Luncurkan Roket Pertama, SpaceX Malah PHK Karyawan

Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Luncurkan Roket Pertama, SpaceX Malah PHK Karyawan
Logo SpaceX. [Shutterstock]

SpaceX harus menjadi perusahaan yang ramping.

Suara.com - SpaceX mengumumkan akan mengurangi tenaga kerjanya sekitar 10 persen. Pengumuman tersebut dikeluarkan hanya beberapa hari setelah Elon Musk mengunggah foto pertama roket Starship yang siap diluncurkan.

Untuk melayani pelanggan dan mengembangkan pesawat antar planet dan internet berbasis ruang global, SpaceX harus menjadi perusahaan yang ramping.

“Ini berarti kami harus berpisah dengan beberapa anggota tim kami yang berbakat dan pekerja keras. Kami berterima kasih atas segala yang telah mereka capai dan komitmen mereka terhadap misi SpaceX. Tindakan ini diambil hanya karena tantangan luar biasa sulit di depan dan tidak akan dilakukan jika tidak diperlukan," kata Manajemen SpaceX dalam pernyataannya kepada media teknologi Gizmondo.

Los Angeles Times pada Jumat (11/1) melaporkan bahwa Elon Musk telah memecat setidaknya tujuh orang staf manajemen seniornya.

Mereka dipecat pada musim panas lalu karena ketidaksepakatan tentang percepatan kinerja program satelit Starlink.

Surat elektronik internal yang diperoleh Los Angeles Times dari Presiden dan Chief Operating Officer SpaceX Gwynne Shotwell tentang PHK menyebut, langkah itu adalah keputusan yang sangat sulit tetapi perlu dilakukan.

PHK datang pada waktu yang sangat penting bagi perusahaan, yang sedang mempersiapkan beberapa tonggak penting di tahun mendatang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS