Bantuan Alat Pertanian Mampu Tekan Biaya Operasional Hingga 48 Persen

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 09 April 2019 | 07:51 WIB
Bantuan Alat Pertanian Mampu Tekan Biaya Operasional Hingga 48 Persen
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy. (Dok : Kementan)

Suara.com - Direktur Jenderal Prasaranan dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah diperkirakan mampu menekan biaya operasional petani sekitar 35 persen hingga 48 persen. Ini berarti bantuan tersebut mampu membantu aktivitas petani dalam memperlancar usahanya.

Menurutnya, alsintan semakin berpengaruh pada kesejahteraan petani, sekaligus menjadi solusi terkait makin langka dan mahalnya biaya buruh tani.

“Alsintan mampu menekan biaya operasional 35 hingga 48 persen dalam produksi petani. Dulu, petani bisa membajak sawahnya satu hektare selama berhari-hari, tapi kini cukup 2 hingga 3 jam saja," ujarnya, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Dengan perkembangan positif tersebut, Sarwo Edhy berharap, bantuan alsintan pada 2019 semakin banyak dan semakin menyejahterakan petani.

Sebagai contoh, dengan bantuan combine harvester, panen bisa secara otomatis dalam sekali jalan. Alat tersebut dilengkapi penebas, perontok, yang kemudian mengeluarkan gabah. Petani bisa langsung memasukkan gabah ke dalam karung, sehingga waktu bisa terpangkas dengan efisien.

“Di beberapa tempat, luasan panen mencapai 3 hektare dan bisa dilakukan dalam waktu 3 jam saja, asalkan cuaca bagus dan tanah tidak lembek," ujarnya.

Petani Desa Mundu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) sudah memanfaatkan alsintan dalam 2 - 3 tahun terakhir. Petani pun merasakan manfaat langsung dari aneka alsintan, salah satunya menjadi solusi mahalnya ongkos buruh tani di Kecamatan Mundu, Cirebon.

“Penggunaan alsintan sangat membantu petani, mulai olah tanah hingga panen. Kami bisa mengolah tanah, menanam dan panen lebih cepat sehingga lebih efektif dan efisien," papar Ketua Kelompok Tani  Cikendal Makmur Desa Mundu,  Maman Suherman.

Menurutnya, petani di Desa Mundu sangat terbantu dengan tersedianya alsintan dari UPJA, sebab untuk mendapatkan buruh tani di sini sangat sulit dan ongkosnya mahal.  

baca juga

Bapak empat anak ini juga mengakui, setelah menggunakan alsintan, usaha taninya lebih bagus. Produktivitas padi yang ditanam 5 - 6 ton per hektare gabah kering panen (GKP), yang harganya Rp 3.700 - Rp 3.800 per kilogram.

“Kalau gabah kering giling (GKG) Rp 4.500 per kilogram. Semua gabah dari petani di sini umumnya dijual melalui koperasi," ujarnya.

Menurut Maman, petani Mundu bisa tanam padi 2 kali per tahun, yakni pada Januari - Maret. 

“Memang sawah sebagian besar sudah irigasi, namun di musim kemarau, yaitu April - Juli, petani di sini lebih suka menanam palawija seperti jagung. Setelah musim penghujan, petani bisa menanam padi lagi," kata Maman.

Ia menambahkan, di Desa Mundu masih banyak tengkulak yang membeli padi atau jagung dengan cara ijon, sehinggadijual dengan harga murah.

" Kami minta pemerintah atau Bulog untuk turun tangan mengatasi masalah ini, " ujar Maman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBNU Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai yang Lebihi Target

PBNU Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai yang Lebihi Target

Bisnis | Senin, 08 April 2019 | 09:02 WIB

Kementan : Pestisida Palsu Sangat Rugikan Petani dan Produsen

Kementan : Pestisida Palsu Sangat Rugikan Petani dan Produsen

Bisnis | Senin, 08 April 2019 | 08:09 WIB

Diserang Hama, Petani Karawang Terima Klaim Kerugian dari Jasindo

Diserang Hama, Petani Karawang Terima Klaim Kerugian dari Jasindo

Bisnis | Minggu, 07 April 2019 | 10:09 WIB

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Bisnis | Sabtu, 06 April 2019 | 08:44 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×