Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Impor Jagung Ditekan, Keran Impor Gandum Justru Membludak

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 21 Februari 2019 | 20:45 WIB
Impor Jagung Ditekan, Keran Impor Gandum Justru Membludak
Ilustrasi gandum. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut volume impor jagung terus menurun. Bahkan pada 2018, Indonesia hanya mengimpor jagung sebanyak 180 ribu ton.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan dalam debat Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika membenarkan ucapan Jokowi terkait penurunan volume impor jagung yang terus menurun.

Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan) data impor jagung 2016 sudah turun rata-rata 600 ribu ton.

"Jadi kalau menurut Kementan kebijakan pengendalian impor sudah menghemat 9,2 juta ton. Jadi kalau Pak Jokowi bilang impor jagung sudah berhasil diturunkan itu fakta bukan hoaks," kata Yeka dalam sebuah diskusi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Namun, Yeka melanjutkan, imbas dari penurunan impor jagung justru membuat peternak mencari alternatif lain untuk pakan ternaknya.

Salah satunya dengan mengimpor gandum. Sehingga, penurunan impor jagung seperti buah simalakama, karena impor gandumnya malah meningkat.

Yeka menambahkan, berdasarkan data BPS impor gandum periode 2015-2017 mengalami peningkatan. Pada 2015, impor jagung hanya 7,4 juta ton, tapi pada 2016 impor jagung meningkat tajam hingga 10,5 juta ton, dan kemudian pada 2017 kembali meningkat menjadi 11,5 juta ton.

"Karena impor jagung dikurangi, produsen pakan cari yang lain yaitu gandum. Jadi, kebijakan pengendalian impor jagung berakibat terhadap akumulasi impor gandum untuk pakan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Ini Desak KPU Periksa LHKPN Prabowo

Pengamat Ini Desak KPU Periksa LHKPN Prabowo

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 20:39 WIB

Menristekdikti Sebut Jangan Coblos Dua, Fadli Zon: Kampanye Terselubung!

Menristekdikti Sebut Jangan Coblos Dua, Fadli Zon: Kampanye Terselubung!

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 18:53 WIB

Jokowi: Seluruh Masyarakat Indonesia Mendoakan Kesembuhan Ani Yudhoyono

Jokowi: Seluruh Masyarakat Indonesia Mendoakan Kesembuhan Ani Yudhoyono

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 18:17 WIB

Terkini

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB