Perang Dagang Makin Panas, Trump Ancam Berlakukan Tarif Impor China

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Perang Dagang Makin Panas, Trump Ancam Berlakukan Tarif Impor China
Presiden Donald Trump memberikan pidato tentang Suriah di Gedung Putih, Rabu (13/4/2018) [AFP]

Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor 200 miliar dolar AS pada 25 persen barang-barang China.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor 200 miliar dolar AS pada 25 persen barang-barang China. Jumlah barang China meningkat setelah Negeri Tirai bambu tersebut dianggap melanggar kesepakatan.

Pemberlakuan tersebut rencananya dilakukan pada pukul 12:01 hari Jumat waktu setempat, tepat di tengah pertemuan dua hari antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dan para pejabat perdagangan utama Trump di Washington.

"Saya baru saja mengumumkan bahwa kami akan menaikan tarif dan kami tidak akan mundur sampai China berhenti menipu pekerja kami dan mencuri pekerjaan kami, dan itulah yang akan terjadi, jika tidak, kami tidak harus melakukan bisnis dengan mereka," kata Trump seperti dikutip dari Reuters.

"Mereka melanggar kesepakatan. Mereka tidak bisa melakukan itu. Jadi mereka akan membayar. Jika kita tidak membuat kesepakatan, tidak ada salahnya menerima lebih dari 100 miliar dolar AS per tahun," tambahnya.

Dalam hal ini pemerintah China tak tinggal diam. Negara dengan Ibu Kota Beijing itu akan membalas jika tarif impor naik.

"Pihak China sangat menyesalkan jika langkah-langkah tarif AS diterapkan, China harus mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan China di situs webnya.

Untuk diketahui, dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak Juli 2018 atas tuntutan AS bahwa pembangkit tenaga listrik Asia mengadopsi perubahan kebijakan antara lain, akan lebih melindungi kekayaan intelektual Amerika dan membuat pasar China lebih mudah diakses oleh perusahaan AS.

Reuters mengutip sumber-sumber pemerintah dan sektor swasta AS, melaporkan bahwa China telah mundur pada hampir semua aspek dari rancangan perjanjian perdagangan dan mengancam akan membatalkan negosiasi, serta mendorong Trump untuk melakukan kenaikan tarif.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS