Wujudkan Keinginan Jokowi, Pertamina Gandeng Eni Italia Bangun Kilang B100

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Wujudkan Keinginan Jokowi, Pertamina Gandeng Eni Italia Bangun Kilang B100
Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau langsung Gudang Lini III Pasir Hayam yang berada di Cianjur. (Dokumen: Kementerian BUMN)

"Harapan kita mau menggantikan solar dengan betul pakai B100, bukan hanya pakai CPO."

Suara.com - Presiden RI Jokowi  bakal mengandalkan PT Pertamina (Persero) untuk mewujudkan ambisinya mencapai Biodiesel 100 persen (B100).

B100 sendiri merupakan bahan bakar solar yang diolah 100 persen dengan menggunakan minyak nabati seperti minyak kelapa sawait, tanpa campuran minyak fosil.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan, Pertamina akan membangun kilang untuk ‎memproduksi biodiesel tersebut.

Dia melanjutkan, Pertamina menggandeng perusahan minyak asal Italia Eni untuk menggarap kilang minyak tersebut.

Meski begitu, ucap Rini, kilang tersebut tidak serta merta langsung memproduksi B100, melainkan memproduksi B50 yang dihasilkan dari 50 persen minyak nabati dan 50 persen dari minyak fosil seperti solar.

"Kami sudah melihat teknologi dari Eni, perusahaan Italia‎. Jadi setelah saya ke sana, Pak Jonan (Menteri ESDM) juga ke sana dan saya melihat teknologi yang baik. Bu Nicke (Dirut Pertamina) sudah melakukan‎ perjanjian dengan Eni untuk membangun refinery di Plaju, Palembang untuk membangun refinery B50 pertama. Jadi CPO menjadi B50, tapi targetnya B100‎," ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2019).

Menurut Rini, bahan untuk membuat biodiesel bukan hanya minyak mentah kelapa sawit saja, tetapi ampas tebu juga bisa menjadi bahan membuat biodiesel.

"Harapan kita mau menggantikan solar dengan betul pakai B100, bukan hanya pakai CPO, bisa pakai ampas tebu, kaliandra. Ternyata Eni itu processing non fosil fuel sudah sangat baik, kita akan mencoba itu,‎" tutur Rini.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyebut, investasi untuk membangun kilang tersebut bakal memakan dana USD 800 juta.

‎Dia menjelaskan, nantinya Pertamina bersama Eni akan membuat perusahaan patungan (join venture) untuk membangun kilang tersebut.

Saat ini, tambah Nicke, Pertamina telah memproduksi B20 sebanyak 280 ‎ribu barel per hari.

"‎Jadi kita kerja sama dengan berdua. Ada join venturs antara Pertamina dengan Eni. Semua pendanaan terbuka kita ambil yang paling kompetitif.”

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS