Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Rupiah Tertekan Dolar AS, Darmin : Perang Dagang Bikin Ruwet

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Rupiah Tertekan Dolar AS, Darmin : Perang Dagang Bikin Ruwet
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [Dok Kemenko Perekonomian]

Suara.com - Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp 15.187 per dolar AS pada Kamis (5/10/2018) atau melemah 100 poin dari posisi Rabu (4/10/2018) di Rp 15.088 per dolar AS.

Adapun pada Jumat (5/10/2018) pukul 10.24 WIB, berdasarkan data pasar spot Bloomberg, rupiah bertengger pada level Rp 15.182 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, depresiasi nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina yang tidak bisa diredam dampaknya.

“Ekonomi Amerika entah bagaimana itu memang bagus, heran kita ya kan, jadi ekonomi memang bagus itu satu. Kemudian yang kedua kelihatannya perang dagang ini sudah enggak bisa direm dan ini akan jalan dan makin mengenai masing-masing negara,” kata Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Menurut Darmin Nasution, ketidakstabilan global ini sulit untuk dihindari. Sebab, seluruh negara di dunia kini mulai mengamankan posisi dengan membuat kebijakan-kebijakan baru dengan negara mitra dagang.

"(Ketidakpastian) ya masih akan jalan. Karena perangnya bukan makin reda melainkan makin variatif, makin dikembangkan macam-macam cara. Sehingga tidak sekadar kenaikan tarif. Sekarang sudah mulai, atau mau kasih turunkan tarif dari yang lain, ada yang bilang bikin perjanjian baru dengan ini. Jadi sudah makin ruwet," katanya.

Kendati demikian, pemerintah akan terus mengupayakan agar ekonomi Indonesia tetap kuat. Upaya menjaga ekonomi dalam jangka pendek dan menengah akan disampaikan dalam beberapa waktu mendatang.

"Sehingga, yang perlu kita lihat kalau midterm election yang November ini selesai, apa Trump masih begitu? Nah itu kita belum tahu. Jadi, oleh karena itu kita harus menyiapkan langkah jangka menengah. Tidak lagi sekadar jangka pendek. Apa saja itu, ya tunggu saja nanti kita akan jelaskan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Melemah, Menko Darmin Jamin Inflasi Terkendali

Rupiah Melemah, Menko Darmin Jamin Inflasi Terkendali

Bisnis | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 14:50 WIB

Rupiah Makin Melemah, Jokowi Disarankan Reshuffle Kabinet

Rupiah Makin Melemah, Jokowi Disarankan Reshuffle Kabinet

Bisnis | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 14:23 WIB

Ditanya Soal Ratna Sarumpaet, Sandiaga: Dolar AS Tembus Rp 15.000

Ditanya Soal Ratna Sarumpaet, Sandiaga: Dolar AS Tembus Rp 15.000

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 13:45 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB