produk bernama AccelHealth, aplikasi untuk mendukung gaya hidup Ketofastosis. Aplikasi itu akan menjadi pengingat bagi seseorang dalam melakukan ketofastosis dengan baik.

Sementara Dayspring Care merupakan aplikasi untuk sistem kesehatan yang sangat besar dan kompleks. Fungsi dari aplikasi ini aalah menyederhanakan sesuatu yang kompleks tersebut, misalnya formulir berlembar-lembar yang harus diisi oleh klinik kesehatan dan sejenisnya menjadi lebih sedikit dan simpel.

Meski baru akan diluncurkan pada Agustus mendatang, startup ini juga sudah memperoleh foundation client, yaitu My Home Living Care Pty Ltd dari Oatlands, New South Wales. Visinya untuk membantu para penyedia layanan kesehatan agar bekerja berbasis sistem digital sehingga lebih mudah dan cepat.

Dalam mengembangkan Accelerion dan Dayspring Care, Hengki tak sendirian. Ia bermitra dengan dua orang, satu dari Indonesia dan satu dari Australia. Memang kedua startup tersebut teregister di Australia, tetapi operasionalnya dijalankan dari dua negara. Tim pengembangan seluruhnya justru berasal dari Jakarta dan Surabaya.

Langkah itu membuktikan bahwa Indonesia dengan populasi penduduk 262 juta dan pertumbuhan ekonomi di atas 5% per 2017 menurut data Badan Pusat Statistik sangat menarik bagi Hengki. Pada akhirnya, ia pun kembali, walau bolak-balik, ke Tanah Air untuk kepentingan bisnis. Tinggalnya tetap di Wollongong.

Pilihan Sulit

Sebenarnya Hengki bukan tidak ada pilihan lain dalam meniti karier di atas. Selain harus menimbang bergabung dengan saudaranya untuk mengembangkan bisnis di Surabaya atau menanamkan saham di Itree, tempat kerja yang dicintainya, ia juga dihadapkan pada pilihan sulit lainnya.

Ia juga pernah dilematis tatkala harus memilih antara menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan yang jauh lebih besar dengan gaji yang lebih besar dan fasilitas yang lebih baik di Sydney, kota terbesar di New South Wales, atau tetap di Itree.

“Saya memilih di Itree yang hanya punya karyawan lima orang atau di perusahaan lain dengan 100 orang. Saya tanya kepada beberapa orang. Mereka bilang begini, ‘Kamu carilah pekerjaan di mana kamu bisa belajar karena kamu masih muda. Kalau kamu di perusahaan besar tapi cuma bikin satu hal, percuma. Tapi kalau di perusahaan yang lebih kecil, kamu bisa belajar semuanya’,” kata Hengki menjelaskan mengapa ia tetap bertahan di Itree sampai sekarang.

Kini, Itree bukan perusahaan kecil lagi. Setelah menguasai Aussie, perusahaan tersebut akan memperkuat pasarnya di Selandia Baru, sebelum merambah ke negara-negara lainnya. Selain memiliki Itree, tantangan yang mematahkan pandangan bahwa orang Indonesia sulit mempunyai perusahaan di negeri jiran itu, Hengki pun tetap bisa peduli dan berbuat banyak terhadap negara asalnya, yakni dengan mendirikan startup yang dioperasikan dari Jakarta, Surabaya, dan Wollongong

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Dari Kios Sederhana ke Kairo: Kisah Ayah di Makassar Kuliahkan Anak ke Mesir Lewat Usaha Warung

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:40 WIB

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Tak Kenal Menyerah, Ibu Anastasya Buktikan Setiap Perjuangan Layak Ditemani

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:00 WIB

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:46 WIB

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Lifestyle | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:30 WIB

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 07:35 WIB

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Ketika Mimpi Tak Punya Batas: Kisah Inspiratif dari Para Siswa dan Alumni SLB N Cilacap

Lifestyle | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:37 WIB

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Perjalanan Inspiratif Samuel Christ: Bikin Finansial Jadi Mudah Dipahami Anak Muda

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Dari Tugas Kuliah Jadi Bisnis Nyata, Begini Cara Es Jeruk Naik Kelas Jadi Minuman Premium

Dari Tugas Kuliah Jadi Bisnis Nyata, Begini Cara Es Jeruk Naik Kelas Jadi Minuman Premium

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 14:59 WIB

Kisah Inspiratif Wook Lee, Pemimpin Visioner di Balik Tokenisasi Global

Kisah Inspiratif Wook Lee, Pemimpin Visioner di Balik Tokenisasi Global

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Kisah Inspiratif Pak Menlu: Bangkit dari Kegagalan, Kini Jadi Raja Beton Banyuwangi

Kisah Inspiratif Pak Menlu: Bangkit dari Kegagalan, Kini Jadi Raja Beton Banyuwangi

Lifestyle | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:37 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB