NTB Miliki Varietas Unggulan, Durian Si Gundul Tanpa Duri

Fabiola Febrinastri

Senin, 10 Juni 2019 | 08:29 WIB
NTB Miliki Varietas Unggulan, Durian Si Gundul Tanpa Duri
Durian Si Gundul tanpa duri dari NTB. (Dok : Kementan)

Suara.com - Selama ini, kita mengenal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai sentra produksi berbagai komoditas hortikultura unggulan, seperti manggis di Narmada dan bawang putih di Sembalun. Namun ada satu jenis buah langka yang belum banyak diekspos, yaitu durian tanpa duri atau dinamai durian "Si Gundul".

Keunggulan dan keunikan yang dimiliki buah ini terletak pada buahnya yang tidak memiliki duri, seperti pada buah durian pada umumnya. Daging buah Si Gundul berwarna kuning muda dengan rasa manis, daging buahnya tebal sedang hampir sama dengan dengan buah durian pada umumnya. Berat buah rata-rata berkisar antara 0,87 - 1,50 kilogram.

Durian Si Gundul memiliki daya adaptasi yang luas, karena dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga menengah, sehingga mulai banyak dikembangkan di NTB dan beberapa wilayah Indonesia.

Wardi, Kepala BPSB Provinsi NTB menjelaskan, berdasarkan data perbanyakan benih melalui sertifikasi dari 2008 - 2018, telah dikembangkan 23.409 batang dan telah tersebar di wilayah NTB, yang sebagian dikirim ke luar provinsi.

Durian Si Gundul tanpa duri dari NTB. (Dok : Kementan)
Durian Si Gundul tanpa duri dari NTB. (Dok : Kementan)

"Sentra utama buah ini terdapat di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada. Dengan segala keunikan dan kelebihannya, durian ini resmi didaftarkan menjadi varietas unggul nasional pada 22 April 2008, dengan Nomor : 440/Kpts/SR.120/4/2008 dengan nama Si Gundul," jelas Wardi.

Ia menambahkan, Pohon Induk Tunggal (PIT) buah ini terdapat di tepi hutan kawasan lindung Gunung Rinjani, yang termasuk wilayah Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

"PIT durian Si Gundul, saat ini tidak berbuah lagi, karena bakal buah rontok akibat musim hujan. Penangkar benih buah-buahan di daerah NTB memperbanyak benih buah ini sejak diresmikan menjadi varietas unggul nasional," lanjutnya.

Wardi menyebutkan, penangkar yang memperbanyak pertama kali adalah Ahmad Fauzi, pimpinan UD. Hikmah. Pada 2009, Ahmad mengirim benih durian si Gundul ke Ciliungsi, Bogor untuk dibudidayakan sebanyak 2000 benih.

"Saat ini, banyak penangkar benih hortikultura yang memproduksi benih durian si Gundul, namun jumlahnya masih terbatas, karena permintaan di pasar kurang banyak. Benih durian yang banyak diminati saat ini adalah Kani, Matahari dan Otong," papar Wardi.

baca juga

Pohon durian tanpa duri ini sudah mulai berbuah, namun hanya sedikit, sehingga belum tersedia di pasaran. Permasalahan yang dihadapi adalah tanaman yang sudah berbunga gagal berbuah, yang kemungkinan disebabkan faktor cuaca.

"Setelah diobservasi ternyata posisi letak putik dan benangsari durian Si Gundul berjauhan, sehingga sering gagal melakukan penyerbukan sendiri dan memerlukan penyerbukan dengan bantuan manusia. Hal ini salah satu pemicu terjadinya gagal pembentukan buah," jelasnya.

Tim dari BPSB Provinsi NTB telah mencoba melakukan penyerbukan dengan bantuan manusia, dengan cara dikawinkan dengan durian Tong Medaye dan telah berhasil terbentuk bakal buah,, namun rontok karena hujan.

Pada 2018, BPSB Pertanian Provinsi NTB mendapatkan penghargaan TOP 99 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Penyelamatan Plasma Nutfah Provinsi NTB sebagai Varietas Unggul Nasional melalui Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Hortikultura terkait durian ini.

Observasi tentang durian Si Gundul telah dilakukan selama 10 tahun oleh BPSB Pertanian Provinsi NTB, bersama dengan Prof. Dr. Reza Tirtawinata, ahli durian dari Taman Buah Mekarsari dan Yayasan Durian Nusantara di taman kerajaan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Petani dari Pupuk Organik Mutu Rendah, Kementan Revisi Permentan

Lindungi Petani dari Pupuk Organik Mutu Rendah, Kementan Revisi Permentan

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 07:57 WIB

Optimalkan Sumber Air, Kementan Yakin Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

Optimalkan Sumber Air, Kementan Yakin Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

Bisnis | Jum'at, 07 Juni 2019 | 06:54 WIB

Dukung Kebutuhan Tanaman Pangan, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Dukung Kebutuhan Tanaman Pangan, Kementan Bangun Irigasi Perpompaan

Bisnis | Kamis, 06 Juni 2019 | 08:00 WIB

Kementan Optimistis Program Serasi Mampu Tingkatkan Produksi Pertanian

Kementan Optimistis Program Serasi Mampu Tingkatkan Produksi Pertanian

Bisnis | Selasa, 04 Juni 2019 | 08:59 WIB

Terkini

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

×