Pada 2017, Devisa dari Sektor Pariwisata Indonesia Naik 20%

Fabiola Febrinastri

Senin, 24 September 2018 | 09:36 WIB
Pada 2017, Devisa dari Sektor Pariwisata Indonesia Naik 20%
Kemenpar dinobatkan sebagai The Best Ministry of Tourism. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Industri pariwisata semakin menjadi idola di Indonesia, semakin seksi. Pariwisata juga dianggap punya keunggulan, karena mayoritas kegiatannya berada di sektor jasa.

Selain itu, pariwisata merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat. Tak hanya itu, tiap tahun performa pariwisata Indonesia terus menanjak. Grafiknya sangat kontras bila dibandingkan komoditas lain, seperti minyak, gas, batu bara, serta kelapa sawit yang terus merosot.

"Sektor pariwisata Indonesia sangat menjanjikan. Sektor ini menjadi core business Indonesia. Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa, serta lapangan kerja paling besar dan mudah, serta cepat," ujar Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Haryadi Sukamdani, Sabtu (22/9/2018).

Pada 2016, devisa pariwisata mencapai US$ 13,5 miliar per tahun. Hanya kalah dari minyak sawit mentah (CPO) sebesar US$ 15,9 miliar per tahun. Padahal pada 2015, pariwisata masih ada di peringkat keempat sebagai sektor penyumbang devisa terbesar.

Pada 2017, sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar US$ 16,8 miliar. Angka ini diprediksi akan meningkat 20 persen, menjadi sekitar US$ 20 miliar pada 2018.

"Sektor pariwisata Indonesia sendiri diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen pada 2019. Artinya menghasilkan sekitar Rp 280 triliun bagi devisa negara dan dapat menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019. Lebih jauh, sektor pariwisata diyakini mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh negeri ini," terang Haryadi.

Semakin melesatnya sektor pariwisata, tidak terlepas dari terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman ke Indonesia terus naik.

Pada 2017, wisman yang berkunjung sebanyak 14,04 juta orang. Torehan ini naik 21,88 persen dari 2016, yang berada di kisaran 11,52 juta wisman.

"Ini juga berkat kerja keras semua pihak yang mampu mendongkrak indeks daya saing pariwisata Indonesia. Dari peringkat 70 dunia pada 2013, meroket ke posisi 42 besar di 2017," ungkapnya.

baca juga

Dengan paparan tersebut, Haryadi Sukamdani mengaku, Kementerian Pariwisata sangat layak dengan penghargaan yang diraihnya, yaitu Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di ajang TTG Travel Award.

Lantas apa yang membuat pariwisata Indonesia itu bisa begitu hebat? Begitu kuat dan melesat dengan cepat?

"Alasan utama, ada CEO Commitment. Ini yang ditunjukkan presiden selama memimpin kabinet kerja. Action-nya ada, rekam jejaknya pun tercatat. Dalam memimpin kabinet kerja, presiden tak ragu menetapkan pariwisata sebagai leading sector dan sekaligus inti ekonomi bangsa," ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Kemenpar dinobatkan sebagai The Best Ministry of Tourism. (Dok: Kemenpar)
Kemenpar dinobatkan sebagai The Best Ministry of Tourism. (Dok: Kemenpar)

Presiden bahkan ikut memberi komando lewat penetapan 10 destinasi prioritas, atau yang sering dipopulerkan dengan istilah 10 Bali Baru. Sebarannya pun merata di seluruh Indonesia.

Ada Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Borobudur di Joglosemar, Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Mandalika di Lombok, Komodo Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maltara.

Bukan itu saja, presiden pun tanpa ragu hadir langsung di banyak destinasi wisata. Melihat secara langsung kendala dilapangan.

Destinasi Raja Ampat, Morotai, Labuan Bajo, Larantuka, Mandalika, Borobudur, Tanjung Lesung, dan Danau Toba adalah beberapa destinasi yang dikunjunginya. Suport besar pun diberikan kepada destinasi yang mengalami bencana.

Sebut saja, Bali yang langsung bergeliat ketika dikunjungi presiden saat erupsi Gunung Agung. Atau pariwisata Lombok yang langsung bangkit setelah dikunjunginya.

Bagi Arief, dukungan nyata presiden itulah yang membuat pariwisata semakin maju.

“Itu menunjukkan komitmen yang tinggi dari Presiden Jokowi terhadap dunia pariwisata. Tugas seorang CEO adalah menentukan arah dan mengalokasikan sumber daya, baik manusia (orang terhebat) maupun budgeting (anggaran). Karena itu, di pariwisita ditempatkan orang-orang terhebat dan disuport dengan anggaran, yang meskipun masih terbatas, tapi sedikit naik," ujar menteri yang memimpin Kementerian Pariwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global

AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 08:07 WIB

Pariwisata Hiburan Naik Kelas, Pengalaman Event Kini Serba Terintegrasi

Pariwisata Hiburan Naik Kelas, Pengalaman Event Kini Serba Terintegrasi

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:52 WIB

Angkasatour Hadirkan Paket Tour Domestik dan Internasional

Angkasatour Hadirkan Paket Tour Domestik dan Internasional

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:22 WIB

Industri MICE RI Diprediksi Terus Tumbuh

Industri MICE RI Diprediksi Terus Tumbuh

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:26 WIB

Ketua GIPI Kritik RUU Kepariwisataan: Pemerintah Tak Pernah Anggap Penting Pariwisata

Ketua GIPI Kritik RUU Kepariwisataan: Pemerintah Tak Pernah Anggap Penting Pariwisata

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 06:28 WIB

Menpar Widiyanti Targetkan Industri MICE Indonesia Susul Vietnam di Peringkat Global

Menpar Widiyanti Targetkan Industri MICE Indonesia Susul Vietnam di Peringkat Global

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 23:10 WIB

82 Persen Wisatawan Berharap Perubahan, Ingin Destinasi Ramah Lingkungan

82 Persen Wisatawan Berharap Perubahan, Ingin Destinasi Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 17 Juli 2025 | 14:52 WIB

Industri Pariwisata Babak Belur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Larangan Merokok di Tempat Hiburan

Industri Pariwisata Babak Belur, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Larangan Merokok di Tempat Hiburan

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:45 WIB

RI Ajak Kolaborasi di Forum CAP-CSA untuk Pariwisata di Tengah Ketidakpastian Global

RI Ajak Kolaborasi di Forum CAP-CSA untuk Pariwisata di Tengah Ketidakpastian Global

News | Selasa, 15 April 2025 | 19:55 WIB

Pariwisata Indonesia Berpotensi Besar, tapi Gagal Lindungi Anak dari Ancaman Eksploitasi Seksual

Pariwisata Indonesia Berpotensi Besar, tapi Gagal Lindungi Anak dari Ancaman Eksploitasi Seksual

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 16:56 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×