Menkop dan UKM Apresiasi Pesatnya Pembangunan di Dharmasraya

Fabiola Febrinastri

Rabu, 13 Maret 2019 | 09:44 WIB
Menkop dan UKM Apresiasi Pesatnya Pembangunan di Dharmasraya
"Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam Pemberdayaan KUKM", di Dharmasraya, Sumatera Barat, Selasa (12/3/2019). (Dok: Kemenkop)

Suara.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM), AAGN Puspayoga mengapresiasi pesatnya pembangunan di wilayah Kabupaten Dharmasraya dalam tiga tahun terakhir ini. Masyarakat telah membangun aneka infrastruktur di sana.

"Ini buah dari kekompakan Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) yang ada di Dharmasraya, termasuk dengan pemerintah pusat. Saya tadi mendengar, dalam tiga tahun ini, ada sekitar Rp 1,4 triliun APBN yang mengalir ke Dharmasraya untuk membangun aneka infrastruktur. Ini prestasi yang luar biasa dan tidak mudah dicapai. Saya berharap agar kekompakan Forkompinda dan pemerintah pusat tetap dijaga," katanya, pada acara "Sinergi Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam Pemberdayaan KUKM", di Dharmasraya, Sumatera Barat, Selasa (12/3/2019).

Di acara yang juga dihadiri Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan ratusan pelaku KUKM Dharmasraya tersebut, Puspayoga menekankan, selain mengejar pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan masyarakat juga mesti diraih.

"Maka fokus pemerintahan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur, dimana pembangunan infrastruktur tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga merata ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk Dharmasraya," ucap Puspayoga.

Kalau pembangunan infrasruktur di daerah tidak dipacu, lanjut Puspayoga, maka akan melahirkan high cost di sektor distribusi barang.

"Dengan tersedianya sarana infrastruktur yang memadai, maka ongkos distribusi barang bisa menjadi murah dan lancar," tandasnya.

Terkait program pemberdayaan KUKM, Puspayoga menjelaskan bahwa suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) saat ini sudah 7 persen per tahun, dari sebelumnya 22 persen per tahun. Begitu juga dengan pajak UKM yang sudah turun menjadi 0,5 persen, dari sebelumnya sebesar 1 persen.

"Itulah upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk pemerataan kesejahteraan," tambahnya.

Di Dharmasraya, Kemenkop dan UKM menggelar pelatihan kewirausahaan, pelatihan perkoperasian, pelatihan vocational, sosialisasi KUR, dan program strategis lainnya seperti sertifikat hak cipta hingga Nomor Induk Koperasi (NIK).

baca juga

"Tapi saya mengingatkan jajaran saya, dalam melakukan pelatihan di Dharmasraya, harus yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Jangan mengajari orang Minang berdagang, karena jiwa dagang mereka sudah turun-temurun. Orang Minang sudah memiliki jiwa enterpreneur, tinggal diasah. Kita harus fokus pada apa yang dibutuhkan, misalnya manajemen keuangan, pemasaran, hingga peningkatan kemasan produk," papar Puspayoga.

Ia yakin bahwa cita-cita dan tekad Pemkab Dharmasraya untuk mandiri melalui koperasi dan UKM bukanlah sesuatu yang sulit dicapai.

"Lihat saja di Singapura, yang menguasai pasar ritel di sana adalah koperasi. Begitu juga di AS, koperasi merupakan unit usaha yang terbilang besar. Di Indonesia juga bisa, asalkan koperasi dikelola dengan baik dan profesional, bukan untuk kepentingan politik praktis sesaat," tegasnya.

Ia minta Bupati Dharmasraya untuk tidak terlalu banyak mendirikan koperasi. Saat ini bukan membangun koperasi secara kuantitas melainkan kualitas.

"Tidak apa-apa jumlah koperasi sedikit, namun berkualitas. Dengan revolusi total koperasi yang kita gulirkan, kita targetkan membangun kualitas koperasi. Sudah banyak koperasi besar di Indonesia dengan aset triliunan rupiah, seperti Kospin Jasa, KSP Sidogiri, dan sebagainya," ujar Puspayoga.

Dari langkah-langkah pemberdayaan koperasi di Indonesia, Puspayoga menjelaskan, kontribusi koperasi terhadap PDB nasional mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2014, kontribusi koperasi pada PDB nasional masih bertengger di level 1,71 persen. Pada akhir 2017, sudah berada pada kisaran 4,48 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan

Kemenkop dan UKM: Pelaku UKM Perlu Strategi Pengembangan

Bisnis | Senin, 11 Maret 2019 | 15:45 WIB

Kemenkop dan UKM Latih 30 Pegiat Film Sumbar tentang Koperasi

Kemenkop dan UKM Latih 30 Pegiat Film Sumbar tentang Koperasi

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2019 | 13:38 WIB

Kemenkop dan UKM Dukung Industri Kreatif Perfilman Berbadan Hukum Koperasi

Kemenkop dan UKM Dukung Industri Kreatif Perfilman Berbadan Hukum Koperasi

News | Senin, 21 Januari 2019 | 11:43 WIB

Menkop dan UKM: Pariwisata Meningkat, UKM pun Tumbuh

Menkop dan UKM: Pariwisata Meningkat, UKM pun Tumbuh

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 09:36 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×