Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jutaan Mainan Anak hingga Ponsel Asal China Senilai Rp 90 M Dimusnahkan

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 24 Januari 2019 | 18:38 WIB
Jutaan Mainan Anak hingga Ponsel Asal China Senilai Rp 90 M Dimusnahkan
Kementerian Perdagangan RI memusnahkan jutaan barang sitaan berbagai jenis, yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Nilai barang sitaan yang dimusnahkan mencapai Rp 90 miliar. [Suara.com/Chintya Sami Bhayangkara]

Suara.com - Kementerian Perdagangan RI memusnahkan jutaan barang sitaan berbagai jenis, yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Nilai barang sitaan yang dimusnahkan mencapai Rp 90 miliar.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggriono Sutiarto mengatakan, barang-barang tanpa SNI itu kebanyakan didatangkan dari China.

Barang-barang itu ditemukan dari berbagai wilayah di Indonesia saat dilakukan operasi pasar oleh Kemendag.

"Ya kalau dihitung nilainya kurang lebih hampir Rp 90 miliar. Kami temukan ini kan di pedagang atau pasar di beberapa provinsi," kata Veri saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Berbagai produk hasil buatan China diamankan oleh Kemendag itu mulai dari mainan anak, elektronik seperti televisi, telepon seluler hingga baja dan luminer turut diamankan petugas. Pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara dibakar.

Barang-barang itu diketahui tidak dilengkapi sertifikasi SNI, sehingga sangat berbahaya apabila digunakan.

Seperti baja yang digunakan sebagai kerangka rumah, bila tidak memenuhi SNI dan diperjualbelikan secara bebas maka akan membahayakan warga, terutama jika terjadi bencana gempa bumi.

"Itu membahayakan misal produk-produk baja apabila itu dipergunakan. Kita tahu sering terjadi gempa kan, kalau terjadi, baja-baja yang dipergunakan konstruksi tidak sesuai standar kan bahaya," ungkap Veri.

Para pedagang maupun perusahaan yang memproduksi barang-barang tak berstandar itu akan dikenai sanksi administrasi. Proses penyidikan di kepolisian akan dijalankan.

baca juga

"Ada sanksi seperti administrasi kami lakukan pemusnahan. Kami  juga proses penegakan hukum selanjutnya nanti dilakukan proses penyidikan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masak Ikan untuk Mertua, Pasangan Suami Istri Ditangkap Polisi

Masak Ikan untuk Mertua, Pasangan Suami Istri Ditangkap Polisi

Lifestyle | Kamis, 24 Januari 2019 | 08:05 WIB

Warga China Gemar Makan Manggis Asal Sukabumi, 15 Ton Diekspor Setiap Hari

Warga China Gemar Makan Manggis Asal Sukabumi, 15 Ton Diekspor Setiap Hari

Bisnis | Rabu, 23 Januari 2019 | 12:23 WIB

Keren, Jembatan Ini Dibangun dari Printer 3D, Kokoh Tak Tergoyahkan

Keren, Jembatan Ini Dibangun dari Printer 3D, Kokoh Tak Tergoyahkan

Lifestyle | Selasa, 22 Januari 2019 | 17:10 WIB

Terimbas Perang Dagang, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat

Terimbas Perang Dagang, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat

Bisnis | Senin, 21 Januari 2019 | 09:55 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×