Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Juli 2026 | 11:47 WIB
Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran
Tentara Israel (Dok. Reuters)
baca 10 detik
  • Wakil Presiden Amerika Serikat menuduh pejabat Israel memanipulasi opini publik untuk memperpanjang perang.

  • Presiden Donald Trump tetap berkomitmen menggempur Iran demi menggagalkan kepemilikan senjata nuklir.

  • Iran membalas serangan udara Amerika Serikat dengan memblokade total jalur laut Selat Hormuz.

Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membongkar upaya manipulasi opini publik yang dilakukan sejumlah pejabat Israel. Langkah tersebut bertujuan memaksa Washington memperpanjang konfrontasi militer dengan Iran tanpa batas waktu.

Pernyataan ini mengungkap keretakan strategis yang mendalam antara kedua negara sekutu dekat tersebut. Washington kini mulai mewaspadai agenda tersembunyi yang dapat merugikan kepentingan domestik mereka.

Konflik ini memanas setelah Selat Hormuz ditutup total akibat aksi saling serang di kawasan. Eskalasi tersebut memaksa Gedung Putih mengambil kendali penuh atas jalur perdagangan internasional itu.

Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]
Asap mengepul akibat serangan Israel di Lebanon selatan seperti yang terlihat dari sisi perbatasan Israel pada hari Minggu di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Pasukan Israel mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali Punggungan Beaufort yang strategis di utara Sungai Litani. [Foto oleh Atef Safadi/EPA]

"Ada segelintir orang di sistem [pemerintahan Israel] yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang [dengan Iran] terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance.

Strategi manipulasi ini diduga memanfaatkan jaringan media dan lobi politik di dalam negeri Amerika. Tujuannya adalah menjaga keterlibatan militer Pentagon tetap tinggi di Timur Tengah.

Di sisi lain, Tel Aviv justru sedang dilingkupi kecemasan mendalam terhadap komitmen sekutunya. Intelijen mereka mencium sinyal bahwa Gedung Putih mulai ragu untuk menghancurkan fasilitas nuklir Teheran.

Kekhawatiran itu muncul karena Washington kini mengalihkan fokus utama mereka ke wilayah perairan. Fokus baru tersebut berpusat pada jaminan keamanan navigasi kapal di Selat Hormuz.

Namun, Presiden Donald Trump menegaskan komitmennya untuk tetap meluncurkan operasi militer ke Teheran. Langkah agresif ini akan diambil tanpa memedulikan tekanan ataupun pengaruh dari pihak Israel.

Donald Trump sangat memercayai bahwa Teheran sama sekali tidak boleh memiliki senjata pemusnah massal. Bagi Washington, kepemilikan teknologi nuklir oleh Iran adalah ancaman yang tidak bisa ditoleransi.

baca juga

Ketegangan bersenjata di lapangan sendiri sebenarnya sudah meletus sejak awal bulan ini. Komando Pusat AS bahkan telah berulang kali meluncurkan serangan udara ke wilayah kekuasaan Iran.

Pentagon mengklaim operasi udara tersebut sebagai respons atas gangguan terhadap kapal komersial. Kapal-kapal dagang itu sebelumnya mendapat intimidasi saat melintasi jalur Selat Hormuz.

Pasukan Teheran tidak tinggal diam dan langsung melancarkan aksi balasan yang mematikan. Mereka menggempur sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah.

Aksi saling serang yang brutal ini akhirnya memicu keputusan ekstrem dari pemerintah Iran. Teheran resmi memblokade total Selat Hormuz bagi seluruh pelayaran internasional.

Penutupan jalur laut strategis ini akan terus berlaku hingga intervensi Pentagon berakhir. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi pasokan energi dan ekonomi global.

Merespons boikot tersebut, Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai penjaga kawasan. Washington juga dipastikan melanjutkan blokade ketat terhadap seluruh pelabuhan utama milik Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

Maunya AS - Iran Damai, Tapi Wapres JD Vance Bingung

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:27 WIB

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB

Kemlu Iran: Tidak Ada  Negosiasi Damai dengan Amerika!

Kemlu Iran: Tidak Ada Negosiasi Damai dengan Amerika!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:56 WIB

Terkini

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:46 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:41 WIB

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 08:37 WIB

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:36 WIB

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:30 WIB

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

×