Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Kurangi Bahan Impor, ITB Kembangkan Produk Katalis Merah Putih

Bangun Santoso | Muslimin Trisyuliono | Suara.com

Selasa, 30 April 2019 | 16:24 WIB
Kurangi Bahan Impor, ITB Kembangkan Produk Katalis Merah Putih
Guru Besar Teknik Industri ITB Prof. Dr. Subagjo. (Suara.com/Muslimin Trisyuliono)

Suara.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) kini tengah melakukan pengembangan katalis untuk proses produksi bahan bakar nabati dan minyak sawit. Diketahui pengembangan tersebut dinamakan 'Katali Merah Putih'.

Guru Besar Teknik Industri ITB Prof. Dr. Subagjo menjelaskan, kunci industri kimia seperti energi terbarukan biomassa dan minyak nabati memerlukan katalis. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat dan mengarahkan reaksi kepada produk yang akan digunakan untuk bahan bakar.

"Dengan katalis reaksi dapat dilaksanakan dengan efisien yang tinggi, sehingga menghemat bahan baku dan energi," ujar Subagjo, Selasa (30/4/2019).

Subagjo menuturkan dari Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis dengan ITB (TRKK-ITB), kini telah menghasilkan beberapa katalis untuk pengolahan minyak mentah dan produksi bahan bakar nabati dan proses proses bahan bakar nabati dari minyak sawit. Di antaranya pengolahan minyak bumi yang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero) yang telah dikomersialkan.

"Saat ini sudah lebih dari 150 ton berbagai jenis katalis sudah telah digunakan di kilang minyak Pertamina," tambahnya.

Menurutnya kebutuhan Indonesia akan katalis mencapai 500 juta dolar AS per tahun dan seluruhnya harus diimpor dari luar negeri. Serta Indonesia telah mengimpor 360 ribu barrel per hari minyak mentah dan 400 ribu per hari bahan bakar minyak yang merupakan sebagian besar penyebab defisit anggaran nasional.

Subagjo telah mulai melakukan penelitian untuk katalis dimulai tahun 1982. Produk katalis buatannya kini sudah bisa digunakan dalam reaktor komersial industri sejak tahun 2011.

Katalis kini memiliki pengaruh besar karena sudah tidak diperjual belikan secara bebas.

"Pengaruhnya sekarang katalis tidak semuanya dijual bebas di pasaran. Sehingga untuk kebutuhan sangat tergantung impor di luar negeri, itu yang membuat kita ingin mengembangkan katalis. Sehingga pertama kita bisa mandiri katalis dan katalis menjadi kunci industri," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosen ITB yang Tewas di Waduk Cirata Dimakamkan Malam Ini

Dosen ITB yang Tewas di Waduk Cirata Dimakamkan Malam Ini

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 22:59 WIB

Ada Luka di Jasad Dosen ITB yang Ditemukan di Waduk Cirata

Ada Luka di Jasad Dosen ITB yang Ditemukan di Waduk Cirata

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 11:59 WIB

Terkini

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:26 WIB

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:23 WIB

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:18 WIB

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT

Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:58 WIB

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp17.180, Ini Faktornya

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:54 WIB

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Kisah PNM Berdayakan Ibu-Ibu Prasejahtera Hingga Juara Nasional Lewat Mekaarpreneur

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan

Tarif Tol Bakal Kena PPN? Hutama Karya Masih Tunggu Kejelasan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:37 WIB

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Menko Pangan Ungkap Alasan Kritisnya Harga Minyakita, Pertimbangkan Naikkan Harga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 16:14 WIB

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB