Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Trump Sebut China Sebagai Pembunuh Perjanjian Perang Dagang

Bangun Santoso, Achmad Fauzi

Kamis, 08 Agustus 2019 | 08:32 WIB
Trump Sebut China Sebagai Pembunuh Perjanjian Perang Dagang
Presiden AS, Donald Trump. [AFP/Saul Loeb]

Suara.com - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China terus memanas. Kedua negara pun melakukan aksi serangannya masing-masing. Dilansir Reuters, Presiden Donald Trump menyebut China sebagai pembunuh kesepakatan. Pasalnya, China akan berhenti membeli produk pertanian AS.

Selain itu, China juga menahan ekspor bahan kimia ke AS. Padahal, bahan kimia tersebut merupakan bahan membuat segala peralatan mulai i-Phone hingga peralatan militer.

Namun, trump mengatakan bahwa reaksi pasar telah diantisipasi, tetapi ia tetap percaya diri pada kekuatan ekonomi AS.

"Pada akhirnya, itu akan menjadi jauh lebih tinggi daripada yang pernah terjadi, karena China seperti jangkar pada kita. China membunuh kami dengan kesepakatan dagang yang tidak adil," ujar Trump.

Tensi Perang perdagangan AS-China meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir setelah AS pada Senin mencap Beijing sebagai manipulator mata uang untuk pertama kalinya sejak 1994, dan akan memberlakukan tarif 10 persen pada sisa 300 miliar dolar AS impor China, mulai 1 September.

Langkah-langkah itu membuat pasar keuangan goyah dan memicu kekhawatiran tentang resesi global.

Imbal hasil AS turun pada hari Rabu, dengan imbal hasil 30 tahun mendekati rekor terendah, di tengah meningkatnya kekhawatiran penurunan global dan taruhan Federal Reserve harus memangkas suku bunga lebih jauh untuk menghadapi risiko resesi yang semakin besar.

Para pejabat Gedung Putih masih mengharapkan para perunding China datang ke Washington pada bulan September untuk mengadakan pembicaraan, dan bahwa tarif terbaru masih dapat dihindari jika dua ekonomi terbesar dunia itu membuat kesepakatan dalam perjanjian perdagangan.

Akan tetapi harapan untuk kesepakatan meredup dan tekanan domestik tumbuh untuk Trump untuk memutuskan kesepakatan dengan Beijing.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Melemah, Air China akan Hapus Penerbangan Rute Beijing-Hawaii

Permintaan Melemah, Air China akan Hapus Penerbangan Rute Beijing-Hawaii

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2019 | 08:56 WIB

Ingin Produk Amerika Berjaya, Donald Trump Ancam Sektor Otomotif Eropa

Ingin Produk Amerika Berjaya, Donald Trump Ancam Sektor Otomotif Eropa

Otomotif | Minggu, 04 Agustus 2019 | 06:00 WIB

Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada

Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 13:51 WIB

Perang Dagang AS-China Malah Makin Memanas

Perang Dagang AS-China Malah Makin Memanas

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 09:42 WIB

Beda Pendapat dengan Trump Soal Rusia, Kepala BIN Amerika Mundur

Beda Pendapat dengan Trump Soal Rusia, Kepala BIN Amerika Mundur

News | Senin, 29 Juli 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB