Trump Naikkan Tarif Impor Produk Cina, Picu Perang Dagang Akbar?

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 16 Juni 2018 | 06:30 WIB
Trump Naikkan Tarif Impor Produk Cina, Picu Perang Dagang Akbar?
Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Jumat (15/6/2018), mengumumkan telah menaikkan tarif produk-produk yang diimpor dari Cina sebesar 25 persen - sebuah keputusan yang diyakini akan memicu perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

Cina, yang perekonomiannya hanya kalah dari AS, telah mengancam akan membalas dengan juga menaikkan tarif pangan impor dari para petani AS. Tetapi Trump mewanti-wanti akan menambah daftar produk Cina yang dikenai penambahan tarif impor jika Beijing nekat membalas.

"AS akan menetapkan tarif tambahan jika Cina mengambil langkah balasan seperti menetapkan tarif baru terhadap barang, jasa, dan produk pertanian AS; menaikkan hambatan non-tarif; dan menghukum ekportir Amerika atau perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Cina," bunyi pernyataan Trump.

Washington dan Beijing sudah diperkirakan akan terlibat dalam perang dagang, setelah beberapa perundingan yang digelar sejak awal Mei lalu tak juga memuasakan AS, yang keberatan dengan kebijakan industrial, akses pasar, serta defisit perdagangan sebesar 375 miliar dolar dengan Cina.

"Jika AS mengambil kebijakan proteksionis secara sepihak, merugikan kepentingan Cina, maka kami akan bereaksi cepat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak kami," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, Geng Shuang.

Perang Dagang

Bea Cukai AS, per 6 Juli nanti, akan mulai menarik tarif baru pada sekitar 818 kategori produk yang diimpor dari Cina dengan nilai 34 miliar dolar AS, demikian dikatakan kamar dagang dan industri (Kadin) AS. Mobil termasuk dalam produk-produk itu, tak terkecuali mobil-mobil General Motors yang dirakit di Cina.

Kadin AS juga telah menambahkan kelompok barang kedua yang terdiri dari 284 jenis produk, yang mengincar sektor semikonduktor, elektronik, dan industri kimia. Barang-barang ini diincar karena industrinya didukung pemerintah Cina lewat program subsidi.

Sementara Kementerian Perdagangan Cina mengatakan juga akan menaikkan tarif barang impor dari AS sebesar 25 persen. Sebanyak 659 jenis barang impor AS sudah masuk daftar Cina, mulai dari kacang kedelai, makanan laut, hingga mobil.

Tetapi Washington juga telah memiliki daftar baru, berisi barang-barang impor Cina lainnya dengan nilai sekitar 100 miliar dolar AS, yang akan dikenai tarif lebih tinggi jika Cina nekat membalas serangan AS.

Trump sendiri mengatakan bahwa penaikkan tarif impor itu bertujuan untuk melindungi teknologi AS yang selama ini dicaplok Cina secara tak adil denga kedok transfer teknologi.

"Hal ini akan melindungi lapangan kerja di AS," imbuh Trump.

Sementara seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengatakan langkah itu diambil karena AS merasa dirugikan Cina dengan kebijakan kewajiban transfer teknologi yang juga didukung oleh subsidi besar-besaran terhadap industri berteknologi tinggi.

Sebelumnya pada Mei lalu, Trump telah menabuh genderang perang ke tiga sekutunya: Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Ia menaikkan tarif impor baja dari tiga negara itu sebesar 25 persen dan produk alumunium sebesar 10 persen.

Tiga negara itu pun membalas. Kanada, selain menaikkan tarif impor baja dan alumunium dari AS, juga menaikkan tarif impor beberapa jenis pangan, minuman keras, dan jus jeruk dari AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

Ucapan Trump 100 Persen Bohong, Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Bermuatan Ratusan Kg Peledak

Ucapan Trump 100 Persen Bohong, Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Bermuatan Ratusan Kg Peledak

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:12 WIB

Ucapan Trump Dibayar Kepulan Asap oleh Iran: Tel Aviv Hancur, Warga Panik

Ucapan Trump Dibayar Kepulan Asap oleh Iran: Tel Aviv Hancur, Warga Panik

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:31 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33 WIB

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Terkini

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:19 WIB