Gubernur Sumsel : Pertanian Jadi Potensi yang Dapat Turunkan Kemiskinan

Fabiola Febrinastri

Rabu, 03 Juli 2019 | 08:02 WIB
Gubernur Sumsel : Pertanian Jadi Potensi yang Dapat Turunkan Kemiskinan
Combine harvester milik Kementan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru menyatakan, sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang dapat menurunkan angka kemiskinan di Sumsel. Provinsi ini mendapatkan kuota lebih kurang 200.000 hektare dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dan hampir separuh lokasinya berada di Kabupaten Banyuasin, yang kondisi alamnya rawa dan lebak.

Pernyataan ini diungkapkan Herman saat tanam perdana Padi IP 300 dalam program Serasi tahun 2019 di Sumsel, yang dipusatkan di kawasan Jalur II Desa Sebubus Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Senin (1/7/2019).

Ia menyambut baik adanya terobosan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan), yang telah merealisasikan program Serasi di Sumsel.

"Melalui program Serasi yang ditandai dengan penanaman perdana Padi IP 300, diharapkan akan membawa kesejahteraan bagi petani Sumatera Selatan," kata Herman.

Ia menambahkan, dalam Program Serasi, pemerintah berupaya berinovasi dengan cara mengubah lahan yang dulunya tidak produktif menjadi produktif. Jika sebelumnya lahan yang ditanami padi hanya panen sekali dalam satu tahun, maka melalui teknologi dapat ditingkatkan dua kali panen dalam setahun.

Menurutnya, peningkatan hasil produksi pertanian tidak bisa hannya diusahakan oleh satu pihak namun banyak faktor yang mempengaruhi, yaitu kesiapan sarana pengairan (irigasi), ketersediaan pupuk, benih unggul, pemeliharaan tanaman, dan yang terpenting adalah semangat dan produktivitas petani.

"Sama halnya juga dengan Program Serasi yang digagas Kementerian Pertanian ini. Melalui program ini, kita berharap ada peningkatan produksi, jika sebelumnya tujuh ton per hektare naik menjadi delapan ton setiap hektare. Saya ajak petani untuk menggunakan teknologi, salah satunya penggunaan alat ukur PH air dan tanah sebelum menanam benih," jelasnya.

Herman juga minta Bupati Banyuasin untuk memberikan perhatikan pada petani setempat, dengan membantu penyerapan beras dan gabah petani.

Hal tersebut telah dilakukan Pemprov Sumsel, yakni menyerap beras petani melalui Bulog, yang selanjutnya dibagikan pada kalangan pegawai baik ASN maupun honorer sebagai tambahan.

baca juga

"Harapan saya kepada kepala daerah, ikut andil dalam penyerapan hasil produksi. Jangan petani kita pacu berproduksi tinggi, namun tidak ada upaya maksimal dalam penyerapan gabah. Demikian juga dengan Bulog, saya minta tetap optimal dalam membeli beras dan gabah petani," tuturnya.

Sementara itu, Kades Sebubus, Kecamatan Air Kumbang, Salman, menyebutkan, dalam Program Serasi, di desa yang dipimpinnya melibatkan 13 kelompok tani dengan jumlah 380 anggota. Adapun luasan lahan yang masuk dalam program ini adalah 650 hektare. Dari luasan tersebut, yang ditanami padi IP 300 seluas 550 hektare.

"Harapan kami, Program Serasi ini dapat memberikan andil dalam mendukung Sumsel lumbung pangan," ujarnya

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy minta agar lahan pasang surut di Kecamatan Air Kumbang, Banyuasin, pada akhir Juli sudah selesai, dengan kondisi 100 persen.

Menurutnya, rawa adalah masa depan Indonesia. Terdapat 10 juta hektare yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif, antara lain di Sumsel dan Kalsel.

"Kita fokus untuk penyelesaian Program Serasi di Sumsel, karena program di sini terbesar," tambah Sarwo Edhy.

Kementan memang sedang gencar menggarap lahan rawa lebak dan pasang surut. Kementan pun memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa ekskavator, yang diberikan kepada masyarakat tani agar dioptimalkan pemanfaatannya.

"Dengan memanfaatkan ekskavator tersebut, maka lahan rawa dan lebak menjadi produktif, seperti di Sumatera Selatan," katanya.

Untuk lahan rawa, Ditjen PSP telah menyiapkan bantuan 200 unit ekskavator besar dan 14 unit ekskavator mini dari pengadaan tahun 2018. Rencananya akan dilakukan penambahan sebanyak 30 unit ekskavator mini pada tahun 2019.

Sarwo menyebutkan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit di Provinsi Sumsel. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

"Ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Alsintan dan ekskavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif," ujarnya.

Ia berharap, produksi pangan, khususnya beras, akan meningkat dan kesejahteraan petani tercapai. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarau Datang, Kementan Minta Petani Asuransikan Sawahnya Sebelum Ditanami

Kemarau Datang, Kementan Minta Petani Asuransikan Sawahnya Sebelum Ditanami

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2019 | 07:51 WIB

Jalankan Amanat Presiden Jokowi, Kementan efesiensi Belanja Alistan

Jalankan Amanat Presiden Jokowi, Kementan efesiensi Belanja Alistan

Bisnis | Minggu, 30 Juni 2019 | 23:43 WIB

Waspada Perubahan Iklim, Kementan Gelar Training Untuk Petani

Waspada Perubahan Iklim, Kementan Gelar Training Untuk Petani

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2019 | 08:20 WIB

Ditjen PSP Bahas Pengembangan Sumber Daya Pertanian untuk Trans Papua

Ditjen PSP Bahas Pengembangan Sumber Daya Pertanian untuk Trans Papua

Bisnis | Kamis, 27 Juni 2019 | 10:22 WIB

Kementan Terus Perbaiki dan Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Kementan Terus Perbaiki dan Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 07:32 WIB

Subsidi Asuransi Pertanian Rp 163 Miliar, Kementan Perbaiki Pelayanan

Subsidi Asuransi Pertanian Rp 163 Miliar, Kementan Perbaiki Pelayanan

Bisnis | Sabtu, 22 Juni 2019 | 08:24 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×