Ikut Pertemuan Wirausaha Sosial ASEAN, Indonesia Angkat Isu Koperasi

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:58 WIB
Ikut Pertemuan Wirausaha Sosial ASEAN, Indonesia Angkat Isu Koperasi
Indonesia hadir dalam acara ASEAN +3 Conference on Social Enterprises, pada 6-8 Maret 2019, di Swissotel Bangkok Ratchada Hotel, Bangkok, Thailand. (Dok: Kemenkop)

Suara.com - Indonesia hadir dalam acara ASEAN +3 Conference on Social Enterprises, pada 6-8 Maret 2019, di Swissotel Bangkok Ratchada Hotel, Bangkok, Thailand. Kehadiran Indonesia kali ini mengangkat isu tentang pentingnya koperasi sebagai menjadi wadah bagi berbagai kegiatan wirausaha sosial.

Melalui topik "Social Enterprises di tingkat ASEAN plus 3 Conference", Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Meliadi Sembiring, didampingi Kepala Biro Perencanaan Kemenkop dan UKM, Ahmad Zabadi, serta Kepala Bagian Koordinasi Perundang-Undangan Kemenkop dan UKM, Henra Saragih, menyuguhkan tema yang dibawa delegasi Indonesia.

"Semua yang melibatkan kegiatan social enterprise, yang melibatkan sejumlah besar masyarakat, maka koperasilah yang paling cocok dalam mengakomodir mereka," kata Meliadi.

Acara itu digelar oleh ASEAN, bekerja sama dengan Department of Social Development and Walfare, Ministry of Social Development and Human Security, Social Enterprise Thailand Assiociation, British Council, dan United Nations Economic and Social Communication for Asia and the Pacific (United Nations ESCAP).

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara anggota tetap ASEAN dan dihadiri oleh 3 negara partisipan, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Perwakilan negara diwakili dari unsur pemerintahan dan pelaku wirausaha sosial, atau yang dikenal dengan social enterprises.

Adapun tujuan pertemuan ini adalah untuk diskusi tentang perkembangan social enterprise, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Beberapa pelaku wirausaha sosial diberi kesempatan untuk menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan dan menyajikan dampak positif aktivitas yang sudah diberikan kepada masyarakat.

Acara secara khusus dibuka oleh General Chatchai Sarikulya, Deputy Prime Minister of Thailand.

Isu mengenai wirausaha sosial beberapa waktu terakhir, hangat dibahas. Beberapa negara, misalnya Korea Selatan, telah mengatur kegiatan social enterprise di negaranya dengan membuat social enterprise sertifikat. Dengan sertifikat ini, negara dapat mengetahui aktivitas mereka dan jika diperlukan, akan ada insentif khusus.

Bahkan di beberapa negara, social enterprise ini pun sudah diatur dalam Undang-Undang tersendiri, termasuk Malaysia. Thailand dilaporkan sedang menyusun Undang-Undang tentang social enterprise.

baca juga

Pada pertemuan ini, Indonesia juga menghadirkan para pelaku wirausaha sosial, di antaranya Heliati Hilman, CEO of Javara Indonesia, dan Romy Cahyadi, CEO Instella Indonesia.

Javara telah membangun rantai pasok dan bekerja sama dengan petani kecil, penghasil makanan, dan membentuk cakupan penghasil bahan bahan organik dari daerah-daerah terpencil.

Saat ini, Javara telah menjalin kerja sama dengan 25.000 petani seluruh Indonesia, melayani 300 pengusaha retail, hotel dan restauran seluruh Indonesia, dan mengekspor produknya ke-23 negara di 5 benua.

Kemudian, Instella, selama ini konsentrasi pada pendidikan untuk sekolah-sekolah di pedalaman Indonesia. Melalui pendidikan, usaha sosial itu bertujuan untuk memberikan pemahaman melakukan usaha, dengan tetap memperhatikan akibatnya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Meliadi mengatakan, di Indonesia, saat ini sebenarnya telah banyak pelaku usaha yang menerapkan diri sebagai social enterprises.

"Tapi belum ada data pasti terhadap social enterprises tersebut, karena memang agak sulit untuk menentukan bentuk usaha dari social enterprise, apakah koperasi, PT, yayasan atau bentuk usaha lain," katanya.

Untuk itu, ia menyarankan para pelakunya untuk mulai tergerak membentuk koperasi.

Ia menambahkan, pemerintah sejatinya telah mempertimbangkan wirausaha sosial masuk sebagai salah satu hal yang diatur dalam Rancangan Undang-Undang tentang Kewirausahaan Nasinal, yang saat ini pembahasannya berada di DPR.

"Kami berharap, undang-undang ini dapat meningkatkan peran wirausaha sosial terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Cara Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Wirausaha Sosial, Memang Bisa?

Ini Cara Tingkatkan Pelayanan Publik Lewat Wirausaha Sosial, Memang Bisa?

Lifestyle | Rabu, 07 Juni 2023 | 16:23 WIB

Keren Banget! Perempuan Rentan Bisa Mandiri Secara Finansial, Ingin Tahu Caranya?

Keren Banget! Perempuan Rentan Bisa Mandiri Secara Finansial, Ingin Tahu Caranya?

Lifestyle | Senin, 28 November 2022 | 20:22 WIB

Terkini

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

×