Kadin: Tahun Politik, Ekonomi Tetap Berjalan Normal

Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:30 WIB
Kadin: Tahun Politik, Ekonomi Tetap Berjalan Normal
Proyek pembangunan gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (15/11).

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tak khawatir jika tahun politik akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, kontestasi Pemilu atau Pilkda bukan sesuatu yang akan mengancam situasi ekonomi maupun investasi.

"Kalau dibilang waspada, ya enggak lah. Ini sesuatu yang normal," ujar Rosan di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya Pemilu merupakan siklus lima tahunan yang rutin dilakukan. Rosan menilai, pada Pilkada serentak 2017 dan 2018 yang berjalan aman tanpa gejolak ekonomi berarti.

"Selama mindset kita normal, kita tidak perlu ketakutan menghadapi," kata Rosan.

Dia menambahkan, ekonomi global saja masih mengalami pertumbuhan positif walaupun naiknya tipis. Karena itu, pengusaha pun optimis ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di atas 5 persen saat pilpres.

"Kita masih dipengaruhi konsumsi dalam negeri. Agar pertumbuhan ekonomi bisa naik signifikan, mulai dari sekarang kita harus genjot investasi," ujarnya.

Menurut Rosan, sudah banyak kebijakan pro investasi yang dikeluarkan pemerintah. Kalau ini berjalan baik, investasi pasti naik.

"Saat ini diperlukan harmonisaai kebijakan ini antara pemerintah pusat dan daerah. Ada kebijakan perizinan online juga jadi angin segar buat kita. Makanya kita optimis tahun depan ekonomi kita tetap stabil," kata dia.

Rosan menyebutkan, Indonesia menempati urutan ke-73 dalam peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB). Di sisi lain, pemerintah ingin peringkat tersebut naik menjadi peringkat ke-40.

Baca Juga: Pengusaha Yakin Asian Games 2018 Genjot Pertumbuhan Ekonomi

"Artinya, kemudahan berusaha sudah dilakukan pemerintah. Cuma, dalam praktiknya mungkin ada yang kurang tersosialisasikan. Sejauh ini pengusaha pada dasarnya menyambut baik kemudahan-kemudahan yang diberikan,’’ ujarnya.

Dia menyatakan, pengusaha sejalan dengan pemerintah yang ingin menjadikan investasi sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi. Sebab, konsumsi rumah tangga masih rentan dengan daya beli dan inflasi. Investasi lebih riil menopang ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dan mencerminkan ketahanan ekonomi yang sebenarnya.

"Kami setuju bahwa investasi harus ditingkatkan. Perizinan pasti butuh proses dan pengusaha mungkin juga masih berhitung mengenai rencana investasinya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI