- Presiden Prabowo menyoroti RoA BPI Danantara tumbuh 300%, namun dinilai masih jauh dari target minimal 10%.
- Jika RoA hanya mencapai 5%, Danantara wajib menyetorkan minimal 50 miliar dolar AS ke negara.
- Prabowo menekankan pimpinan Danantara harus mengejar target kinerja lebih tinggi meskipun sudah ada apresiasi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti Return on Asset (RoA) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurutnya, meski dilaporkan tumbuh 300 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari target. Prabowo pun menargetkan RoA Danantara harus tumbuh di atas 5 persen.
"Return on Asset saya terima di atas 300 persen ini masih jauh dari sasaran kita. Perusahaan yang baik Return on Asset harusnya minimal 10 persen," kata Prabowo dalam peringatan HUT ke 1 Danantara di Jakarta.
"Kalau yang bagus 12 persen. Yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," dia menambahkan.
Dia menyebut, jika RoA hanya tumbuh 5 persen, maka Danantara wajib menyetorkan kembali kepada negara sebesar 50 miliar dolar AS atau setara Rp800 triliun setiap tahunnya.
Oleh karena itu, Prabowo menekankan kepada jajaran pimpinan Danantara bahwa pencapaian saat ini masih sangat jauh dari sasaran yang ditetapkan.
"Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh. Tapi tidak mengapa, saya yakin dan percaya, kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," ucap Prabowo.
![Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3/2026). [Biro Pers Sekretariat Presiden]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/13397-chief-executive-officer-badan-pengelola-investasi-bpi-danantara-rosan-roeslani.jpg)
"Karena itu dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal, kembalikan ke negara 50 miliar dolar minimal," sambungnya.
Meski demikian, Prabowo tetap mengapresiasi pencapaian yang diraih Danantara selama satu tahun terakhir ini dengan RoN 300 persen, jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen," ucapnya.
Baca Juga: Rosan Ingatkan Jajarannya: Kehadiran Danantara Harus Dirasakan Masyarakat!
Menurutnya, di bawah naungan Danantara terdapat ratusan hingga 100 perusahaan yang dikelolah dengan baik.
"Tidak mungkin kita mengelola 250 perusahaan. Bahkan, ternyata saya baru tahu bukan 250, 1.000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di manapun di dunia, satu manajemen bisa mengelola 1.000 entitas," kata Prabowo.