Jonan: Investasi ESDM Mengikuti Tren Harga Energi Global

Rully Fauzi

Rabu, 24 Oktober 2018 | 23:17 WIB
Jonan: Investasi ESDM Mengikuti Tren Harga Energi Global
Menteri ESDM, Ignasius Jonan. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Realisasi investasi di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) hingga kuartal ketiga 2018 mencapai USD 15,2 miliar. Angka ini terdiri dari USD 8 miliar di sektor minyak dan gas bumi, USD 4,8 miliar di sektor ketenagalistrikan, USD 1,6 miliar di sektor mineral dan batubara, serta USD 0,8 miliar di sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE).

Investasi, terutama di hulu migas, dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. Jumlah investasi di hulu migas saat ini, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dipicu dari tahun 2011-2012 di mana harga minyak mentah mencapai lebih dari USD 100 per barel.

"Kalau kita lihat tahun-tahun sebelumnya, itu dipicu dari tahun 2011-2012 di mana harga minyak mentah mencapai USD 100 per barel atau lebih," buka Jonan di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

"Akhirnya keputusan investasinya mengikuti. Refleksinya di tahun 2014-2015, begitu harga minyak turun di tahun 2016, dan 2017 naik lagi, kebutuhan investasinya mulai bangkit lagi. Nantinya refleksinya di tahun 2019 atau 2020," terang pria kelahiran Singapura 55 tahun silam tersebut. 

Jonan juga menyampaikan bahwa investasi besar, terutama eksplorasi, jika dilihat dari siklusnya dilakukan di periode setelah harga minyak mengalami kenaikan.

"Jadi ini tidak bisa, ini sering terlambat. Kalau lihat siklusnya itu semua investasi besar, eksplorasi terutama, itu dilakukan di periode di mana setelah harga minyak tinggi. Jadi karena tidak ada yang bisa memprediksi harga minyak berapa, ya kira-kira saja," ungkap Jonan.

Investasi di sektor migas memang tergantung pada harga minyak mentah dunia, namun komitmen untuk eksplorasi migas sekarang sudah besar. Pemerintah pun, tambah Jonan, mendapatkan komitmen eksplorasi hingga USD 2 miliar.

"Kalau migas, ya tergantung harga dunia, semata-mata ini kita tidak bisa kendalikan. Terserah saja investasinya bagaimana. Namun, komitmen untuk eksplorasi sekarang sudah besar. Pemerintah mendapatkan komitmen eksplorasi dengan perpanjangan blok migas termasuk Blok Rokan dan blok lain kira-kira USD 2 miliar. Ini seharusnya bisa digunakan untuk memicu eksplorasi," jelasnya.

Selain sektor migas, Jonan juga menyampaikan bahwa angka investasi di sektor ketenagalistrikan menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi dan penggunaan listrik..

baca juga

"Listrik investasinya pasti turun, kalau diharapkan meningkat terus. Itu membangun (pembangkit) berapa besar, kan tidak mungkin itu! Jadi listrik 35.000 megawatt tidak mungkin semua diinvestasikan sampai 2019, karena pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Kalau dulu waktu 35.000 MW harus selesai lima tahun, itu pertumbuhan ekonominya 7-8%," terang Jonan.

Maka dari itu, lanjut Jonan, pembangunan pembangkit listrik yang termasuk dalam program 35.000 MW akan diteruskan hingga tahun 2024-2025.

"Penggunaan listrik rata-rata setiap daerah sekitar 1,5 kali pertumbuhan ekonomi. Kalau misalnya pertumbuhan ekonomi 7 persen, ya penggunaan listrik 10,5 persen. Kalau (pertumbuhan ekonomi) 8 persen, ya (penggunaan listrik) 12 persen," ucapnya.

"Tetapi kalau pertumbuhan ekonomi lima persen, maksimum penggunaan listrik 7,5 persen. Kalau dibandingkan beda 3 persen, itu besar sekali! Kalau kapasitas terpasang 60 gigawatt, 3 persen itu 1.800 MW, besar sekali. Jadi ini kita geser sampai 2024-2025, jadi makanya setelah ini akan flat," tandas Jonan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kilang Mini Cilamaya Diresmikan, Bisa Tutup 15 Persen Kebutuhan LPG Jakarta dan Jabar

Kilang Mini Cilamaya Diresmikan, Bisa Tutup 15 Persen Kebutuhan LPG Jakarta dan Jabar

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Banyak Antrean di Berbagai Daerah, Cadangan Stok BBM Aman?

Banyak Antrean di Berbagai Daerah, Cadangan Stok BBM Aman?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:34 WIB

ESDM Akui Distribusi BBM ke Bali Tersendat, Antrean SPBU Makin Panjang

ESDM Akui Distribusi BBM ke Bali Tersendat, Antrean SPBU Makin Panjang

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Harga BBM Bisa Naik, ICP Melonjak Drastis Jadi 112,81 Dolar AS/Barel

Harga BBM Bisa Naik, ICP Melonjak Drastis Jadi 112,81 Dolar AS/Barel

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Alasan Harga BBM di RI Tak Langsung Turun, Meski Minyak Dunia Merosot

Alasan Harga BBM di RI Tak Langsung Turun, Meski Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Bekasi hingga Maluku Utara Jadi Percontohan Perumahan Berbasis Jargas dan PLTS

Bekasi hingga Maluku Utara Jadi Percontohan Perumahan Berbasis Jargas dan PLTS

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:22 WIB

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Gelap Gulita 40 KK di Jambi Menanti Listrik

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×