Setelah 9 Tahun Negosiasi, Akhirnya Kerja Sama Dagang RI-Australia Diteken

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 04 Maret 2019 | 12:01 WIB
Setelah 9 Tahun Negosiasi, Akhirnya Kerja Sama Dagang RI-Australia Diteken
Indonesia akhirnya bersepakat melakukan perjanjian dagang dengan Australia. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Indonesia akhirnya bersepakat melakukan perjanjian dagang dengan Australia. Hal ini didapati setelah, kedua negara menandatangani perjanjian dagang.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, perjanjian dagang baru bisa disepakati setelah 9 tahun dilakukan negosiasi.

"Negosiasi menyelesaikan 12 putaran negosiasi, dan sejumlah pertemuan Kepala Negosiator selama proses negosiasi yang berlangsung hampir sembilan tahun, Indonesia dan Australia menyatakan pada tanggal 31 Agustus 2018 bahwa negosiasi telah secara substansial selesai. Akhirnya, perjanjian ditandatangani hari ini," kata Mendag di Hotel JS Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Mendag menjelaskan, dengan adanya perjanjian dagang ini, tarif ekspor ke Australia sebesar 100 persen akan hilang. Selanjutnya, Australia juga tidak dikenakan tarif ekspor ke Indonesia yang sebesar 94 persen.

Adapun, sektor industri utama di kedua negara yang akan mendapatkan keuntungan dari penghapusan tarif ini antara lain industri otomotif, tekstil, alas kaki, agribisnis, makanan dan minuman serta furnitur.

"Perjanjian ini baik untuk kedua negara bukan hanya perdagangan saja tapi juga investasi. Dapat diprediksi yang memungkinkan aliran investasi langsung asing yang lebih besar terutama di sektor-sektor seperti pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, pendidikan kejuruan dan pariwisata yang lebih tinggi, pariwisata, kesehatan, dan agribisnis," tutur dia.

Mendag menambahkan, Indonesia dan Australia juga bersama-sama bisa saling membantu dalam pengembangan sumber daya manusia, memfasilitasi inovasi, mendorong integrasi ke dalam rantai nilai global dan meningkatkan kerja sama di sektor pembangkit tenaga listrik, misalnya dengan cara membangun program pertukaran keterampilan.

"Jadi ini hari bersejarah bagi Indonesia dengan Australia. Walaupun perdagangan kedua negara masih dianggap kecil tapi sekarang kita bisa tingkatkan," kata dia.

Menurut Statistics Indonesia, total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat 8,6 miliar dolar AS pada tahun 2018.

baca juga

Ekspor utama Indonesia ke Australia termasuk minyak bumi, furniture, ban, panel layar, dan alas kaki. Sedangkan impor utama Indonesia dari Australia meliputi gandum, minyak bumi, ternak, batubara dan gula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Revans, Greysia / Apriyani Tersingkir dari German Open 2019

Gagal Revans, Greysia / Apriyani Tersingkir dari German Open 2019

Sport | Sabtu, 02 Maret 2019 | 08:30 WIB

GAIKINDO Akui Beberapa Brand Eropa Melirik Indonesia

GAIKINDO Akui Beberapa Brand Eropa Melirik Indonesia

Otomotif | Jum'at, 01 Maret 2019 | 15:00 WIB

Jadwal Pertandingan Wakil Indonesia di Perempat Final German Open 2019

Jadwal Pertandingan Wakil Indonesia di Perempat Final German Open 2019

Sport | Jum'at, 01 Maret 2019 | 13:36 WIB

Terkini

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

×