Perang Dagang Antara AS dan Cina Mulai Memanas

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 30 Mei 2018 | 13:59 WIB
Perang Dagang Antara AS dan Cina Mulai Memanas
Presiden Donald Trump memberikan pidato tentang Suriah di Gedung Putih, Rabu (13/4/2018) [AFP]

Suara.com - Gedung Putih mengumumkan akan melanjutkan rencana pengenaan tarif terhadap barang-barang Cina, kurang dua pekan setelah Washington dan Beijing sepakat menyelesaikan ketegangan perdagangan dan menangguhkan seluruh rencana tarif.

"Daftar produk Cina yang ditargetkan akan dikenakan tarif akan diumumkan pada 15 Juni," ujar Gedung Putih dalam pernyataan yang dirilis, Selasa (29/5/2018).

Dilansir dari Associated Press, tarif 25 persen akan dikenakan kepada produk China yang mengandung teknologi penting secara industri, dengan potensi nilai impor sebesar 50 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun.

Padahal, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross bakal mengunjungi Beijing Sabtu depan hingga Senin pekan depan guna melangsungkan perundingan putaran ketiga.

Sehingga banyak yang berpikir AS hanya ingin menaikan posisi menjelang negosiasi.

Namun, apa yang dilakukan Gedung Putih langsung direspons Beijing, yang merilis rencana untuk mengenakan tarif pembalasan terhadap produk AS pada akhir Juni dan segera menerapkannya.

Presiden AS pada April mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen pada sekitar 1.300 produk Cina sebagai hukuman untuk pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh Cina. Ancaman perang dagang pun merebak dan membuat dunia khawatir.

Lalu, Beijing dan Washington setuju berunding dan menunda ancaman pengenaan tarif. Namun kini Trump kembali mengajak perang dagang dengan Cina.

Kementerian Perdagangan Cina melalui pernyataannya pada Selasa berkata mereka sangat terkejut dengan pengumuman tarif yang tiba-tiba itu.

"Tak peduli apa tindakan yang diambil AS, Cina memiliki kepercayaan diri, kemampuan dan pengalaman untuk melindungi kepentingan masyarakat dan negara Cina. Cina meminta Amerika Serikat untuk bersikap seperti yang dinyatakan dalam pernyataan bersama." ungkap pernyataan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 25 Mei 2018 | 12:53 WIB

Stok Minyak AS Membengkak, Harga Minyak Dunia Terperosok

Stok Minyak AS Membengkak, Harga Minyak Dunia Terperosok

Bisnis | Kamis, 24 Mei 2018 | 08:59 WIB

Garda Revolusi Iran Ingin Pukul Mulut Menteri Luar Negeri AS

Garda Revolusi Iran Ingin Pukul Mulut Menteri Luar Negeri AS

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 14:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×