OJK dan Google Kesulitan Hapus Aplikasi Fintech Ilegal di Play Store

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
OJK dan Google Kesulitan Hapus Aplikasi Fintech Ilegal di Play Store
Ilustrasi fintech. (Shutterstock)

"Kalau masyarakat enggak masuk ke fintech ilegal dia (aplikasi) akan mati sendiri,"

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku kesulitan untuk menghilangkan aplikasi layanan jasa peminjam online atau Fintech peer-to-peer (P2P) lending ilegal. Bahkan, kata OJK, Google pun merasakan kesulitan memblokir aplikasi fintech P2P ilegal tersebut.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, OJK telah berkoordinasi dengan google untuk menghapus aplikasi fintech P2P ilegal di dalam Play Store.

"‎Kami sudah diskusi bahas ini dengan Google bahwa sebenarnya ini agar aplikasi ini enggak muncul di Play Store. Nah Google bilang akan sulit ya karena opensource, bisa saja bilang dia bukan fintech," ujar Tongam di Kantor OJK, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

‎Tongam menuturkan, sebenarnya aplikasi fintech P2P ilegal di dalam Play Store bisa hilang dengan sendirinya, asalkan masyarakat tidak mengakses aplikasi tersebut.

"‎Kalau masyarakat enggak masuk ke fintech ilegal dia (aplikasi) akan mati sendiri‎," imbuh dia.

Meski begitu, pihaknya akan tetap berupaya untuk memblokir aplikasi fintech P2P ilegal. Saat ini, terdapat 404 fintech P2P ilegal yang telah diblokir oleh OJK.

‎"Ini konsekuensi teknologi. Kami dari satgas Waspada Investasi secara rutin blokir aplikasi ini," pungkas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS