Kuartal III 2018, Penyaluran Kredit BCA Tumbuh 17,3 Persen

Iwan Supriyatna

Kamis, 25 Oktober 2018 | 18:11 WIB
Kuartal III 2018, Penyaluran Kredit BCA Tumbuh 17,3 Persen
Konferensi pers klarifikasi mengenai perpajakan BCA tahun 1999, di Menara BCA Lantai 22, Jalan M. H. Thamrin Jakarta, Selasa (22/4). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 17,3 persen (yoy) atau mencapai Rp 516 triliun hingga akhir kuartal III 2018.

"BCA membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kami melihat adanya peluang usaha serta peningkatan permintaan kredit usaha dari para nasabah," kata Wakil Presiden Direktur BCA Eugene K Galbraith dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Gailbraith menjelaskan, kredit korporasi tercatat tumbuh 23,3 persen (yoy) atau mencapai Rp 199,2 triliun, karena adanya permintaan dari sektor jasa keuangan, telekomunikasi, minyak nabati dan hewani serta infrastruktur di sektor energi.

Gailbraith menambahkan kredit komersial dan UKM ikut tercatat tumbuh 17,6 persen (yoy) menjadi Rp 176,4 triliun dan kredit konsumer tumbuh 9,0 persen (yoy) menjadi Rp 139,9 triliun.

Untuk portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah tercatat naik 9,4 persen (yoy) menjadi Rp 86,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 7,7 persen (yoy) menjadi Rp 41,5 triliun.

Pada periode yang sama, total outstanding kartu kredit mengalami pertumbuhan 10,9 persen (yoy) menjadi Rp 12,1 triliun.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) pada akhir September 2018 tercatat sebesar 1,4 persen atau masih berada dalam tingkat toleransi yang dapat diterima.

"Untuk NPL, tidak ada perubahan yang berarti, tapi tidak memburuk dan masih berada pada batas toleransi risiko," kata Gailbraith.

Dalam kesempatan ini, rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) ikut tercatat sebesar 187 persen.

Gailbraith menambahkan BCA terus mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang kokoh dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 80,9 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,2 persen.

Terkait penyempurnaan dari LFR, rasio intermediasi makroprudensial (RIM) yang baru diterapkan oleh perusahaan ikut tercatat pada level 81,8 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Stempel Prabowo di Uang ATM BCA, Mardani Singgung Stiker Jokowi

Stempel Prabowo di Uang ATM BCA, Mardani Singgung Stiker Jokowi

News | Senin, 03 September 2018 | 19:59 WIB

Uang Berstempel Prabowo Didapat dari ATM BCA Non Tunai

Uang Berstempel Prabowo Didapat dari ATM BCA Non Tunai

Bisnis | Senin, 03 September 2018 | 14:22 WIB

Uang Berstempel Prabowo, BCA : Itu Terjadi di ATM Setor Tunai

Uang Berstempel Prabowo, BCA : Itu Terjadi di ATM Setor Tunai

Bisnis | Senin, 03 September 2018 | 12:34 WIB

Terkini

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×