Untuk Peningkatan Produksi Pertanian, Pemerintah Bantu Sarana Irigasi

Fabiola Febrinastri

Senin, 04 Maret 2019 | 08:39 WIB
Untuk Peningkatan Produksi Pertanian, Pemerintah Bantu Sarana Irigasi
Kementan memperbaiki jaringan irigasi tingkat tersier untuk persawahan padi di Kota Jayapura. (Dok: Kementan)

Suara.com - Irigasi pertanian merupakan salah satu kunci dari tercapainya misi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Dengan jaminan ketersediaan air yang baik, penanaman bisa dilakukan kapan saja dan peningkatan produksi pertanian pun makin mudah dilakukan.

Hal inilah yang tengah diupayakan Kementerian Pertanian (Kementan). Pemerintah kini tengah mengembangkan irigasi perpompaan dan perpipaan, yang mengambil air dari sumber (diverting), membawa/mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian (conveying), mendistribusikan air kepada tanaman (distributing), dan mengatur dan mengukur aliran air (regulating and measuring).

"Tujuan irigasi perpompaan dan perpipaan adalah memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai suplesi air irigasi bagi komoditas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta budi daya ternak. Selain itu juga meningkatkan intensitas pertanaman dan atau luas areal tanam, meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani, memanfaatkan potensi sumber air permukaan sebagai air irigasi, baik di daerah irigasi maupun non daerah irigasi," jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Dia menjelaskan, kunci utama dari jenis irigasi perpompaan adalah adanya sumber air. Walupun posisi airnya berada di bawah permukaan lahan, hal ini tidak masalah, karena menggunakan pompa.

"Dengan demikian, lahan pertanian yang tidak terjangkau waduk dan bendungan, masih bisa mendapatkan air irigasi," ujarnya.

Perpompaan dan perpipaan diprioritaskan pada kawasan-kawasan pertanian yang sering mengalami kendala atau kekurangan air irigasi, terutama pada musim kemarau. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh petani, baik sebagai suplesi/conjunctive use di daerah irigasi maupun sebagai irigasi utama di non daerah irigasi/tail end.

"Program ini diharapkan dapat menambah luas areal tanam baru dan meningkatkan produksi," katanya.

Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, merupakan salah satu lokasi yang diberi kegiatan pengembangan sistem irigasi pompa. Fasilitas ini demi memenuhi kebutuhan air yang akan digunakan sebagai hijauan makan ternak (HMT), dengan luas lahan kurang lebih 10 ha, dengan metode springkler.

Bantuan pemerintah juga diberikan, yaitu berupa uang yang dikelola sendiri oleh kelompok tani. Mereka kemudian menggunakannya untuk pembelian pompa dan perlengkapannya, pembangunan rumah pompa, bak tampungan air dan jaringan irigasi pipa.

baca juga

Pompa yang digunakan harus dengan spesifikasi bertipe sentrifugal, penggerak disel dengan estimasi daya dorong 30 m, dan diameter pompa 4 inchi.

Irigasi perpompaan merupakan sistem irigasi dengan pompa air, yang pendistribusiannya melalui saluran terbuka maupun tertutup. Irigasi perpompaan ini mencangkup tiga komponen utama, yaitu pompa air dan kelengkapannya dan bak penampung sebagai reservoir untuk mendekatkan jarak dari sumber air ke lahan.

Kemudian jaringan distribusi, baik tertutup maupun terbuka, membawa dan atau membagi air ke lahan yang akan diairi.

"Sumber air berasal dari pemanfaatan air limpasan permukaan. Prinsip pemanfaatan ini sesuai dengan pesan Menteri (Pertanian) Amran Sulaiman, yang mengatakan bahwa 'Jangan sampai air hujan yang jatuh ke tanah, mengalir ke lautan dengan sia-sia'," kata Sarwo Edhy.

Pemrintah juga membuat tampungan 700 m2, yang dibuatkan di daerah tersebut guna menampung air limpasan yang akan dipompa ke dalam bak. Bak penampung berada 30 m dari sumber air,  dengan ketinggian sekitar 1,5 m, berukuran 6 m x 4 m x 1 m, yang kemudian dialirkan secara gravitasi ke lahan petani.

Sebelumnya, para petani mengeluh terkendala masalah air untuk minum, sanitasi ternak dan penyiraman HMT. Dengan adanya bantuan ini, petani diharapkan dapat memanjakan sapi mereka dan menghasilkan sapi potong yang cukup berbobot, serta dapat berkontribusi kepada pemerintah demi tercapainya Nawa Cita lumbung pangan dunia 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Pupuk Subsidi Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian, Ini Poin-poin Tata Kelola Distribusi Menurut Pengamat

Program Pupuk Subsidi Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian, Ini Poin-poin Tata Kelola Distribusi Menurut Pengamat

Bisnis | Rabu, 08 November 2023 | 13:57 WIB

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani di Jember Akses Lahan Pertanian

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani di Jember Akses Lahan Pertanian

Video | Kamis, 22 Desember 2022 | 11:35 WIB

Guru Besar IPB: Jika Serius, Indonesia Sangat Mampu Jadi Lumbung Pangan Dunia

Guru Besar IPB: Jika Serius, Indonesia Sangat Mampu Jadi Lumbung Pangan Dunia

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2022 | 10:51 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×