Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Jokowi Geram Proses Perizinan Investasi Ruwet Banyak Aturan

Iwan Supriyatna | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 23 April 2019 | 16:28 WIB
Jokowi Geram Proses Perizinan Investasi Ruwet Banyak Aturan
Presiden Jokowi saat membuka Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/4/2019). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, mengurus perizinan investasi di Indonesia masih ruwet. Sehingga para investor justru merasa disulitkan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Hal ini dikatakan Jokowi saat membuka Kongres Ikatan Notaris Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

"Kita tahu semua betapa ruwetnya mengurus perizinan di negara kita. Ruwet, lama, biaya yang keluar lebih mahal. Ini problem yang selalu saya dengar dari investor-investor yang ingin masuk ke Indonesia. Artinya eksekusi kita ini lamban," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi menceritakan, setiap bertemu dengan kepala negara atau investor di luar negeri termasuk kunjungan ke Arab Saudi, banyak yang berkeinginan untuk berinvestasi ke Indonesia.

Berdasarkan data Index Ease of Doing Business (indeks kemudahan berbisnis) Indonesia berada di posisi ke 72 per 2017. Kemudian sebelumnya, Indonesia pernah berada di posisi 120 terkait kemudahan berbisnis bagi para investor.

"Sebuah lompatan besar sebetulnya dalam kemudahan berusaha di Indonesia," ucap Jokowi.

Namun kata Jokowi, fakta di lapangan berbeda. Hal tersebut karena masih ruwetnya peraturan-peraturan dan perizinan yang harus dipenuhi.

"Tetapi dalam faktanya banyak keinginan-keinginan investasi baik dari BUMN yang ada dari negara-negara lain atau investor-investor swasta yang ingin masuk ke Indonesia. Sebelum masuk mereka sangat antusias, tapi begitu masuk (ruwet)," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut problemnya berasal dari banyaknya aturan yang harus dipenuhi.

"Problemnya ada di diri kita sendiri, terlalu banyak peraturan-peraturan, terlalu banyak izin-izin yang harus dipenuhi. Sehingga mereka sudah masuk tapi balik badan nggak jadi. Nggak satu dua tiga tapi banyak seperti itu yang saya dengar keluar langsung dari mereka," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan kunci pertumbuhan ekonomi di Indonesia ada dua yakni investasi dan ekspor.

"Kalau investasi masuk sebanyak-banyaknya kalau ekspor meningkat setinggi-tingginya. Nggak ada yang lain. Kuncinya hanya dua itu. Tapi sekali lagi, inilah kondisi negara kita. Negara yang penuh dengan peraturan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Quick Count Dituding Curang, Bos Charta Polika Diteror Ditembak Sniper

Quick Count Dituding Curang, Bos Charta Polika Diteror Ditembak Sniper

News | Selasa, 23 April 2019 | 13:38 WIB

Gubernur Lemhanas: Jokowi dan Prabowo Perlu Bertemu Redam Suhu Politik

Gubernur Lemhanas: Jokowi dan Prabowo Perlu Bertemu Redam Suhu Politik

News | Selasa, 23 April 2019 | 13:20 WIB

Update Real Count KPU: Prabowo Tertinggal 3 Juta Suara dari Jokowi

Update Real Count KPU: Prabowo Tertinggal 3 Juta Suara dari Jokowi

News | Selasa, 23 April 2019 | 11:05 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB