Alasan Dolar AS Semakin Perkasa

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 17 Oktober 2018 | 17:25 WIB
Alasan Dolar AS Semakin Perkasa
Gerai penukaran mata uang asing di ITC Kuningan, Jakarta, Jumat (29/6) .

Mata Uang Negara Berkembang Jadi Korban Keperkasaan Dolar AS

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, ‎penguatan dolar AS pastinya berdampak pada nilai tukar mata uang lainnya.

Salah satunya, adalah mata uang negara berkembang seperti Indonesia, Argentina, serta yang lainnya.

Hal ini karena, perdagangan antara negara berkembang menggunakan dolar AS. Sehingga, jika impor negara berkembang tersebut banyak dan neraca perdagangannya defisit, maka permintaan dolar AS naik, dan ini yang akan membuat ‎dolar semakin perkasa.

"Dolar AS menguat terhadap mata uang negara berkembang, bukan berarti dolar AS pasti menguat terhadap major Currency," ‎jelas Ariston.

Sedangkan, Lana mengatakan, ‎imbas dolar AS menguat lebih dirasakan oleh negara yang mempunyai perjanjian atau mitra-mitra dagang dengan Amerika Serikat.

Namun, mata uang di dunia termasuk rupiah melemah bukan karena penguatan dolar AS semata. Ada alasan lain yang bisa menyebabkan mata uang suatu negara melemah.

Dosen Fakultas Ekonomi UI ini mencontohkan, pelemahan yang dialami rupiah. Tentunya, terdapat isu dalam negeri yang membuat rupiah juga melemah.

Misalnya, pada saat defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) yang tinggi bisa membuat rupiah melemah.

"‎Memang benar gara-gara dolar menguat, tapi bukan satu-satunya faktor. Faktor lain juga yang bisa kita akui dalam negeri‎," imbuh Lana.

Kenapa Dolar AS Lebih Dominan?

‎Ariston mengungkapkan, lebih dominannya dolar AS terhadap mata uang lainnya, karena Amerika Serikat merupakan negara Adikuasa.

Dengan begitu, negara-negara maju maupun berkembang akan membandingkan mata uangnya dengan dolar AS.

"Pemakaian dolar AS paling banyak di negara-negara seluruh dunia," tutur Ariston.

Sementara, Lana melihat lebih domin‎an dolar AS terhadap mata uang lainnya disebabkan ‎oleh 80 persen perdagangan negara-negara di dunia menggunakan dolar AS untuk transaksinya.

Maka dari itu, dolar AS pasti dibutuhkan dan lebih dominan dibandingkan negara lainnya.

"Jadi, negara manapun juga semuanya mintanya dolar AS. Dagang sama uni eropa juga mintanya dolar AS. Dengan dolar dimana-mana likuiditasnya otomatis makin besar kebutuhannya," imbuh Lana.

Dolar AS Menguat ‎Apakah Bahaya?

Ternyata dolar AS menguat tidak terlalu bahaya bagi beberapa negara. Lana menerangkan, dengan penguatan dolar AS ini membuat sentimen baik negara-negara mitra dagang AS.

‎"Misalnya Cina, enggak ada isu perdagangan jadinya dolar AS menguat, dan Yuan melemah, malah seneng Cina. Karena barang Cina lebih murah dibanding Amerika Serikat," jelas dia.

Menurut dia, penguatan dolar AS ini akan terus berlangsung selama kebijakan Presiden Donald Trump berlangsung.

"Dolar selama AS m‎encari utang bakal terus menguat," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 5.484 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 5.484 Triliun

Bisnis | Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:43 WIB

Alasan Bos Mayapada Group Tukar Dolar AS hingga Rp 2 Triliun

Alasan Bos Mayapada Group Tukar Dolar AS hingga Rp 2 Triliun

Bisnis | Senin, 15 Oktober 2018 | 14:08 WIB

Medina Dihukum Penjara 244 Tahun karena Perkosa Bayinya

Medina Dihukum Penjara 244 Tahun karena Perkosa Bayinya

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Terkini

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Wacana Blokir Medsos Anak: Solusi Aman atau Bikin Anak Makin Penasaran?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

OJK Siapkan 8 Jurus Reformasi Pasar Modal, Free Float IPO Minimal 15%

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

GPCI Siap Kawal MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Beda Skin Tint dan BB Tint, Mana yang Lebih Cocok untuk Makeup Harian?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Ekonomi Vietnam Bakal jadi Raja di ASEAN, Indonesia Terancam Turun Kasta

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×