22,83 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran Pakai Angkutan Umum

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 22 April 2019 | 14:26 WIB
22,83 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran Pakai Angkutan Umum
Ratusan pemudik bersepeda motor yang akan menyeberang menuju Pulau Sumatera mengantre masuk ke kapal ferry di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Rabu (13/6).

Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pemudik yang menggunakan angkutan umum pada Lebaran tahun ini sebanyak 22,83 juta orang. Angka itu naik 4,4 persen dari realisasi pemudik angkutan umum tahun lalu.

Berdasarkan data Kemenhub, pemudik banyak memilih menggunakan kereta api untuk angkutan mudiknya.

Diprediksi, angkutan kereta api bakal mengangkut 6,45 juta penumpang atau naik 3,41 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 6,24 juta pemudik.

Setelah angkutan kereta api, diikuti oleh angkutan udara yang bakal mengangkut pemudik sebanyak 5,78 juta penumpang atau naik 3,17 persen dari tahun lalu sebanyak 5,6 juta penumpang.

"Kereta api sangat digemari tapi kapasitasnya terbatas. Kita minta mereka (PT KAI) tingkatkan kapasitas. Dan harus perhatikan keselamatan di titik tertentu yang biasa longsor. Karena kalau satu titik longsor, akan terjadi hal masif," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Selanjutnya, angkutan bus bakal mengangkut sebanyak 4,68 penumpang atau naik 3,88 persen dari sebelumnya, sebanyak 4,51 juta penumpang.

Sedangkan, kapal laut dan kapal penyeberangan masing-masing mengangkut 1,08 juta penumpang dan 4,53 juta pada mudik Lebaran tahun ini.

"Dari moda darat signifikan dengan jalan tol tentu antusiasme melalui darat akan bertambah. Tentu persiapan-persiapan tidak seperti sebelumnya. Kalau sebelumnya kita hanya memikirkan kemacetan tidak terjadi tapi sekarang isu-isu berkaitan dengan keselamatan," tutur Budi Karya.

Dalam hal ini, Budi Karya meminta para pemudik tidak menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor untuk perjalanan mudiknya.

Budi Karya meminta pemudik untuk memanfaatkan mudik gratis yang disediakan Kemenhub ataupun perusahaan-perusahaan yang menggelar mudik gratis.

Berdasarkan data prediksi Kemenhub, pemudik yang menggunakan sepeda motor pada tahun ini akan bertambah dari 6,19 juta pemudik menjadi 6,85 juta pemudik.

"Darat terutama karena angka kecelakaan itu tinggi di darat. Tingginya kecelakaan itu akibat motor. Sampai 70 persen. Maka dari itu kami anjurkan saudara-saudara tidak gunakan motor. Kebanyakan, sampai Cirebon sudah kelelahan sekali, maka dari itu kita anjurkan pakai moda lain. Kemenhub sediakan mudik gratis," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiket Pesawat Mudik Lebaran Mahal, Menhub Panggil Para Petinggi Maskapai

Tiket Pesawat Mudik Lebaran Mahal, Menhub Panggil Para Petinggi Maskapai

Bisnis | Senin, 22 April 2019 | 13:19 WIB

Gembok Ini Diklaim Empat Kali Sulit Dibobol

Gembok Ini Diklaim Empat Kali Sulit Dibobol

Lifestyle | Sabtu, 13 April 2019 | 13:03 WIB

Harga Tiket Pesawat Sangat Berdampak, Pemudik Diprediksi Menurun

Harga Tiket Pesawat Sangat Berdampak, Pemudik Diprediksi Menurun

Bisnis | Rabu, 10 April 2019 | 19:57 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB