Petani di Lampung Timur Maksimalkan Irigasi Saat Musim Kemarau

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 09:33 WIB
Petani di Lampung Timur Maksimalkan Irigasi Saat Musim Kemarau
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy, melakukan kunjungan kerja ke Lokasi Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. (Dok : Kementan).

Suara.com - Demi bisa mengairi lahan pertanian di Lampung Timur (Lamtim) di saat musim kemarau seperti ini, Kementerian Pertanian (Kementan), minta agar rehabilitasi saluran irigasi dipercepat. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

"Petani harus mengelola airnya dengan bijak secara bergilir. Bila perlu, dibentuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)," katanya, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

P3A mengelola atau memelihara jaringan irigasi tersier dan mencari solusi secara lebih mandiri terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang muncul di tingkat usaha tani. Sarwo mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementan, untuk mendongkrak peningkatan produksi pangan secara signifikan.

"Saat ini, penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai menjadi fokus dalam peningkatan produksi pangan, diantaranya melalui pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan atau pencetakan sawah baru dan penyediaan alat mesin pertanian," ujar Sarwo.

Dari penyediaan sarana dan prasarana tersebut, secara kuantitas mengalami peningkatan. Begitu pula dengan pembangunan atau rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah dilaksanakan mampu memberikan kontribusi perluasan coverage area tanaman yang terairi.

"Namun saat ini, yang masih perlu ditingkatkan dalam penyediaan dan pengelolaan air irigasi adalah pengelolaan, pemanfaatan serta pemeliharaan jaringan irigasi agar bisa berjalan secara berkelanjutan," ujar Sarwo.

Sementara itu, Basir, warga Desa Jukio, Kecamatan Gunung Pelindung menyebut, irigasi digunakan secara bergilir. Saluran irigasi atau siring bahkan baru digunakan usai diubah dari saluran alami menjadi permanen.

Ratusan hektare lahan untuk penanaman padi sawah di wilayah tersebut, diakuinya mengandalkan air irigasi. Saat masa tanam gadu, meski sebagian wilayah kekurangan air, Basir memastikan, sebagian petani mulai tahap pengolahan lahan.

Usai pengolahan lahan (labuh), sebagian petani menebar benih (ngurid), bahkan sebagian mulai menanam padi (tandur).  Peningkatan saluran irigasi dari siring alam menjadi siring permenan memudahkan petani membagi air, sehingga bisa digunakan untuk menanam padi, sayuran dan buah.

baca juga

"Pembangunan siring permanen sengaja dikebut, karena ada sumber air pada bagian atas lalu dibuat menjadi bendungan dialirkan melalui siring permanen yang selesai dibuat," paparnya.

Dengan memanfaatkan saluran irigasi yang terhubung hingga dua kilometer lebih, petani masih bisa menanam kala musim gadu. Saat kemarau, sebagian petani, diakuinya bahkan melakukan proses perbaikan sejumlah saluran air yang kering.

Pada sejumlah saluran tersier proyek irigasi di wilayah tersebut, sebagian bocor. Usai diperbaiki, petani bisa memanfaatkan air untuk melakukan penanaman padi.

Bagi sebagian petani di wilayah Lamtim, keberadaan embung pada lokasi bekas galian pasir menjadi cadangan air. Isti, salah satu petani di Kecamatan Pasir Sakti mengungkapkan, petani masih bisa menanam sayuran.

Selama kemarau melanda, pasokan air bisa diambil dari embung bekas galian pasir di wilayah tersebut. 

"Selain menanam sayuran jenis sawi, kangkung, kacang panjang, kami bisa menanam pepaya calina di bagian tegalan sawah yang kami miliki," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Indonesia Wajib Punya Kartu Tani, Ini Sejumlah Manfaatnya

Petani Indonesia Wajib Punya Kartu Tani, Ini Sejumlah Manfaatnya

Bisnis | Kamis, 22 Agustus 2019 | 08:51 WIB

Kementan Ikutsertakan Para Petani Sumsel dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Kementan Ikutsertakan Para Petani Sumsel dalam Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:00 WIB

Kementan Ajak Petani di Banten Ikut Asuransi Usaha Tanaman Padi

Kementan Ajak Petani di Banten Ikut Asuransi Usaha Tanaman Padi

Bisnis | Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:16 WIB

BMKG: Musim Hujan Akan Telat Tiba, Kemarau Sampai November

BMKG: Musim Hujan Akan Telat Tiba, Kemarau Sampai November

Tekno | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 04:05 WIB

Barito Kuala Jadi Lokasi Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

Barito Kuala Jadi Lokasi Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 12:14 WIB

Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri

Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 08:44 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×