Pembangunan Pabrik Baja Asal China di Kendal Senilai Rp 35 T Terganjal RTRW

Iwan Supriyatna

Selasa, 18 Juni 2019 | 13:47 WIB
Pembangunan Pabrik Baja Asal China di Kendal Senilai Rp 35 T Terganjal RTRW
Ilustrasi lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2).

Suara.com - Hebei Bishi Steel Group yang merupakan produsen baja asal China berencana mendirikan pabrik baja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

Namun, rencana tersebut rupanya belum bisa terealisasi dalam waktu dekat.

Pembangunan pabrik yang rencana dinamai PT Kendal Steel Indonesia dengan investasi senilai Rp 35 triliun itu belum bisa terealisasi karena lahannya masih terkendala rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Selain karena berada di garis pantai, tempat itu masuk kawasan lindung hutan bakau dan sempadan sungai.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun tidak setuju sebelum ada penyesuaian. Pihaknya pun akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk membahas peraturan presiden dengan kementerian terkait.

Hal itu dilakukan karena selain RTRW, investor juga terkendala existing lingkungan.

"Kalau kita terima, sesuaikan regulasi RTRW serta pertimbangan akan menumbuhkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat atau tidak. Mereka kan biasanya butuh hamparan lahan. Bagaimana kalau desainnya diubah berkelok, sehingga tidak menyalahi regulasi," kata Ganjar saat menerima Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Aribowo, di Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (17/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyatakan bahwa dirinya dijanjikan mendapat dukungan penuh dari pemerintah Presiden Joko Widodo untuk kegiatan investasi.

"Jateng di-support karena pertimbangan kondusivitas, hubungan industrial dan pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, hitungan ekses sosial dan lingkungan serta secara detil kabupaten atau kota harus tetap menjaga keseimbangan. Intinya, meski investasi penting, keseimbangan lingkungan tetap harus terjaga," tandasnya.

baca juga

Di Kabupaten Kendal sendiri, untuk pertumbuhan industri luas lahannya mencapai 5.392,03 hektar.

Kawasan industri terpadu 633 hektar dan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 2.443 hektar. Sedangkan kawasan lindung sebesar 449,414 hektar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PT Kendal Steel Indonesia merupakan pabrik baja yang akan dibangun hasil kerja sama perusahaan baja asal China, Hebei Bishi Steel Group, dengan perusahaan asal Indonesia, PT Seafer Kawasan Industri.

PT Seafer Kawasan Industri bahkan sudah menyediakan lahan seluas 700 hektare di Kecamatan Patebon, Kendal. Pabrik baja PT Kendal Steel Indonesia itu kabarnya akan menelan investasi senilai Rp 35 triliun dan digadang-gadang menjadi pabrik baja terbesar di Asia.

Berita ini sebelumnya dimuat Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul berita "Rencana Produsen Baja asal Tiongkok Bangun Pabrik di Kendal Terganjal RTRW"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Gubernur Jateng 'Akali' Aturan PPDB 2019

Cara Gubernur Jateng 'Akali' Aturan PPDB 2019

Jawa Tengah | Selasa, 18 Juni 2019 | 05:58 WIB

Ganjar Pranowo Ancam Masyarakat yang Masih Berani Terbangkan Balon Udara

Ganjar Pranowo Ancam Masyarakat yang Masih Berani Terbangkan Balon Udara

Jawa Tengah | Rabu, 12 Juni 2019 | 11:08 WIB

SBY dan Megawati Salaman di TMP Kalibata, Ganjar: Semua Senang

SBY dan Megawati Salaman di TMP Kalibata, Ganjar: Semua Senang

Jawa Tengah | Senin, 03 Juni 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

×