Jokowi Geram Proses Perizinan Investasi Ruwet Banyak Aturan

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 23 April 2019 | 16:28 WIB
Jokowi Geram Proses Perizinan Investasi Ruwet Banyak Aturan
Presiden Jokowi saat membuka Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/4/2019). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, mengurus perizinan investasi di Indonesia masih ruwet. Sehingga para investor justru merasa disulitkan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal ini dikatakan Jokowi saat membuka Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

"Kita tahu semua betapa ruwetnya mengurus perizinan di negara kita. Ruwet, lama, biaya yang keluar lebih mahal. Ini problem yang selalu saya dengar dari investor-investor yang ingin masuk ke Indonesia. Artinya eksekusi kita ini lamban," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi menceritakan, setiap bertemu dengan kepala negara atau investor di luar negeri termasuk kunjungan ke Arab Saudi, banyak yang berkeinginan untuk berinvestasi ke Indonesia.

Berdasarkan data Index Ease of Doing Business (indeks kemudahan berbisnis) Indonesia berada di posisi ke 72 per 2017. Kemudian sebelumnya, Indonesia pernah berada di posisi 120 terkait kemudahan berbisnis bagi para investor.

"Sebuah lompatan besar sebetulnya dalam kemudahan berusaha di Indonesia," ucap Jokowi.

Namun kata Jokowi, fakta di lapangan berbeda. Hal tersebut karena masih ruwetnya peraturan-peraturan dan perizinan yang harus dipenuhi.

"Tetapi dalam faktanya banyak keinginan-keinginan investasi baik dari BUMN yang ada dari negara-negara lain atau investor-investor swasta yang ingin masuk ke Indonesia. Sebelum masuk mereka sangat antusias, tapi begitu masuk (ruwet)," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut problemnya berasal dari banyaknya aturan yang harus dipenuhi.

baca juga

"Problemnya ada di diri kita sendiri, terlalu banyak peraturan-peraturan, terlalu banyak izin-izin yang harus dipenuhi. Sehingga mereka sudah masuk tapi balik badan nggak jadi. Nggak satu dua tiga tapi banyak seperti itu yang saya dengar keluar langsung dari mereka," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan kunci pertumbuhan ekonomi di Indonesia ada dua yakni investasi dan ekspor.

"Kalau investasi masuk sebanyak-banyaknya kalau ekspor meningkat setinggi-tingginya. Nggak ada yang lain. Kuncinya hanya dua itu. Tapi sekali lagi, inilah kondisi negara kita. Negara yang penuh dengan peraturan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Quick Count Dituding Curang, Bos Charta Polika Diteror Ditembak Sniper

Quick Count Dituding Curang, Bos Charta Polika Diteror Ditembak Sniper

News | Selasa, 23 April 2019 | 13:38 WIB

Gubernur Lemhanas: Jokowi dan Prabowo Perlu Bertemu Redam Suhu Politik

Gubernur Lemhanas: Jokowi dan Prabowo Perlu Bertemu Redam Suhu Politik

News | Selasa, 23 April 2019 | 13:20 WIB

Update Real Count KPU: Prabowo Tertinggal 3 Juta Suara dari Jokowi

Update Real Count KPU: Prabowo Tertinggal 3 Juta Suara dari Jokowi

News | Selasa, 23 April 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:29 WIB

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:26 WIB

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:17 WIB

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Sepotong Rendang Pelepas Rindu

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?

Video | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:59 WIB

×