Kementerian PUPR Akui Proyek Trans Papua Libatkan TNI AD buat Buka Jalan

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:46 WIB
Kementerian PUPR Akui Proyek Trans Papua Libatkan TNI AD buat Buka Jalan
Pembangunan infrastruktur Jalan Trans Papua. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui melibatkan TNI dalam proyek pembangunan jalan Trans Papua.

Namun, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra membantah adanya anggapan bahwa proyek Jalan Trans Papua itu dimiliki oleh TNI.

Menurut PUPR, proyek Jalan Trans Papua itu dimiliki oleh Pemerintah yang dimandatkan pembangunannya ke PUPR.  Sementara TNI merupakan pihak yang membuka jalan untuk dibangun.

"Iya ini Trans Papua proyek PU, tapi dilaksanakan dengan TNI AD, dalam hal ini direktorat Zeni, mereka buka jalan. Itu kan pengerjaan enggak spesifik, tapi kalau bangun jembatan ya harus kami," ujar Hendra saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/12/2018).

Keterlibatan TNI ini memang dibutuhkan dalam membuka jalan Trans Papua. Pasalnya, sebelum jalan Trans Papua terbuka, daerah wilayah pembangunan merupakan hutan dan rawan konflik dengan Organisasi Papua Merdeka.

Karenanya, kata Hendra, dibutuhkan peran TNI agar pembangunan aman dan lancar. "Kalau perintis itu betul TNI, tapi kan sekarang kan bangun infrastruktur itu bukan TNI. Kalau TNI kan bersenjata, punya pistol punya senapan," kata dia. 

Endra menuturkan, hingga kekinian TNI sudah tidak terlibat dalam pembangunan Trans Papua. Karena, jalan Trans Papua sudah tersambung. Untuk selanjutnya, pengerjaan dilakukan oleh konstruktor yang ditunjuk oleh PUPR. 

"Itu sudah tersambung, pengertiannya bisa tanah, bisa agregrat, bisa aspal, sebagian aspal, sebagian agregrat, sebagian tanah tapi bisa di lewati. Cuma di segmen 5 ada 35 jembatan yang dibangun, karena kalau musim hujan penampang basah jadi enggak bisa lewat, harus menunggu surut, kan kami enggak bisa menunggu surut, makanya dibangun jembatan melintasi sungai.” 

Sebelumnya diberitakan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, mengakui bertanggungjawab atas insiden penyerangan di lokasi proyek pembangunan jembatan Trans Papua ruas Kali Yigi – Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

baca juga

Dalam penyerangan yang terjadi pada hari Minggu (2/12/2018) akhir pekan lalu itu, sejumlah korban tewas.

Awalnya, aparat kepolisian merilis jumlah korban tewas adalah 31 orang sipil karyawan PT Istaka Karya, BUMN yang menangani proyek tersebut.

 Belakangan, jumlah korban tewas yang resmi dirilis pemerintah adalah 20 orang. Sementara korban selamat adalah 8 orang.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, membantah keterangan aparat keamanan Indonesia yang menyebut para pekerja dibunuh dengan cara dieksekusi.

“Kami yang bertanggungjawab. Ada kontak senjata. Itu serangan bersenjata, bukan eksekusi seperti yang disampaikan aparat keamanan Indonesia,” kata Sebby Sambom.

Untuk diketahui, Kapendam Cenderawasih Kolonel Muhamad Aidi sebelumnya mengatakan karyawan PT Istaka Karya dieksekusi di sebuah tempat bernama Puncak Kabo.

Ia mengungkapkan, TPNPB sudah cukup lama memantau para pekerja di kali Awarok dan Kali Yigi. Karenanya ia memastikan, korban tewas dalam kontak senjata itu adalah anggota TNI berpakaian preman, yang dilibatkan dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur di Papua.

 “Mereka itu anggota militer, Denzipur. Bukan pekerja sipil,” lanjut Sebby yang ketika dihubungi sedang berada di Papua Nugini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apresiasi Langkah Jokowi, Ketua MPR Tetap Minta Usut Penembakan di Papua

Apresiasi Langkah Jokowi, Ketua MPR Tetap Minta Usut Penembakan di Papua

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:23 WIB

16 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Diterbangkan ke Makassar

16 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Diterbangkan ke Makassar

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 16:11 WIB

Eks Pekerja: Penembakan Nduga karena Istaka Karya Langgar Perjanjian OPM

Eks Pekerja: Penembakan Nduga karena Istaka Karya Langgar Perjanjian OPM

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 16:03 WIB

Klaim OPM Dalangi Penembakan di Nduga, Polri: Itu Propaganda

Klaim OPM Dalangi Penembakan di Nduga, Polri: Itu Propaganda

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 14:28 WIB

Terkini

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

5 Polisi Narkoba Diduga Pesta Sabu di Depok, Kompolnas Sebut Atasan Lalai Awasi Anak Buahnya: Harus Bertanggung Jawab!

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Paspor Indonesia Bebas Visa ke Mana Saja? Ini Daftar Negara yang Bisa Dikunjungi

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:45 WIB

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Berapa Tarif Raffi Ahmad Jadi BA? Kontrak Dilepas Brand Besar usai Kontroversi

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 11:42 WIB

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

Gibran Didesak Minta Maaf ke Prabowo karena Sudah Jadi Noda Pemerintahan dan Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:39 WIB

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

Beban Prabowo, Gibran Jadi Pembangkang Hukum Bila Tak Mundur

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Petani Tanam Ganja di Tengah Kebun Cabai Aceh Timur, Polisi Bongkar Penyamaran

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:37 WIB

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

11 Hakim PN Medan Dipindahkan, Ini Daftar Penempatan Barunya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:35 WIB

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

BPS Umumkan Impor Migas RI 32,57 Miliar Dolar AS per September, Melonjak 37,35%

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Ranking Paspor Indonesia 2026, Peringkat Berapa di Dunia?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:34 WIB

×