Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Aplikasi Ini Bisa Bantu Petani Jadi Lebih Tenang

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 19:50 WIB
Aplikasi Ini Bisa Bantu Petani Jadi Lebih Tenang
Ilustrasi petani menggiling padi saat panen di area persawahan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. (Antara)

Suara.com - Kini petani tidak perlu takut lagi hasil pertaniannya gagal. Pasalnya, perusahaan benih sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bekerja sama dengan konsorsium G4AW SMARTseeds meluncurkan penambahan fitur terbaru dari aplikasi SIPINDO (Sistem Informasi Pertanian Indonesia).

‎Beberapa fitur baru ini antara lain berisi prediksi cuaca dengan resolusi spasial hingga 5 kilometer, rekomendasi kandungan hara tanah berdasarkan hasil tes laboratorium dan rekomendasi pemupukan.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, pemanfaatan benih yang tepat, pupuk dan cuaca masih jadi kendala petani. Sehingga, lanjut dia, hasil pertaniannya tidak selalu optimal.

"Ini diharapkan bisa bantu petani, kalau hujan pakai benih ini, saat musim kering benih ini. Dengan demikian, petani kita mudah mengerti situasi apa yang dihadapi, apakah kemarau, hujan. Sehingga perluasan informasi ini sangat penting dilakukan," ujar Musdhalifah di Balai Sudirman Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Managing Director EWINDO Glenn Pardede menjelaskan, aplikasi SIPINDO menyajikan data yang terkini dan akurat. Petani bisa mengakses langsung informasi seperti mengetahui tingkat kesuburan tanah agar lebih hemat dalam menggunakan pupuk, serta mendapat informasi mengenai perkiraan cuaca hingga harga tren permintaan komoditas di pasaran.

"Selain itu, petani bisa memperoleh informasi seputar tata cara penanganan hama dan penyakit tanaman, pola dan musim tanam, estimasi waktu panen dan perkiraan jumlah produksi, prakiraan iklim dan cuaca, hingga forum jual beli hasil panen dari pedagang pasar tradisional serta ritel modern untuk mengantisipasi permainan harga oleh para tengkulak," jelas dia

Glen menuturkan, saat ini fitur rekomendasi pemupukan baru bisa dinikmati oleh petani di Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan Lampung dan sedang dalam proses untuk melakukan pengembangan ke daerah lainnya. Sedangkan untuk fitur prediksi curah hujan sudah bisa dinikmati di seluruh wilayah Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa.

Aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan penyuluh dan pedagang. Bagi penyuluh manfaat yang didapatkan berupa informasi yang dibutuhkan petani, sehingga bisa meminimalisir kesalahan petani.

Sedangkan, bagi pedagang dalam aplikasi tersebut bisa membeli produk-produk pertanian sesuai kebutuhan mereka dari petani langsung.

"Diharapkan mampu memberikan jawaban untuk membantu para petani dalam menyelesaikan masalah yang sering dihadapi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi 17 Juta Petani Sawit, Jokowi Minta Dukungan ke Republik Ceko

Demi 17 Juta Petani Sawit, Jokowi Minta Dukungan ke Republik Ceko

Bisnis | Senin, 17 September 2018 | 12:06 WIB

Gerakan Kopi Konservasi Dorong Keberlanjutan Kopi di Masa Depan

Gerakan Kopi Konservasi Dorong Keberlanjutan Kopi di Masa Depan

Lifestyle | Sabtu, 08 September 2018 | 17:22 WIB

Sambut Hari Kopi Sedunia, Kota Bogor Bagikan 10.000 Cup Kopi

Sambut Hari Kopi Sedunia, Kota Bogor Bagikan 10.000 Cup Kopi

Lifestyle | Senin, 03 September 2018 | 03:17 WIB

Terkini

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:18 WIB

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB