Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
PLN Jelaskan mengapa tagihan listrik bisa melonjak meski tarif tidak naik. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT PLN menjelaskan bahwa total tagihan listrik pelanggan ditentukan oleh jumlah pemakaian energi serta regulasi pajak daerah setempat.
  • Executive Vice President PLN Gregorius Adi Trianto menyatakan tarif listrik tidak mengalami perubahan sejak bulan Juli tahun 2022.
  • Pelanggan dapat memantau penggunaan energi secara mandiri dan transparan melalui aplikasi PLN Mobile serta fitur pencatatan meteran Swacam.

Suara.com - PT PLN (Persero) menegaskan bahwa besaran pembayaran listrik pelanggan dipengaruhi oleh tingkat pemakaian energi dan sejumlah komponen biaya yang berlaku sesuai regulasi di masing-masing wilayah. 

Untuk itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto  menekankan penting bagi masyarakat memahami komponen yang mempengaruhi pembayaran listrik guna mempermudah pengelolaan konsumsi energi harian.

"PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius lewat keterangannya pada Jumat (15/5/2026). 

Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian Harga Terbaru
PLN Jelaskan mengapa tagihan listrik bisa melonjak meski tarif tidak naik.

Dijelaskannya, tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Jika terdapat perbedaan nilai pembayaran antar periode, hal tersebut umumnya dipicu oleh perubahan pola konsumsi listrik atau komponen biaya lainnya.

Pada layanan pascabayar, total tagihan dihitung dari jumlah pemakaian energi (kWh) yang tercatat pada meteran, kemudian ditambah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya berbeda tiap daerah, materai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi golongan tertentu.

Sementara untuk layanan prabayar, nominal token yang dibeli tidak seluruhnya dikonversi menjadi energi listrik (kWh). Sebagian dana dialokasikan terlebih dahulu untuk membayar PPJ sesuai ketentuan pemda setempat.

Sebagai ilustrasi, pelanggan daya 2.200 VA di Jakarta yang membeli token Rp 200.000 akan dikenakan PPJ 2,4 persen. Nilai yang dikonversi menjadi energi listrik adalah Rp 195.200. Dengan tarif Rp 1.444,70 per kWh, maka pelanggan mendapatkan 135 kWh.

Untuk memudahkan pemantauan, pelanggan dapat melihat riwayat penggunaan listrik dan pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile. Bagi pelanggan pascabayar, tersedia fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) untuk melakukan pencatatan meteran secara mandiri.

Fitur Swacam ini memungkinkan pelanggan memantau kesesuaian pemakaian secara transparan dengan cara mengunggah foto angka stand meter pada periode yang telah ditentukan setiap bulannya.

baca juga

"Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap komponen pembayaran, pelanggan diharapkan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien dan terukur," tutup Gregorius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Terkini

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

Komjen Suyudi Minta Dukungan Warga Indonesia Usai Disetujui DPR Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Lapor Polisi Malah Rumah Diserang! Aksi Brutal Perusakan di Bekasi Viral di Medsos

Bekaci | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Tangis di Balik Pintu Kelas

Tangis di Balik Pintu Kelas

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

Tiba di Istana, Sekjen Golkar Sarmuji Ngaku Diminta Prabowo Urus Sektor Industri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Warga Temukan Mortir saat Cari Tiram di Sungai Krueng Aceh

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Modal Restu Dukun Jarah 36 Lokasi di Surabaya, Maling Motor Keok Didor di Makam Rangkah

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Thom Haye Out, Inikah Susunan Pemain Timnas Indonesia Paling Ideal Hadapi Bangladesh?

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:51 WIB

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×