Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada

Jum'at, 02 Agustus 2019 | 13:51 WIB
Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara mengenai kebijakan Presiden Donald Trump yang memberi tambahan tarif 10 persen terhadap produk impor China. Menurutnya, perang dagang AS dan China berdampak pada perlemahan ekonomi dunia.

Akibat perang dagang AS dan China perekonomian dunia diprediksi akan turun hingga 0,5 persen di 2019. Salah satu pemicu perlambatan ekonomi yaitu penurunan kinerja ekspor dan impor.

"Jadi seluruh negara itu akan mengalami adjusment karena tantangan eksternal balance mereka akan berubah terutama dari ekspor impor. Kita juga melihat tekanan terhadap perdagangan internasional juga sudah terlihat di dalam kinerja ekspor kita," ujar Sri Mulyani di Menara Kadin, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya kebijakan Presiden Trump untuk menaikan tarif sebagai sinyal tidak menggembirakan. Padahal dalam beberapa waktu lalu Presiden Trump dan Xi Jinping sudah menyepakati terkait perang dagang di forum G20 di Osaka Jepang.

Kemudian mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjabarkan, pemerintah Indonesia harus fokus terhadap faktor domestik untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi global. Selain itu pemerintah diimbau terus berhati-hati terhadap naiknya tensi perang dagang.

"Kita juga harus terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya perang dagang yang eskalasinya memang sudah disampaikan satu tahun terakhir," terangnya.

Untuk diketahui, perang dagang antara Amerikat Serikat (AS) dengan China kembali memanas. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump memberikan tarif impor baru kepada China.

Seperti dilansir Reuters, Trump memberikan tarif tambahan 10 persen menjadi 300 miliar dolar AS pada produk-produk impor dari China. Tarif tersebut bakal berlaku pada 1 September.

"Pembicaraan perdagangan terus berlanjut, dan selama pembicaraan tersebut, AS akan mulai, pada 1 September, memberikan tambahan tarif 10 persen untuk sisa 300 Miliar Dolar AS barang dan produk yang berasal dari China ke Negara kami. Ini belum termasuk 250 Miliar Dolar AS yang sudah Tarif di 25 persen," ujar Trump.

Baca Juga: Sri Mulyani ke PNS Kemenkeu: Kalau Merasa Tidak Cocok, Keluar Dari Sekarang

Dalam hal ini, Trump juga menyalahkan China karena tidak menepati janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI