Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
PLN Jelaskan mengapa tagihan listrik bisa melonjak meski tarif tidak naik. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • PT PLN menjelaskan bahwa total tagihan listrik pelanggan ditentukan oleh jumlah pemakaian energi serta regulasi pajak daerah setempat.
  • Executive Vice President PLN Gregorius Adi Trianto menyatakan tarif listrik tidak mengalami perubahan sejak bulan Juli tahun 2022.
  • Pelanggan dapat memantau penggunaan energi secara mandiri dan transparan melalui aplikasi PLN Mobile serta fitur pencatatan meteran Swacam.

Suara.com - PT PLN (Persero) menegaskan bahwa besaran pembayaran listrik pelanggan dipengaruhi oleh tingkat pemakaian energi dan sejumlah komponen biaya yang berlaku sesuai regulasi di masing-masing wilayah. 

Untuk itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto  menekankan penting bagi masyarakat memahami komponen yang mempengaruhi pembayaran listrik guna mempermudah pengelolaan konsumsi energi harian.

"PLN mendukung pelanggan memahami bahwa pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif listrik, tetapi juga pola penggunaan energi serta komponen lain yang mengikuti ketentuan pemerintah daerah maupun regulasi yang berlaku. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan dapat lebih mudah mengatur konsumsi listrik sesuai kebutuhan,” ujar Gregorius lewat keterangannya pada Jumat (15/5/2026). 

Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian Harga Terbaru
PLN Jelaskan mengapa tagihan listrik bisa melonjak meski tarif tidak naik.

Dijelaskannya, tarif listrik rumah tangga tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022. Jika terdapat perbedaan nilai pembayaran antar periode, hal tersebut umumnya dipicu oleh perubahan pola konsumsi listrik atau komponen biaya lainnya.

Pada layanan pascabayar, total tagihan dihitung dari jumlah pemakaian energi (kWh) yang tercatat pada meteran, kemudian ditambah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besarannya berbeda tiap daerah, materai, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi golongan tertentu.

Sementara untuk layanan prabayar, nominal token yang dibeli tidak seluruhnya dikonversi menjadi energi listrik (kWh). Sebagian dana dialokasikan terlebih dahulu untuk membayar PPJ sesuai ketentuan pemda setempat.

Sebagai ilustrasi, pelanggan daya 2.200 VA di Jakarta yang membeli token Rp 200.000 akan dikenakan PPJ 2,4 persen. Nilai yang dikonversi menjadi energi listrik adalah Rp 195.200. Dengan tarif Rp 1.444,70 per kWh, maka pelanggan mendapatkan 135 kWh.

Untuk memudahkan pemantauan, pelanggan dapat melihat riwayat penggunaan listrik dan pembelian token melalui aplikasi PLN Mobile. Bagi pelanggan pascabayar, tersedia fitur Swacam (Swadaya Catat Angka Meter) untuk melakukan pencatatan meteran secara mandiri.

Fitur Swacam ini memungkinkan pelanggan memantau kesesuaian pemakaian secara transparan dengan cara mengunggah foto angka stand meter pada periode yang telah ditentukan setiap bulannya.

"Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap komponen pembayaran, pelanggan diharapkan dapat memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien dan terukur," tutup Gregorius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

PLN Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging Pertama di Kawasan Wisata Aloha PIK 2

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Terkini

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:59 WIB

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:40 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini

Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:39 WIB

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:19 WIB

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB