Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Program Demplot Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktifitas Pangan

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Selasa, 14 Mei 2019 | 14:15 WIB
Program Demplot Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktifitas Pangan
Petani Bawang Merah. (Dok: Pupuk Indonesia)

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yaitu Pupuk Kujang, Pupuk Sriwidjaja Palembang serta Petrokimia Gresik dan Pupuk Kaltim berhasil meningkatkan produktifitas padi, jagung, dan bawang.

Peningkatan produktifitas pertanian tersebut tak terlepas dari penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang yang dilakukan berdasarkan program demonstration plot (demplot).

Program Demplot ini dilakukan sebagai bentuk layanan dan edukasi yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia Grup kepada petani untuk mendorong produktifitas lahan dan hasil pertanian masyarakat dengan mengedukasi langsung penggunaan pupuk secara tepat dan berimbang sehingga hasil panen yang didapatkan lebih maksimal.

Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana menjelaskan program demplot sebagai bentuk layanan dan edukasi dari Pupuk Indonesia Grup kepada petani untuk mendorong produktifitas lahan dan hasil pertanian masyarakat.

Hingga April 2019 program demplot tercatat dilakukan di 109 unit di berbagai wilayah seperti NTB, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Dengan jenis tanaman yang berbeda dengan karakteristik lahan yang beragam maka dibutuhkan pola pemupukan yang sesuai untuk mendorong produktifitas lahan," ujar Wijaya Laksana dalam keterangannya, Selasa (14/5/2019).

Program demplot yang dilakukan Pupuk Kaltim bersama kelompok tani Ambalawi Jaya di Kecamatan Ambalawi, Nusa Tenggara Barat telah mencatat produksi bawang merah yang meningkat hingga 30 persen atau mencapai 20 ton per hektare.

Perwakilan kelompok tani Ambalawi Jaya, Damrus menjelaskan, program demplot dengan pola pemupukan berimbang menggunakan NPK Pelangi komposisi 16-16-16 dari Pupuk Kaltim petani bisa menghasilkan bawang merah 15 ton per hektare.

Ia menambahkan, dengan menggunakan pupuk ini meski curah hujan tinggi tidak mempengaruhi hasil panen.

baca juga

"Umbi bawang yang dihasilkan juga jauh lebih besar dari biasanya. Apalagi kalau musim hujan seperti ini pasti banyak yang busuk. Tapi hasil demplot sepertinya tidak tergantung curah hujan dan panen tetap maksimal," ujar Damrus.

Sedangkan peningkatan produktifitas bawang merah melalui demplot di Kabupaten Bima mencapai 20 ton per hektare. Capaian tersebut sebelumnya tidak pernah terjadi di Bima dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan produktifitas bawang merah melalui demplot ini disambut antusias Pemerintah Kabupaten Bima melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Indra Jaya.

Diungkapkannya, hasil panen bawang merah yang mencapai 20 ton per hektare tidak pernah terjadi di Bima dalam 10 tahun terakhir.

Jika pola pemupukan berimbang menggunakan NPK Pelangi berdasarkan demplot diterapkan petani secara konsisten, bukan hal mustahil Kabupaten Bima akan kembali meraih kejayaan sentra bawang merah di Indonesia.

Program demplot lainnya juga dilakukan di Kabupaten Sumenep oleh Petrokimia Gresik dengan menggunakan NPK Phonska Plus.

Program ini terbukti meningkatkan hasil panen padi di wilayah tersebut sebanyak rata-rata 7,2 ton per hektarnya.

“Kenaikannya signifikan, sekitar 1,5 ton per hektar, karena selama ini saya panen padi di sawah paling hanya 5,7 ton, bahkan pernah hanya mencapai 4,5 ton per hektarnya,” ungkap Ketua Gapoktan Al-Mawwada, Imron fauzi.

Dengan pengaruh positif program demplot terhadap produktifitas lahan dan meningkatkan hasil panen, program ini diharapkan dilakukan secara konsisten terutama di wilayah-wilayah lumbung padi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Akan Periksa Aas Asikin, Direktur Utama Pupuk Indonesia

KPK Akan Periksa Aas Asikin, Direktur Utama Pupuk Indonesia

News | Selasa, 14 Mei 2019 | 10:25 WIB

Pupuk Indonesia Siap Antar 5.500 Pemudik Pulang ke Kampung Halaman

Pupuk Indonesia Siap Antar 5.500 Pemudik Pulang ke Kampung Halaman

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 13:43 WIB

Berkah Ramadan, Pupuk Indonesia Bagi-bagi Sembako Hingga Gelar Mudik Gratis

Berkah Ramadan, Pupuk Indonesia Bagi-bagi Sembako Hingga Gelar Mudik Gratis

Bisnis | Senin, 06 Mei 2019 | 12:20 WIB

Terkini

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:10 WIB

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup

Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:54 WIB

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Buronan Dugaan Korupsi Terminal Barang Dumai Ditangkap Kejagung di Aceh

Buronan Dugaan Korupsi Terminal Barang Dumai Ditangkap Kejagung di Aceh

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:38 WIB

×