ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:15 WIB
ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/10/2025). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • B50 resmi berlaku, ESDM pastikan pasokan FAME aman.
  • Produksi FAME ditargetkan 16,7-18 juta ton pada 2026.
  • Kapasitas FAME 22 juta ton, pabrik masih tahap penyesuaian.

Suara.com - Pemerintah memastikan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku sejak 1 Juli 2026 tidak akan terkendala pasokan bahan baku. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan ketersediaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam kondisi aman dengan target produksi nasional mencapai 16,7 juta ton pada tahun ini dan berpotensi meningkat hingga 18 juta ton.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah sengaja menetapkan target produksi dalam bentuk rentang untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan.

"Kami berhitung memang pakai range. Minimal yang saat ini yang bisa dikeluarkan dan dilaporkan ke saya adalah 16,7 juta ton. Kita hitungannya 16,7 sampai dengan 18 juta ton," ujar Eniya saat ditemui dalam peluncuran program B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Menurut Eniya, target tersebut akan terus disesuaikan mengikuti perkembangan konsumsi BBM nasional serta laporan stok dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Selain itu, berbagai faktor eksternal, termasuk perubahan pola aktivitas masyarakat, juga memengaruhi proyeksi kebutuhan biodiesel.

"Kita sesuaikan dengan situasi yang sekarang. Ada program work from home dan sebagainya. Nah, itu yang kita tidak bisa prediksi sehingga saya nulisnya adalah rentang, pakai rentang," katanya.

Meski target produksi saat ini berada di kisaran 16,7 juta hingga 18 juta ton, Eniya mengungkapkan kapasitas produksi FAME nasional sebenarnya mampu mencapai sekitar 22 juta ton per tahun. Namun, sejumlah pabrik masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian operasional agar mampu berproduksi secara optimal.

"Makanya pabrik itu memerlukan waktu untuk adjust," ujarnya.

Mandatori B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Kebijakan ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis minyak sawit.

Penerapan B50 mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 mengenai kewajiban pencampuran biodiesel 50 persen pada solar.

baca juga

Sebelum diberlakukan secara nasional, pemerintah telah menguji performa B50 di berbagai sektor pengguna mesin diesel. Uji coba dilakukan pada kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik hingga kereta api untuk memastikan kesiapan teknis implementasi di seluruh sektor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember

LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:38 WIB

BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!

BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:33 WIB

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:14 WIB

Terkini

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

×