Untuk Keuntungan Petani, Kementan Terus Sosialisasikan Asuransi Padi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 23 Mei 2019 | 08:20 WIB
Untuk Keuntungan Petani, Kementan Terus Sosialisasikan Asuransi Padi
Ilustrasi sawah. (Dok : Kementan)

Suara.com - Demi memberikan keuntungan bagi para petani dan mereka tak khawatir gagal panen, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mensosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, hanya dengan mengeluarkan uang setara sebungkus rokok, petani tidak perlu lagi khawatir dengan bencana alam yang mengancam tanaman dan lahannya.

Sarwo Edhy menjelaskan, per musim tanam, petani hanya dituntut mengeluarkan uang Rp 36 ribu atau sekitar 20 persen per hektare dari Rp 180 ribu. Selebihnya, Rp 144 ribu atau sekitar 80 persen ditanggung pemerintah.

"Jika suatu saat nanti, lahan sawah petani terkena banjir, kekeringan, serangan organisma pengganggu tanaman (OPT) dan sawahnya rusak 75 persen per petak alami, akan kami ganti Rp 6 juta per hektare per musim tanam," ujarnya, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sarwo Edhy menjelaskan, tujuan dari asuransi tersebut adalah untuk memberikan semangat kepada para petani agar tidak khawatir bila terjadi bencana. Dengan nilai pertanggungan itu, petani bisa kembali bercocok tanam.

Selain AUTP, Kementan juga membuat Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dengan premi Rp 200 ribu per ekor. Peternak mengeluarkan uang Rp 40 ribu, atau sekitar 20 persen, dan selebihnya Rp 180 ribu, atau 80 persen ditanggung pemerintah.

"Nilai pertanggungan kalau mati yang disebabkan mati saat beranak, mati karena penyakit, dan mati karena kecelakaan adalah Rp 10 juta per ekor. Kalau hilang karena kecurian, dapat Rp 7 juta per ekor. Mudah-mudahan petani kita bisa lebih memanfaatkan program asuransi yang sangat baik ini," ujar Sarwo Edhy.

"Semoga petani semakin memanfaatkan peluang yang di sodorkan Kementan, dari budi daya hingga asuransi padi dan ternak sapi atau kerbau," sambungnya.

Menurutnya, klaim AUTP pada 2015 ada 3.492 hektare, 2016 ada 11.107 hektare, 2017 naik lagi 25.028 hektare dan 2018 ada 10.754 hektare.

"Ini luar biasa. Tinggal dikalikan saja. Untuk padi dikali Rp 6 juta, untuk sapi Rp 10 juta," ujar Sarwo Edhy.

baca juga

Kementan memprogramkan AUTP untuk 2019, sekitar satu juta hektare, dengan realisasi hingga saat ini sekitar 76.702 hektare. Presentasenya 7,67 persen dari pagu anggaran Rp 146 miliar, kemudian real bantuan premi Rp 2.820.761.280 atau 19.588,62 hektare.

Untuk AUTS dan kerbau mengalami peningkatan. Pada 2016 hanya 20 ribu ekor, pada 2017 sekitar 92 ribu ekor, dan pada 2018 sebanyak 88.673 ekor. Kemudian klaim pada 2016 ada 697 ekor, pada 2017 ada 3.470 ekor, dan pada 2018 ada 1.736 ekor.

Perkembangan AUTS target di 2019 ini sekitar 120 ribu ekor, realisasi polis ada 7.553 ekor pagu anggaran Rp 19,2 miliar, dan bantuan premi kurang lebih Rp 1,1 miliar atau 80 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Capaian Kinerja Ditjen PSP Kementan hingga Kuartal I-2019

Ini Capaian Kinerja Ditjen PSP Kementan hingga Kuartal I-2019

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2019 | 21:36 WIB

Kementan Minta Pemerintah Daerah Tetap Pertahankan Lahan Sawah

Kementan Minta Pemerintah Daerah Tetap Pertahankan Lahan Sawah

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2019 | 07:20 WIB

Kementan Sosialisasikan Aturan Pendaftaran Pupuk Organik di Semarang

Kementan Sosialisasikan Aturan Pendaftaran Pupuk Organik di Semarang

Bisnis | Senin, 20 Mei 2019 | 07:54 WIB

Kementan Minta Daerah Jaga Baik Bantuan Alsintan

Kementan Minta Daerah Jaga Baik Bantuan Alsintan

Bisnis | Sabtu, 18 Mei 2019 | 07:33 WIB

Terkini

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:10 WIB

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

News | Minggu, 27 September 2026 | 19:07 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

3 Shio yang Diprediksi Hoki 28 September-4 Oktober 2026, Berpeluang Menarik Kekayaan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

×