Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Perkuat Modal, Klub Bola di Indonesia Diminta Catatkan Sahamnya di BEI

Iwan Supriyatna, Muslimin Trisyuliono

Senin, 17 Juni 2019 | 12:19 WIB
Perkuat Modal, Klub Bola di Indonesia Diminta Catatkan Sahamnya di BEI
PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau yang dikenal Bali United mencatatkan sahamnya di BEI. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menuturkan, dengan masuknya PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) atau yang dikenal Bali United di BEI dapat menjadikan Bali United semakin kuat dari segi permodalan.

Dengan melihat potensi tersebut, Inarno berharap klub bola lain yang ada di Indonesia turut mengikuti langkah Bali United untuk masuk ke pasar modal.

"Kami harap perusahaan sejenis dari klub bola lain bisa ikut turut melantai mengikuti Bali Bintang Sejahtera untuk meramaikan pasar modal Indonesia dan sepakbola di negara tercinta ini," ujar Inarno Djajadi, Senin (17/6/2019).

Inarno menuturkan, Bali United merupakan perusahaan yang memiliki fasilitas dan aset yang cukup besar. Salah satu aset yang dimiliki perseroan diantaranya merchandise store, akademi, radio dan marketing agency.

Dengan masuknya Bali United ke pasar modal, dapat menjadi sarana untuk menggalang dana segar yang bersumber dari investor dan masyarakat umum.

Selain itu, Inarno berpesan Bali United sebagai perusahaan yang tercatat di BEI untuk lebih mengelola perusahaannya secara profesional, transparan serta akuntabel.

"Kami harapkan setelah tercatatnya PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, perusahaan dapat terus menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan yang baik," terangnya.

Untuk diketahui, induk usaha klub Bali United ini menawarkan sebanyak 2 miliar lembar saham atau 33,33% sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Dengan demikian perusahaan akan memperoleh dana senilai Rp 350 miliar.

Dana ini akan digunakan untuk belanja modal seperti pengembangan fasilitas, perekrutan pemain atau pelatih, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi dan ekspansi outlet Bali United Store.

baca juga

Kegiatan utama perusahaan saat ini dibagi dalam tiga segmen, mencakup manajemen klub sepak bola profesional, sport agency dan kafe atau restoran.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melantai di BEI, Saham Bali United Kena Auto Reject Atas

Melantai di BEI, Saham Bali United Kena Auto Reject Atas

Bisnis | Senin, 17 Juni 2019 | 10:02 WIB

Ryuji Utomo Blunder, Persija Berlutut di Markas Bali United

Ryuji Utomo Blunder, Persija Berlutut di Markas Bali United

Bola | Jum'at, 31 Mei 2019 | 23:48 WIB

Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Pekan Ketiga Liga 1 2019

Jadwal Pertandingan dan Siaran Langsung Pekan Ketiga Liga 1 2019

Bola | Senin, 27 Mei 2019 | 08:41 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×